Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DEMI menghadapi perubahan iklim yang berdampak signifikan terhadap produksi dan produktivitas tanaman perkebunan, Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mencari solusi tepat guna, salah satunya mempercepat penurunan Emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman telah meminta seluruh jajarannya agar sigap menurunkan EGK dengan mengimplementasikan kebijakan-kebijakan mitigasi dan adaptasi yang diperlukan.
Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Jenderal Perkebunan (Dirjenbun) Andi Nur Alam Syah mengatakan, perlu adanya strategi pembangunan rendah karbon untuk mewujudkan pembangunan perkebunan yang berkelanjutan.
"Implementasi kebijakan yang mendukung praktik-praktik pertanian berkelanjutan perlu diterapkan. Kolaborasi seluruh stakeholder sangat penting agar seluruh pihak dapat berpartisipasi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dalam pencapaian target nasional (NDC) sebesar 29% dengan usaha sendiri dan hingga 41% dengan dukungan internasional dibandingkan dengan skenario baseline emisi GRK tanpa kebijakan mitigasi dari tahun 2010 hingga 2030," ujar Andi dalam siaran resminya, Sabtu (18/11).
Baca juga: BMKG Ungkap Penyebab Perburukan Kondisi Iklim Dunia
Langkah dalam penurunan emisi GRK harus selaras dengan penyelenggaraan nilai ekonomi karbon sehingga tercatat penurunan emisi karbon. Pencatatan nilai ekonomi karbon menjadi integritas usaha yang telah dilakukan oleh Indonesia. Selain itu dengan mengatur nilai ekonomi karbon, pemerintah dapat mengawasi dan mengelola emisi GRK dari berbagai sektor ekonomi, termasuk pertanian.
Andi Nur menambahkan bahwa upaya untuk mencapai target Nationally determined contribution (NDC) melalui penyelenggaraan Mitigasi, Adaptasi Perubahan lklim, dan NEK yang dilaksanakan secara akurat, konsisten, transparan, dan berkelanjutan yang dapat dipertanggungjawabkan.
”Lima sektor yang menjadi target pengurangan emisi karbon GRK 2030 (NDC) meliputi FOLU (Forestry and Other Land Uses), Energi, Limbah, IPPU (Industrial Process and Production Use) dan Pertanian,” jelasnya.\
Baca juga: Program Dekarbonisasi Mind Id Kurangi Emisi Gas Rumah Kaca
Pada kesempatan tersebut, Andi Nur meminta pemerintah daerah berperan aktif dan berkontribusi memberikan informasi kepada masyarakat, stakeholder, dan pelaku usaha dalam implementasi penurunan emisi karbon.
“Saya harap agar seluruh jajaran Direktorat Jenderal Perkebunan dapat bersinergi dan berkolaborasi dengan instansi terkait sehingga menghasilkan kontribusi nyata terhadap percepatan pembangunan nasional bebas emisi karbon,” harap Andi Nur.
Perlu diketahui, Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) melaksanakan kerja sama Biocarbon Fund Initiative for Sustainable Forest Landscape (BioCF-ISFL) 2023 yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang dampak perubahan iklim di sektor perkebunan, mencapai pengurangan emisi gas rumah kaca, dan mendukung upaya pelestarian hutan dan lingkungan di wilayah tersebut.
Baca juga: Rencana Revisi Taksonomi Hijau Indonesia, Kemunduran dalam Transisi Energi Bersih
Rencana tindak lanjut kegiatan BioCF-ISFL 2024 antara lain melakukan pembuatan demplot terkait nilai ekonomi karbon dengan harapan dapat meningkatkan pemahaman instansi terkait dan stakeholder mengenai nilai ekonomi karbon pada subsektor perkebunan, pembentukan satgas untuk melakukan pengawalan dan monev, serta melakukan sinergi dan kolaborasi dengan instansi terkait maupun stakeholder, sehingga nilai ekonomi karbon memberikan dampak bagi pembangunan nasional. (RO/S-3)
Amran menilai, praktik penyelundupan pangan sebagai tindakan yang mencederai kepentingan bangsa dan petani.
WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono, memastikan stok dan harga sapi hidup di tingkat produsen tetap terkendali menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) hingga Lebaran tahun depan.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
PEMERINTAH dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan harga sapi hidup di tingkat peternak tetap terkendali menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah tidak akan mentolerir pelaku usaha pangan yang menjual komoditas di atas HET jelang Nataru
KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) akan merehabilitasi 436,99 hektare lahan cabai di Sumatra Utara (Sumut) yang terdampak bencana banjir dan longsor.
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
“Menurut Data KLHK (2023) sampah makanan sebesar 41,4% dari total sampah di Indonesia. Setiap orang menyumbang sampah makanan sebesar 115–184 kg per tahun,”
TERBITNYA Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 dinilai sebagai tonggak penting bagi Indonesia dalam membangun ekonomi hijau.
PT Mitra Kiara Indonesia (MKI), perusahaan terafiliasi Semen Indonesia Group (SIG), mengambil langkah penting menuju dekarbonisasi industri.
WMO laporkan kadar CO2 global capai rekor tertinggi pada 2024. Lonjakan emisi ini mempercepat pemanasan bumi dan ancam keseimbangan iklim dunia.
PT Astra Agro Lestari meraih Anugerah Ekonomi Hijau berkat dua inovasi strategis di industri kelapa sawit. Dua inovasi itu meliputi teknologi methane capture dan pupuk organik Astemic.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved