Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
KLAIM udara Jakarta baik-baik saja dinilai tidak benar. Langit Jakarta sedang dilanda polusi hingga menjadi ancaman kesehatan yang serius.
"Data kualitas udara Jakarta baik-baik saja itu bohong," kata Direktur Eksekutif Komisi Penghapusan Bensin Bertimbel (KPBB) Ahmad Safrudin (Puput) di Gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Rabu (16/8).
Puput mengatakan masyarakat bisa mencari dan melihat sendiri fakta di lapangan. Partisipasi publik dinilai bisa membantah klaim tersebut.
Baca juga: Jokowi Kasasi Gugatan Polusi Udara, Walhi: Tidak Pantas!
"Selain PM (partikulat) 10 dan PM 2,5, kadar baku mutu tidak sehat ada O3 atau ozon dan sulfur dioksida yang tinggi di Jakarta," ujar dia.
Dalam kesempatan itu, Puput berbagi pengalaman mengawal kebersihan langit Jakarta sejak 1992. Barulah pada medio 1996 dia mendirikan KPPB.
Baca juga: Koalisi Ibukota Demo Buruknya Polusi Udara Jakarta, Ini Tuntutannya
"Sejak 1992 telah melaporkan Jakarta terpolusi setelah Bangkok. Kurang lebih 30 tahun tidak ada perbaikan kualitas udara," jelas dia.
Puput menyebut tindakan komprehensif baru terjadi di 2005. Pemprov dan DPRD DKI Jakarta kala itu sepakat merilis Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.
"Ada penurunan drastis karena kualitas udara pada 2007 hingga 2010 membaik," papar dia.
Sayangnya, kata Puput, udara di Jakarta kembali memburuk. Hal itu terjadi sejak 2011 hingga saat ini.
"Setelah 2010 kendur lagi sehingga melampaui baku mutu dan terjadi sampai sekarang," tutur dia. (Z-10)
PASCAPANDEMI, penggunaan masker saat ini mungkin sudah tidak menjadi kewajiban. Namun demikian, penggunaan masker nyatanya menjadi salah satu benda penting untuk melindungi diri.
Partikel PM2.5 dan PM10 yang dapat menyebabkan infeksi pernapasan, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), mengi, asma sampai kematian berlebih termasuk sakit jantung.
Polusi udara berisiko menyebabkan asma, ISPA, penyakit kardiovaskular, penyakit paru sampai dengan resisten insulin pada kelompok usia muda seperti anak-anak dan remaja.
Paparan polusi udara berisiko menyebabkan asma, ISPA, penyakit kardiovaskular, penyakit paru sampai dengan resisten insulin pada kelompok usia muda seperti anak-anak dan remaja.
Kampanye ini menghadirkan instalasi visual mencolok berupa “gelembung transparan” yang ditempati oleh aktor, sebagai simbol perbedaan perlindungan antara segelintir orang.
Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 05.25 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 152 atau masuk dalam kategori tidak sehat.
Kemudian ada teknologi sensor supaya tahu kapan zona merah. Selain itu, ada truk embun sudah dilakukan di kota-kota Tiongkok.
Meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya polusi udara merupakan langkah krusial dalam menekan dampak kesehatan yang ditimbulkan.
BMKG mengungkapkan, berdasarkan hasil pemantauan, dalam siklus harian, konsentrasi PM2,5 tertinggi di wilayah DKI Jakarta ialah selepas malam hari hingga menjelang pagi hari.
Kualitas udara di Jakarta, Senin (14/10) pagi masuk urutan ke delapan sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.
POLUSI di DKI Jakarta menimbulkan dampak kesehatan dan kerugian yang besar bagi masyarakat.
Transportasi merupakan sumber polusi lokal utama di Jakarta. Namun, industri dan pembangkit listrik juga berkontribusi terhadap buruknya kualitas udara mengakibatkan polusi di DKI Jakarta.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved