Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KOMITMEN Sekolah Islam Al-Azhar Kelapa Gading (Alazka) dalam membangun budaya literasi kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Bedah Buku “Hujan” bersama penulis nasional kenamaan, Tere Liye, yang berlangsung pekan lalu di Auditorium Abu Bakar Ash Shiddiq Alazka, Jakarta.Melalui keterangan yang diterima menyebutkan kegiatan ini merupakan diantara rangkaian acara Expo SMAI Alazka 2025 yang dihadiri ratusan siswa-siswi SMP dan SMA Alazka serta para tamu undangan.
Kehadiran Tere Liye menjadi daya tarik utama dalam kegiatan literasi tersebut. Dengan gaya penyampaian khasnya yang sederhana, jenaka, namun sarat makna, Tere Liye membedah novel “Hujan” secara mendalam dan inspiratif.
Para siswa tampak antusias mengikuti jalannya acara, mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis, dan terlibat aktif dalam diskusi. Diskusi bedah buku semakin hidup dengan kehadiran moderator Nur Adibatul Luthfiah, M.Pd. guru SMAI Alazka, yang mengarahkan jalannya acara secara lugas dan menarik sehingga mudah diikuti seluruh peserta. Dalam sesi penyampaian pesan, Tere Liye menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat melahirkan karya-karya baru dari para siswa Alazka di masa depan.
Ketua Yayasan Al-Azhar Kelapa Gading, Irsan Nurfaqih Sjamhudi, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas antusiasme siswa serta kerja keras panitia Expo SMAI Alazka 2025. Irsan mengaku bangga melihat kualitas pertanyaan yang disampaikan para peserta, yang menunjukkan kedewasaan berpikir serta semangat membaca yang kuat.
“Alazka mendorong peningkatan literasi bukan hanya bagi siswa juga untuk guru. Kegiatan seperti ini menjadi bukti keseriusan kami dalam mempersiapkan generasi yang kritis, kreatif, dan berkarakter,” ujarnya.
Kepala SMA Islam Al-Azhar Kelapa Gading, Endang Rohayati, M.Pd, turut mengapresiasi kehadiran Tere Liye dan partisipasi aktif seluruh siswa. Endang menegaskan bahwa kegiatan literasi merupakan bagian penting dari kurikulum Alazka dalam membentuk budaya belajar sepanjang hayat.
“Bedah buku ini bukan hanya kegiatan membaca juga proses membangun perspektif, karakter, dan keberanian menyampaikan gagasan,” tukasnya.
Selain bedah buku, Expo SMAI Alazka 2025 juga menghadirkan berbagai rangkaian kegiatan lain, seperti Seminar Pendidikan, Pameran Pendidikan yang diikuti kampus-kampus unggulan dari berbagai PTN dan PTS, serta Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat SMP dan SMA. Keseluruhan rangkaian acara mencerminkan komitmen Alazka dalam memberikan pengalaman pendidikan yang menyeluruh dan bernilai tinggi bagi para siswa.
Dengan suksesnya Bedah Buku “Hujan” bersama Tere Liye, Alazka menegaskan perannya sebagai lembaga pendidikan yang tidak hanya mendorong prestasi akademik juga menanamkan cinta literasi sejak dini. Melalui program-program berkelanjutan, Alazka berkomitmen menjadi motor penggerak peningkatan kualitas literasi di lingkungan pendidikan. (H-2)
ANGGOTA Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menyayangkan aparat keamanan membubarkan diskusi dan bedah buku Reset Indonesia di Gunungsari, Kabupaten Madiun, Jawa Timur pada Sabtu malam
TEKNOLOGI berkembang terlalu cepat. Akan tetapi, nilai-nilai spiritual, etika, dan kebijaksanaan justru jalan di tempat atau bahkan mundur.
Buku tersebut merangkum tiga isu besar ketenagakerjaan di Indonesia, yaitu isu ketenagakerjaan, perlindungan sosial bagi tenaga kerja, dan kesejahteraan sosial pekerja.
NILAI-nilai kemanusiaan dapat menggerakkan pihak-pihak yang berbeda latar belakang untuk bersama-sama memperjuangkan kepentingan bangsa.
Pemikiran Prof. Dr. Sumitro Djojohadikusumo sebagai fondasi penting dalam membentuk arah kebijakan ekonomi dan keberpihakan Presiden Prabowo Subianto terhadap rakyat kecil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved