Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG Kinis Anak, Remaja, dan Keluarga Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Roslina Verauli, menyatakan bahwa hadirnya sosok ayah berperan besar dalam mempengaruhi pola asuh keluarga.
"Ada banyak istri tidak mendapatkan dukungan karena suami kurang hadir dan berperan. Ketika menikah, semua (urusan rumah tangga) diserahkan ke istri, sehingga peran suami yang tidak hadir sejak awal pernikahan menyebabkan istri stres, lalu mengalami baby blues (gangguan mental ibu pascapersalinan), kemudian berkembang menjadi depresi setelah melahirkan," kata Roslina seperti dilansir dari Antara, Rabu (8/11).
Roslina menjelaskan, beban ganda yang dialami perempuan setelah menikah tersebut menyebabkan mereka tidak dapat berfungsi dengan normal di dalam pengasuhan, artinya, kurang mampu menjalankan peran-perannya sebagai ibu dengan baik.
"Bagaimana ibu-ibu ini mampu memberikan ASI kepada anak-anaknya dengan baik kalau dia stres?" ujar dia.
Menurutnya, para istri dengan kondisi seperti ini kurang sehat dan sejahtera secara mental, sehingga memberikan dampak pada anak-anak yang kurang mampu merasakan kehadiran sosok ayah dalam tumbuh kembangnya.
Permasalahan dalam rumah tangga ini, menurutnya, berpotensi memunculkan bayi-bayi yang dilahirkan dalam kondisi stunting, karena berdasarkan data, 70 persen bayi yang lahir stunting bukan semata terjadi pada keluarga dengan kekurangan finansial, juga pada keluarga dengan finansial yang cukup tetapi pola asuh ayah dan ibu tidak seimbang.
Baca juga:
> Orangtua Harus Pahami Penyebab Stunting
> Anak Berpotensi Besar Terpapar Penyakit akibat Pola Asuh yang Salah
Untuk itu, ia menekankan pentingnya kesadaran bersama dari semua elemen masyarakat untuk bergotong royong menyukseskan percepatan penurunan stunting dengan mendukung para ibu, dan memiliki kesadaran bahwa ini adalah isu bersama yang perlu ditangani dengan benar.
"Maka, saatnya kita dukung ibu-ibu untuk mampu memberikan pengasuhan yang tepat untuk anak, dengan dukungan para ayah," tuturnya.
Ia juga mengutarakan pentingnya menghidupkan kembali "Hari Ayah Nasional", yang menjadi momentum atau pengingat bahwa ayah juga mempunyai peranan penting dalam kerangka pola asuh anak.
Menurutnya, kehadiran Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari bidan, kader keluarga berencana, dan kader PKK, dapat mempercepat upaya untuk merealisasikan target penurunan stunting sebesar 14 persen sesuai arahan Presiden Joko Widodo.
"Peran pendamping itu penting, yang dapat mempengaruhi tingkat keberhasilan perubahan perilaku.
Namun, pendekatannya harus disesuaikan dengan profil ayah dan ibu muda di masa sekarang, target 14 persen bakal terealisasi di 2024, asal kita kerjakan secara bersama," paparnya. (Z-6)
Hari Ayah Nasional adalah momen yang sangat spesial untuk menghargai peran luar biasa yang dimainkan oleh seorang ayah dalam kehidupan kita.
Rayakan Hari Ayah Nasional 2025 dengan bingkai foto (Twibbon) terbaik dan gratis! Pilih dari puluhan desain keren dan populer untuk dipasang di media sosial.
Rayakan Hari Ayah Nasional 2025 pada 12 November dengan ucapan menyentuh dan doa penuh makna. Simak inspirasi kata-kata terbaik untuk mengungkapkan rasa terima kasih kepada ayah tercinta.
Ketahui kapan Hari Ayah Nasional 2025 di Indonesia jatuh pada 12 November. Simak sejarah unik penetapannya, makna mendalam peran ayah.
Setiap orang pasti memiliki sosok ayah yang istimewa dalam hidupnya. Namun tahukah Anda kapan Hari Ayah diperingati di Indonesia?
Ketahui perbedaan Hari Ayah Nasional di Indonesia dan Hari Ayah Internasional, mulai dari sejarah, tanggal perayaan, hingga cara merayakannya. Simak fakta lengkapnya di sini!
Ahli kesehatan Ray Wagiu Basrowi menegaskan perbaikan nutrisi dan sistem pencernaan anak krusial demi capai target stunting 14,2% di 2029.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
SEJUMLAH ibu terlihat berkumpul di sebuah ruang dengan ukuran sekitar 7 x 5 meter dari keseluruhan bangunan dengan luas sekitar 63 meter persegi.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat dampak ekonomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun, mulai dari pelibatan 46 ribu UMKM hingga penyerapan 780 ribu tenaga kerja.
Setelah terkumpul selama satu bulan, telur didistribusikan ke setiap posyandu untuk diberikan kepada anak-anak.
SEGEGAP apapun dunia merayakan Natal, tetap saja titik awal peristiwa dimulai di dalam keluarga, keluarga biasa, pasangan suami istri baru, miskin-sederhana, di tempat terpencil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved