Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof Drs KH Yudian Wahyudi MA, PhD menyampaikan, Pancasila merupakan cerminan dari nilai-nilai Islam. Hal tersebut disampaikan saat menjadi pembicara kunci dalam acara bedah buku karyanya berjudul 'Islam dan Pancasila Perspektif Maqashid Syariah'. Acara bedah buku yang dihadiri 250 peserta ini merupakan kolaborasi dengan Lingkar Kajian Komunikasi dan Pemberdayaan Sosial (LK Kompas).
"Nilai-nilai di dalam Pancasila selaras dengan ajaran Islam. Pancasila tidak lain merupakan bentuk 'lokalitas' dari keuniversalan ajaran dan syariat Islam,” tuturnya. Keberagaman Indonesia juga, menurut Prof Yudian menjadikan negara Indonesia sebagai negara terhebat dalam pendirian negara.
Selain itu, dia menyambut baik dengan diselenggarakannya kegiatan bedah buku 'Islam dan Pancasila Perspektif Maqashid Syariah' ini dan berharap dengan memperbanyak ruang diskusi, dialog, dan juga bedah buku, diskursus keilmuan akan terus hidup. “Dengan begitu, pemahaman kita menjadi semakin luas dan mendalam sehingga kita dapat meraih kebijaksanaan,” imbuhnya.
Baca juga: BPIP Ajak Penerus Bangsa Teladani Semangat Juang Para Pahlawan
Sementara itu, Deputi Bidang Hubungan Antar Lembaga, Sosialisasi, Komunikasi, dan Jaringan Ir Prakoso menceritakan bahwa di Kota Tasikmalaya ada Universitas Negeri sebagai bentuk kehadiran negara untuk memajukan pendidikan Indonesia.
Ir Prakoso mengaku takjub menceritakan banyaknya prestasi yang dimiliki oleh kota Tasikmalaya, mulai dari medali emas pertama olimpiade oleh putri asal Tasikmalaya Susi Susanti, kuliner hingga kerukunannya.
"Kita tahu Tasikmalaya terkenal dengan kerukunan antar umat beragama, ada kampung naga yang masih eksis. Maka BPIP, khususnya Kepala BPIP menginisiasi untuk terus menguatkan nilai-nilai kerja sama dengan LK Kompas, sehingga kajian ini bisa menguatkan masyarakat Tasikmalaya dalam bermasyarakat,” jelas Prakoso.
Baca juga: BPIP dan Kemendikbudristek Kolaborasi Wujudkan Visi Pancasila melalui Pendidikan
LK Kompas Tasikmalaya merupakan jaringan masyarakat sipil di Jawa Barat yang dibentuk dengan tujuan mewujudkan tatanan masyarakat berkeadilan atas dasar penghormatan terhadap keberagaman dan Hak Asasi Manusia melalui aktivitas penguatan kapasitas dan pemberdayaan kelompok minoritas dan marginal.
Ketua LK Kompas Rifqi Taofiq Sidqi SIP menyambut hangat kehadiran dan penyelenggaraan bedah buku yang berlangsung di Gedung Dakwah Islamiyah Tasikmalaya itu. “Inilah wajah kota Tasik, mohon kiranya Bapak (Kepala BPIP) dapat memberikan pengarahan sekaligus pencerahan bagi kita semua terkait agar kita mampu menginternalisasi nilai-nilai ideologi Pancasila di kota Tasikmalaya,” ungkap Rifqi.
Senada dengan itu, Asisten Administrasi Umum Asep Gunadi berharap agar Kepala BPIP dapat mendorong kecintaan tanah air dan persatuan. “Bagaimana kita bisa mewujudkan cinta tanah air, Insha Allah nanti BPIP dan narasumber nantinya akan mengkaitkan dengan kultur kota Tasikmalaya sebagai Kota Santri,” ucapnya.
Hadir juga Pj Walikota Tasikmalaya yang diwakilkan oleh Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan Ir Hj Eli Suminar MP, Pembina LK Kompas Tasikmalaya Drs H A Manaf M Yazid MSi, Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Aslim SH MSi, Komandan Kodim Tawang, Kepala Kejaksaan Negeri Tasikmalaya diwakili Kasubagbin Iyus Zatnika SH, Ketua Pengadilan Negeri Tasikmalaya Dr Gutiarso SH MH, dan Ketua Pengadilan Agama Tasikmalaya diwakilkan oleh Hakim Facrudin Zakarya SH. (RO/S-3)
ANGGOTA Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menyayangkan aparat keamanan membubarkan diskusi dan bedah buku Reset Indonesia di Gunungsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Sabtu malam
TEKNOLOGI berkembang terlalu cepat. Akan tetapi, nilai-nilai spiritual, etika, dan kebijaksanaan justru jalan di tempat atau bahkan mundur.
Tere Liye menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat melahirkan karya-karya baru dari para siswa Alazka di masa depan.
Buku tersebut merangkum tiga isu besar ketenagakerjaan di Indonesia, yaitu isu ketenagakerjaan, perlindungan sosial bagi tenaga kerja, dan kesejahteraan sosial pekerja.
NILAI-nilai kemanusiaan dapat menggerakkan pihak-pihak yang berbeda latar belakang untuk bersama-sama memperjuangkan kepentingan bangsa.
Pemikiran Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo sebagai fondasi penting dalam membentuk arah kebijakan ekonomi dan keberpihakan Presiden Prabowo Subianto terhadap rakyat kecil.
Pemerintah diharapkan mau berbenah agar lebih terbuka terhadap masyarakat dan mendengarkan aspirasi yang disuarakan rakyat.
Dengan lirik yang gelap, agresif, dan penuh makna metafora, .Feast tidak hanya mengungkapkan kemarahan, tetapi juga memberi peringatan moral.
Keterlibatan mahasiswa melalui pendekatan kolaboratif menjadi semakin penting di tengah berbagai tantangan pembangunan dan kesenjangan sosial.
Mencegah radikalisme dan intoleransi berarti menghidupkan kembali nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Menyampaikan kritik dengan bahasa yang santun bukan berarti takut atau tidak berani, melainkan menunjukkan kematangan dalam berpikir dan berkomunikasi.
Demokrasi perlu kembali menjadi tempat diskusi yang mengedepankan kejujuran dan tanggung jawab, bukan medium untuk transaksi suara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved