Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Pelestarian Sejarah Intelektual Ulama Nusantara: Kyai Wahab Foundation Bedah Buku KH. Abdul Wahab Hasbullah

Syarief Oebaidillah
14/2/2026 21:31
Pelestarian Sejarah Intelektual Ulama Nusantara: Kyai Wahab Foundation Bedah Buku KH. Abdul Wahab Hasbullah
Ilustrasi(Dok Kyai Wahab Foundation)

Kyai Wahab Foundation (KWF) bekerja sama dengan Ikatan Keluarga Alumni Bahrul Ulum (IKABU) Jabodetabek dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menggelar acara Bedah Buku "KH. Abdul Wahab Hasbullah" dan Sarasehan Alim Ulama di Aula HM Rasyidi, Gedung Kementerian Agama (Kemenag), Jakarta, Sabtu (14/2). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian upaya pelestarian sejarah intelektual ulama Nusantara yang memiliki dampak besar bagi peradaban Islam dunia. Acara ini dihadiri para tokoh nasional, di antaranya Wakil Presiden RI ke-13 Prof. KH. Ma’ruf Amin, Nyai Hajjah Hizbiyah Rochim Wahab (Putri KH Abdul Wahab Hasbullah/Ketua Muslimat NU DKI Jakarta), dan KH. Umar Wahid (Cucu KH. M. Hasyim Asy’ari, pendiri NU).

Dalam sambutan mewakili keluarga besar, Nyai Hajjah Hizbiyah Rochim Wahab menekankan peran internasional Mbah Wahab yang sangat monumental. "Berkat misi diplomatik Komite Hijaz yang dipimpin Mbah Wahab, Makam Rasulullah SAW terselamatkan dari pembongkaran. Hari ini, seluruh umat Islam dunia tetap bisa berziarah di Madinah berkat perjuangan luar biasa beliau," ungkap Nyai Hajjah Hizbiyah Rochim Wahab melalui keterangan resmi yang diterima hari ini.

Prof. KH. Ma’ruf Amin dalam orasinya menyoroti visi kebangsaan Mbah Wahab yang menjadi pilar kokohnya NKRI. Prof. KH. Ma’ruf Amin menegaskan bahwa Mbah Wahab telah merumuskan hubungan yang sangat harmonis antara agama dan negara, sehingga Indonesia tetap stabil dan bersatu. KH. Umar Wahid menambahkan catatan sejarah mengenai peran Mbah Wahab sebagai motor penggerak berdirinya Nahdlatul Ulama (NU).

Ia juga menyoroti kecerdasan budaya Mbah Wahab yang menciptakan tradisi "Halal bihalal" sebagai sarana rekonsiliasi sosial dan politik bangsa. Selain itu, Mbah Wahab adalah sosok pendidik yang sangat mengayomi di lingkungan keluarga, di mana beliau mengajar siapa saja tanpa membeda-bedakan latar belakang sosialnya.

Buku karya Drs. KH. Abdul Mun’im, DZ ini didukung penuh oleh ANRI melalui Dr. Kandar, MAP, guna memastikan rekam jejak emas ini menjadi referensi ilmiah bagi generasi mendatang. H. Romahurmuziy (cicit Mbah Wahab) sepakat bahwa spirit kreativitas dan keberanian Mbah Wahab harus terus diwariskan. Ketua Penyelenggara dari KWF dan IKABU Jabodetabek, Robi Cahyadi, berharap kegiatan ini mampu mendorong generasi muda untuk mendalami literasi sejarah ulama sebagai kompas dalam menjaga keutuhan bangsa di masa depan.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya