Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin merasa sangat kehilangan atas wafatnya mantan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo. Hal itu disampaikan Juru bicara Wapres Masduki Baidlowi.
"Wapres sangat kehilangan dengan ketokohan Bapak Doni Monardo," kata Masduki seperti dilansir dari Antara, Senin (4/12).
Masduki mengatakan bahwa Ma'ruf sangat berduka dan kehilangan sosok Doni, yang menghembuskan napas terakhirnya pada Minggu (3/12), selaku tokoh yang selama ini relatif dekat dengan Wapres.
Masduki menyampaikan Doni adalah orang yang mendampingi Wapres dalam salah satu kunjungan Wapres ke Tanah Papua.
"Waktu Wapres ke Papua, itu juga didampingi Bapak Doni di beberapa tempat, dan juga ada beberapa program-program yang bagi Wakil Presiden sangat berarti, karena ada gerakan dukungan mengenai penghijauan. Itu di Timika, Papua," jelasnya.
Baca juga:
> Begini Rekam Jejak dan Etos Kerja Doni Monardo di Mata Reisa Broto Asmoro
> Mantan Kepala BNPB Doni Monardo Meninggal Dunia
Kedua, kata dia, ketika awal terjadi covid-19, Wapres juga sempat berkunjung ke kantor BNPB yang kala itu masih dipimpin Doni.
"Waktu itu Wapres mendengarkan dengan detil bagaimana penjelasan Bapak Doni dan Wapres sangat menghormati integritas beliau sebagai seorang tokoh, sehingga tokoh seperti dia sangat dibutuhkan negara, demikian kata Wapres. Dan di luar dugaan ya, bahwa beliau tiba-tiba sakit lalu koma, kemudian wafat. Jadi Wapres sangat kehilangan," ujarnya.
Masduki mengatakan bahwa Ma'ruf akan berusaha menyempatkan diri untuk melayat pada hari ini.
"Insyaallah ya, mungkin kalau secara teknis memungkinkan, Bapak Wapres akan melayat, tapi setidaknya karangan bunga sedang dikirim ke rumah beliau. Masalahnya Bapak Wapres (kemarin) sedang tidak di rumah dinas, tapi di rumah luar kota di Cimanggis," ujarnya.
"Kalau malam ini (kemarin) mungkin secara teknis agak susah, tapi mungkin besok (hari ini) mudah-mudahan ada waktu. Mungkin tanggapan yang pasti itu. Barusan saya dapat kabar dari Wapres seperti itu," tambah Masduki. (Z-6)
Masyarakat kembali menyoroti kinerja Kepala BNPB setelah banjir Sumatra 2025, sambil mengenang sosok-sosok legendaris seperti Doni Monardo, Sutopo Purwo Nugroho, dan Achmad Yurianto.
Mengenang Doni Monardo, mantan Kepala BNPB, yang warisan kepemimpinannya tetap menjadi inspirasi dalam menghadapi bencana hidrometeorologi
Ternyata pada saat saya mulai terbang, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana 2019-2021 Letnan Jenderal (Purn) Doni Monardo mengembuskan napas terakhirnya.
Presiden mendoakan agar mendiang mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan dan diampuni segala dosa-dosanya.
Menteri Kesehatan periode 2019-2020 Letnan jendral TNI (Purn) Terawan Agus Putranto menyatakan bahwa Letjen TNI Purn Doni Monardo adalah sosok yang sigap merespons pandemi covid-19.
Kepala BNPB memastikan setiap kepala keluarga yang kehilangan rumah akan memperoleh satu unit hunian, meski sebelumnya tinggal bersama dalam satu rumah.
Hingga Senin (19/1), banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi antara 10 hingga 200 sentimeter.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
BANJIR dan tanah longsor yang terjadi di Desa Tempur, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, telah memutus akses jalan masyatakat dan merusak rumah warga.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
KEPALA Badan Penanggulangan Bencana Nasional Letjen TNI Suharyanto menegaskan, pemerintah tidak membeda-bedakan satu daerah dengan daerah yang lain.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved