Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ILMUWAN di Peru memberi nama sebuah spesies baru ular dari aktor Harrison Ford sebagai penghargaan atas dukungan pemeran Indiana Jones itu dalam berbagai kerja konservasi.
Reptil sepanjang 40 centimeter itu pertama kali ditemukan pada Mei 2022 di hutan pegunungan Taman Nasional Otishi. Hal itu diungkapkan Universitas Nasional San Marcos, Rabu (16/8).
Namun, baru saat ini, para ilmuwan menyimpulkan bahwa ular itu benar spesies baru.
Baca juga: Ilmuwan Temukan Spesies Kadal Baru di Taman Nasional Peru
Ular itu memiliki warna kuning kecokelatan dengan bintik hitam, perut berwarna hitam, dan mata berwarna tembaga.
AFP/Daniel LEAL--Aktor Harrison Ford
Ular itu diberi nama ilmiah Tachymenoides harrisonfordi.
Ular itu pertama kali ditemukan oleh tim yang dipimpin Edgar Lehr, biolog Amerika Serikat-Jerman.
Baca juga: Dua Spesies Burung Baru Ditemukan di Kalimantan Tenggara
"Saya mengetahui Harrison Ford setuju namanya digunakan setelah berkonsultasi dengan Conservation International," kata Lehr.
Lehr mengatakan ular itu ditemukan di kawasan yang hanya bisa dicapai menggunakan helikopter.
"Kami butuh tujuh hari untuk menemukannya," ungkap Lehr.
Ular itu tidak berbahaya bagi manusia dewasa. Mereka memburu katak dan kadal. (AFP/Z-1)
Sepanjang 2025, tim peneliti berhasil mencatat 1.618 jenis flora dan fauna. Terdapat penambahan 275 jenis flora dan fauna baru yang teridentifikasi di kawasan tersebut.
Kepodang kuduk hitam (Oriolus chinensis Linnaeus) merupakan salah satu dari 99 spesies burung yang ada di kampus IPB Dramaga.
Di sekitar kampus IPB Dramaga, setidaknya ada 50 spesies serangga pengunjung bunga berhasil diidentifikasi dari empat ordo Hymenoptera, Lepidoptera, Diptera, dan Coleoptera.
Setiap jenis kupu-kupu membutuhkan tumbuhan pakan dan inang untuk meletakkan telurnya yang spesifik (plant specific).
Kampus IPB Dramaga menjadi rumah bagi setidaknya 23 spesies mamalia dari total 777 spesies mamalia di Indonesia.
Setelah berjuta-juta tahun lamanya, spesies capung bernama Cordualadensa Acorni ditemukan di Dinosaur Provincial Park, Alberta, Kanada.
Penelitian baru mengungkap ular dan reptil lainnya buang air dalam bentuk kristal, berpotensi mengobati penyakit asam urat dan batu ginjal pada manusia.
Di AS, gigitan ular berbisa jarang berujung fatal. Setiap tahunnya, sekitar 7.000 hingga 8.000 orang mengalami gigitan ular berbisa hanya lima yang fatal.
Bupati Indramayu Lucky Hakim juga akrab dengan satwa liar melepas ribuan ekor ular ke sawah di Indramayu.
Ular weling (Bungarus candidus) adalah salah satu jenis ular berbisa tinggi yang ditemukan di wilayah Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Lebih dari 100 siswa di Bihar, India, jatuh sakit setelah makan siang sekolah yang diduga tercemar dengan ular mati.
Air yang menggenangi pemukiman warga tidak hanya menghambat aktivitas sehari-hari, tetapi juga memunculkan ancaman baru: kemunculan ular liar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved