Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi berhasil mendeskripsikan dua spesies burung baru yang diterimukan di Kalimantan Tenggara. Bekerja sama dengan mitra internasional, penemuan yang diawali dari penelitian sejak tahun 2016 itu akhirnya berhasil dipublikasikan tahun 2022.
Peneliti senior BRIN Dewi M. Prawiradilaga menerangkan kedua spesies burung baru itu merupakan hasil kolaborasi internasional. Cyornis kadayangensis (Sikatan Kadayang) dan Zosterops meratusensis (Kacamata Meratus) menjadi dua spesies burung baru dari tanah Borneo.
"Penemuan dua jenis baru ini merupakan salah satu hasil dari kolaborasi riset bersama mitra peneliti internasional. Sebelumnya pada tahun 2020, kami mendeskripsikan satu burung jenis baru dari lokasi yang sama," ungkap Dewi dalam keterangannya, Rabu (30/3).
Dijelaskannya, mitra internasional yang berkolaborasi dengan BRIN adalah Lousiana State University, USA. Dewi merupakan Principal Investigator dari kerja sama Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi - BRIN ysng saat itu masih bernama Pusat Penelitian Biologi – LIPI.
Baca juga: KLHK Tegaskan tidak Ada Spesies Orang Utan di Wilayah IKN
Peneliti dari Museum Zoologicum Bogoriense, Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi - BRIN Mohammad Irham menyampaikan bahwa penelitian burung jenis baru ini dilakukan melalui serangkaian proses. Mulai dari studi morfologi, DNA, hingga vokalisasi dari jenis baru ini dan kerabatnya.
"Hasil kajian tersebut menunjukkan populasi Zosterops dan Cyornis di Pegunungan Meratus berbeda dari kerabatnya, sehingga kami anggap sebagai spesies yang terpisah dan baru," kata dia.
Lebih lanjut, Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi - BRIN lainnya Tri Haryoko mendeskripsikan secara penampakan fisik, Kacamata Meratus berwarna hijau zaitun dengan corak zaitun kekuningan pada tubuh bagian bawah. Keduanya dapat dibedakan dan kerabat yang paling dekat yaitu Kacamata Laut (Z. chloris) yang memiliki warna kuning yang lebih terang.
Sedangkan Sikatan Kadayang memiliki warna yang lebih khas. Tubuh bagian atas berwarna biru dan bagian bawah bewarna coklat jingga terang sampai putih.
“Sikatan Kadayang berbeda dari Sikatan Dayak (C. montanus) yang memiliki warna biru lebih pekat dan tubuh bawah kecoklatan tanpa warna putih,” tambah peneliti yang juga terlibat dalam riset tersebut.
Pegunungan Meratus yang terisolasi dari rantai pegunungan lain di Kalimantan, membentuk komunitas fauna yang unik seperti yang terlihat pada kelompok burung. Terkait status konservasi, kelestarian burung di Pegunungan Meratus mendapat potensi ancaman dari perubahan dan kerusakan habitat.
"Wilayah dataran rendah dari Pegunungan Meratus telah mengalami perubahan. Sehingga menyisakan habitat yang relatif utuh di zona pegunungan di atas 500 m diatas permukaan laut dengan luasan yang cukup terbatas," imbuhnya.
Ancaman lainnya adalah perburuan burung untuk memenuhi pasar burung berkicau. Perburuan ini mendorong populasi burung di Meratus ke jurang kepunahan. Oleh karena itu konservasi habitat dan spesies di Pegunungan Meratus sangat penting untuk dilakukan.
Adapun, artikel temuan dua spesies burung baru di Pegunungan Meratus, Kalimantan Tenggara ini telah terbit dalam Journal of Ornithology.(OL-5)
Menurut Simply Birding, habitat utama Nyctyornis amictus meliputi hutan tropis primer dan sekunder di Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan.
Burung beo malam (night parrot), salah satu burung paling misterius di dunia, kembali mengejutkan para ilmuwan.
Burung yang paling sering terlihat di punggung badak Afrika adalah oxpecker. Burung ini menghabiskan sebagian besar waktunya di tubuh hewan besar untuk mencari makan.
Burung purba memiliki keunggulan dalam pola makan. Paruh tanpa gigi memungkinkan mereka memakan biji-bijian dan sumber makanan sederhana yang masih tersedia.
Hasil penelitian ini tampaknya mendukung teori yang diajukan pada tahun 1970-an, yaitu bahwa burung liar mungkin mengalami kesalahan navigasi sederhana.
Salah satu hal yang menarik adalah burung wiwik kelabu jarang terlihat, tetapi suaranya sering terdengar. Akibatnya, suaranya kerap dianggap tanda kematian.
Peneliti di Jepang menemukan hewan mungil bermata enam dengan warna biru cerah yang ternyata merupakan spesies baru.
Spesies baru yang digali di Kawah Haughton di Pulau Devon, Nunavut, diberi nama Epiatheracerium itjilik. Nama spesiesnya, "itjilik", berarti "beku" atau "embun beku"
Tiga spesies baru ikan siput (snailfish) berhasil ditemukan di kedalaman Samudra Pasifik.
Spesies ini diberi nama Morchella rinjaniensis, merujuk pada lokasi penemuannya, dan menjadi spesies jamur Morchella tropis pertama dari Indonesia yang dideskripsikan secara ilmiah.
Spesies ini diberi nama Morchella rinjaniensis, merujuk pada lokasi penemuannya, dan menjadi spesies jamur Morchella tropis pertama dari Indonesia.
Undur-undur laut, atau dikenal juga sebagai mole crab, merupakan krustasea kecil penghuni pantai berpasir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved