Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka mendukung masyarakat untuk mengakses air bersih dan sanitasi, Danone Indonesia terus berupaya memberikan kontribusi nyata.
Kali ini bekerja sama dengan Rabithah Ma'ahid Islamiyah (RMI) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bogor, Danone Indonesia menyerahkan bantuan sumur bor dan sanitasi untuk sembilan pesantren NU yang ada di wilayah Kabupaten Bogor Jawa Barat.
Untuk kegiatan ini, Danone Indonesia memberikan donasi berupa uang tunai sebesar Rp390 juta yang akan digunakan untuk membangun sumur bor dan sanitasi layak kepada sembilan pesantren dan satu kantor PCNU di Bogor.
Baca juga: Danone Raih Penghargaan Bidang Pengembangan dan Kesejahteraan Karyawan
Acara ini dihadiri Ketua PC RMI Kabupaten Bogor, KH Abdul Basit Mahfuf, Direktur Suistainable Development Danone Indonesia, Karyanto Wibowo, Pengurus PCNU Kabupaten Bogor, KH Abbas Ma'rup, dan Pengurus RMI PBNU, Gus Moch. Hilmi Ashisdiqi Al-Aroky.
Dalam sambutannya, K.H Abdul Basit Mahfuf mengatakan selama ini masih banyak pondok pesantren yang kesulitan mendapatkan air bersih maupun sanitasi yang layak untuk para santri.
"Juga ada beberapa pesantren yang mengalami krisis air atau kekeringan. Bahkan, kualitas airnya pun berbeda pada saat musim kemarau dan hujan," ujar Abdul Basit pada Senin, (4/12/2023).
Oleh karena itu, bantuan sumur bor ini sangat diperlukan untuk mendapatkan kualitas air bersih yang layak. Selain kebersihan air, kondisi MCK juga perlu diperhatikan, baik dari sisi kelayakan maupun jumlahnya.
Baca juga: Rahasia Pengelolaan Sumber Daya Air Danone-Aqua
"Untuk itu, kami sangat berterimakasih kepada Danone Indonesia yang telah memberikan bantuan kepada pesantren NU di Kabupaten Bogor ini agar bisa mengakses air bersih serta mendapatkan sanitasi yang layak. Semoga ke depannya, kualitas kebersihan di pesantren akan semakin meningkat," sambungnya.
Pengurus RMI PBNU, Gus Moch. Hilmi Ashisdiqi Al-Aroky ikut menyampaikan apresiasi ke Danone Indonesia karena peduli dengan kebersihan air dan sanitasi untuk pesantren di wilayah Bogor.
"Kami sangat menyambut baik inisiasi antara Danone Indonesia. Tentu apa pun bentuknya kebaikan itu akan selalu kami dukung dan terima," ujar Gus Hilmi.
Sementara itu, Director of Sustainability Development Danone Indonesia, Karyanto Wibowo ,menjelaskan bahwa kegiatan seperti ini sudah menjadi agenda wajib perusahaan sehingga tidak akan pernah berhenti.
"Danone Indonesia ingin terus memberikan kontribusi nyata kepada masyarakat sekitar. Hal ini tentu tidak luput dari dukungan ormas besar seperti NU. Alhamdulillah, kolaborasi kami dengan NU sudah berjalan cukup lama. Kali ini kami menyoroti bagaimana mencari solusi terkait permasalahan air bersih yang masih menjadi polemik di Indonesia hingga saat ini," ujar Karyanto.
Baca juga: Kini Para Santri dan Masyarakat Desa Sukamulya Tak Lagi Beli Air Bersih
Menurut Karyanto, saat ini baru 90% penduduk yang dapat mengakses air bersih di Indonesia. Kalau dikaitkan dengan jumlah keseluruhan penduduk Indonesia, masih ada jumlah penduduk yang cukup signifikan belum dapat mengakses air bersih.
"Lebih dari 20 juta orang Indonesia belum dapat mendapatkan akses air bersih,” tambahnya.
Terkait sanitasi, Karyanto menambahkan bahwa di Indonesia masih 80 % penduduk yang memiliki sanitasi yang layak. Pemerintah sendiri menargetkan seluruh masyarakat Indonesia dapat memperoleh akses air bersih dan sanitasi pada tahun 2030.
“Tentu saja kita tidak bisa menunggu selama itu. Permasalahan air bersih sudah selayaknya menjadi tanggung jawab bersama. Disinilah peran kami untuk dapat mendukung pemerintah dalam mewujudkan hal tersebut," ujar Karyanto.
Salah satu penerima manfaat ini, Irham Juana dari Pesantren Al Badariah, Leuwiliang, mengatakan dirinya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Danone Indonesia maupun NU. Berkat bantuan tersebut, pesantren yang berisikan 45 santri itu kini akan segera mendapatkan penambahan MCK dan tempat wudhu.
Baca juga: Anies Mengajak Santri Membawa Perubahan untuk Indonesia
"Saya mendapat informasi terkait bantuan ini dari NU. Setelah dihubungi dan disurvei alhamdulillah pesantren kami menjadi salah satu yang mendapatkan bantuan tersebut," kata Irham.
Dijelaskan lebih lanjut, dana bantuan itu akan dibangun penambahan MCK, pembuatan sumur bor dan tempat wudhu
. "Jadi kalau melihat komposisinya memang 1 MCK itu layak dipergunakan 4 santri. Insyaallah dengan bantuan ini mampu menambah MCK hingga 11, dan nantinya cukup dipergunakan oleh 45 santri yang ada," ujar Irham.
Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen jangka panjang Danone Indonesia, termasuk di dalamnya pemberian nutrisi pencegahan stunting dan pelestarian lingkungan, khususnya di tengah perubahan iklim.
"Kami memiliki target untuk mengembalikan air lebih dari yang di ambil. Inisiatif kami lainnya di antaranya pengolahan kemasan plastik, galon, bahan baku daur ulang, terakhir adalah pertanian berkelanjutan. Pertanian ramah lingkungan, tidak menggunakan pupuk kimia atau pestisida kimia," tutup Karyanto. (S-4)
Selain dari sinar matahari, asupan melalui minuman adalah cara praktis untuk memenuhi kebutuhan harian vitamin D Anda.
Uji coba sistem guna ulang (reusable) untuk kemasan makanan dan minuman yang dilaksanakan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI dan Universitas Paramadina
Ibu hamil sebaiknya menghindari makanan yang kurang matang hingga minuman dengan kandungan kafein.
Sejumlah daerah di Indonesia sedang mengalami cuaca panas yang menyengat. Kondisi ini tak jarang membuat sebagian orang lebih rentan terserang migrain atau sakit kepala sebelah.
Expo Kemandirian Pesantren di Lapangan Merdeka Wajo dalam rangkaian Musabaqah Qiraatil Kutub (MQK) Internasional ke-1 Tahun 2025
kelompok usia Gen Z sangat jarang mengonsumsi buah dan sayuran. Berdasarkan Survei Kesehatan Nasional (SKI) 2023 menemukan bahwa konsumsi buah dan sayur
Rizki juga menjelaskan dalam narasinya terlapor menganggap bahwa NU dan Muhammadiyah terlibat dalam politik praktis.
Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-103 NU yang digelar di Lobi Gedung PBNU, Jakarta, Senin (5/1).
Yenny mengaku sempat ditelpon Luhut Panjaitan yang tidak setuju organisasi masyarakat (ormas) diberi tambang. Sejak awal pun, Luhut juga tidak mau tanda tangan, sebab mengelola tambang susah.
Faris menyatakan pesimisme terhadap upaya islah yang telah dilakukan.
Pj Ketum PBNU Zulfa Mustofa menegaskan normalisasi akan dijalankan melalui komunikasi yang intensif dan menyeluruh.
Pleno Syuriyah ini menghasilkan keputusan penting, yaitu penunjukan Zulfa Mustofa sebagai Pejabat (Pj) Ketua Umum PBNU.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved