Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengelola Keuangan Haji (BPKH) melalui mitra kemaslahatan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan bantuan 1.500 paket penanggulangan stunting bagi masyarakat sekitar Pondok Pesantren Al Inaaroh Al Hikam Kabupaten Cirebon, Jawa Barat.
Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Anggota Badan Pelaksana BPKH Indra Gunawan, bersama Pimpinan Baznas RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan, kepada Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Buntet KH Salman Alfarisi di Aula Akper Buntet Pesantren Komplek Pondok Buntet Pesantren, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pekan lalu.
Indra Gunawan menyampaikan bantuan ini merupakan upaya BPKH dan Baznas untuk ikut berkontribusi pada pembangunan sosial. "Pada Kesempatan ini BPKH dan Baznas kembali menjalin kerja sama positif melalui program penanggulangan Stunting bagi masyarakat sekitar Pondok Pesantren Al Inaaroh Al Hikam Kabupaten Cirebon. Kami berharap bantuan ini dapat memberi manfaat dan menjadi perhatian bersama dalam penanggulangan Stunting," kata Indra Gunawan dalam keterangan yang diterima, Sabtu (18/8).
Sedangkan Rizaludin mengatakan, Baznas berkomitmen mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia demi mencapai generasi yang unggul demi kemajuan bangsa. "Baznas sebagai lembaga yang berfokus pada kesejahteraan mustahik sangat memberi perhatian lebih kepada masalah stunting ini. Pencegahan stunting sangat penting demi menunjang perbaikan gizi generasi penerus bangsa," jelasnya.
Ditambahkan, dalam upaya membantu penanganan stunting, berbagai langkah telah dilakukan Baznas melalui Rumah Sehat Baznas. Salah satunya dengan mengadakan Kelas Stunting, pemberian makanan bergizi, pemeriksaan secara berkala, dan mengedukasi para orang tua terkait penanganan stunting. Hal itu dilakukan di berbagai daerah secara rutin dan berkala.
Rizaludin berharap, bantuan yang diberikan dapat bermanfaat bagi tumbuh kembang anak-anak di lingkungan sekitar Pondok Pesantren Al Inaaroh Al Hikam Kabupaten Cirebon serta masyarakat dapat melakukan perubahan positif dalam pola makan, perawatan kesehatan, dan perhatian terhadap pertumbuhan anak-anaknya.
Di sisi lain, Ketua Yayasan Lembaga Pendidikan Islam Buntet KH Salman Alfarisi mengatakan bantuan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar Pondok Pesantren Al Inaaroh Al Hikam, khususnya bagi warga yang memiliki balita usia 0-5 tahun dan ibu hamil dalam penanggulangan stunting. "Semoga dengan adanya bantuan ini kita semua mendapat berkah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala," ujar KH Salman. (RO/R-2)
BADAN Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencatat total aset mencapai Rp238,99 triliun pada akhir tahun 2025, meningkat dari Rp221,05 triliun pada tahun sebelumnya.
BADAN Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengumumkan capaian tingkat penyelesaian tindak lanjut rekomendasi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sebesar 95,69 persen.
BPKH menilai revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji menjadi momentum strategis bagi lembaga tersebut untuk memperkuat tata kelola dan fleksibilitas investasi serta penguatan peran anak usaha.
Kepala BPKH Fadlul Imansyah menilai desain kelembagaan BPKH sudah tepat, namun perlu penguatan koordinasi teknis dan harmonisasi regulasi dalam RUU Pengelolaan Keuangan Haji.
Sinergi ini memastikan dana umat kembali kepada umat dalam bentuk infrastruktur yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat luas.
Yang lebih mendesak adalah menyamakan persepsi antara pengusul, BPKH, dan Baleg DPR RI mengenai bentuk dan karakter kelembagaan BPKH ke depan.
Kunci pembeda utama antara stunting dan stunted terletak pada penyebab dan asupan nutrisi sang anak.
Banyak yang salah kaprah! Dokter spesialis anak jelaskan perbedaan stunting dan stunted (pendek). Kenali penyebab gizi kronis vs faktor genetik di sini.
Sejak 2019, Faris terjun ke NTT untuk melakukan misi sosial dalam penanganan masalah kesehatan di daerah itu.
Pemanfaatan kacang hijau untuk mengatasi stunting dinilai sangat relevan karena aksesnya yang mudah, harga terjangkau, serta kandungan gizi yang tinggi.
Selain penurunan angka stunting, hasil evaluasi menunjukkan bahwa 64,28 persen balita peserta program mengalami perbaikan status gizi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved