Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Indonesia memiliki potensi karbon biru yang sangat besar yang dapat dimanfaatkan sebagai solusi berbasis alam (nature-based solution/NBS) dalam menghadapi krisis perubahan iklim.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam pernyataannya, yang dibacakan Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Victor Gustaaf Manopo, menyebut Indonesia menjadi rumah bagi 17% ekosistem karbon biru dunia.
“Kami memiliki 3,3 juta hektare mangrove dan 1,8 juta hektare padang lamun,” katanya pada pembukaan diskusi panel bertajuk Unlocking the Potential of Nature-Based Solutions for Adaptation and Mitigation Climate Change di Paviliun Indonesia pada COP28 di Dubai, Uni Emirat Arab, akhir pekan lalu.
Baca juga: Prancis Hibahkan Rp9,6 miliar untuk Dorong Projek Karbon Biru Indonesia
Ekosistem blue carbon memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon empat kali lebih tinggi dibandingkan ekosistem daratan. Hal itu menjadikan blue carbon sebagai harta karun dalam aksi pengendalian perubahan iklim.
Saat ini, Indonesia telah memperhitungkan kontribusi biomassa mangrove di atas permukaan sebagai bagian dari pencapaian komitmen penurunan emisi GRK yang telah tertuang dalam dokumen Enhanced Nationally Determined Contribution (NDC).
Baca juga: Bappenas Dorong Pengintegrasian Karbon Biru dalam Kebijakan Perubahan Iklim
Untuk pemanfaatan potensi blue carbon, KKP telah mengembangkan Profil Aksi Mitigasi yang memperhitungkan pengurangan emisi GRK dari padang lamun. Dokumen tersebut juga menjadi peta jalan untuk konservasi dan restorasi habitat blue carbon, guna meningkatkan potensinya dalam penyerapan karbon.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Nani Hendriati menjelaskan Keputusan Presiden Nomor 98 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon telah mencakup blue carbon sebagai bagian dari aksi mitigasi dan adaptasi mencapai target NDC.
“Saat ini Indonesia sedang melaksanakan pilot project untuk menghitung potensi blue carbon yang ada di bawah permukaan,” katanya.
Lebih lanjut Nani menjelaskan, Indonesia telah mengembangkan Blue Carbon Roadmap dan melaksanakannya melalui tata kelola blu carbon yang terintegrasi.
“Pilot Project di Kalimantan Utara telah berjalan sebagai persiapan untuk carbon offset dan pemberdayaan masyarakat pesisir,” tandasnya. (RO/Z-11)
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
Kawasan mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat keanekaragaman hayati, menjadi salah satu fokus rehabilitasi.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
KERUSAKAN ekosistem global dan perubahan iklim tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga memicu perubahan serius dalam hubungan antara manusia dan nyamuk.
Peneliti ciptakan alat 'Stomata In-Sight' untuk mengamati pori-pori daun saat bernapas. Teknologi ini diharapkan mampu menciptakan tanaman yang lebih hemat air.
Penyatuan pandangan terhadap tiga ekosistem karbon biru dalam satu sistem pesisir–laut akan memberikan manfaat luas.
Denny juga mengingatkan bahwa mangrove bisa menjadi penyerap sekaligus source atau sumber karbon.
Pendanaan itu dibiayai oleh AFD selama 3 tahun dengan tujuan mengintegrasikan kebijakan karbon biru ke dalam kebijakan nasional dan sub nasional.
Bappenas bersama dengan Indonesia Climate Change Trust Fund (ICCTF) dan Agence Francaise d Developement (AFD) menginisiasi program Blue Carbon Strategic Framework.
Pemerintah akan mengkaji potensi karbon biru untuk mempercepat target penurunan emisi gas rumah kaca.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved