Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak RSIA Bunda Jakarta I Gusti Ayu Nyoman Pratiwi mengatakan kehadiran orangtua sangat penting di tahun pertama kehidupan anak untuk menciptakan kelekatan atau bonding satu sama lain.
"Satu tahun bahkan dua tahun tokoh ibu atau orangtua itu menjadi sangat penting karena di sana adanya kelekatan atau bonding. Anak-anak yang terpenuhi kelekatan dengan orangtua biasanya menjadi anak-anak yang mudah sekali untuk kita ajarkan sesuatu," ucapnya, dikutip Senin (14/8).
Dokter lulusan Universitas Indonesia ini mengatakan kedua orangtua harus bekerja sama menghadirkan kelekatan atau bonding kepada anaknya meskipun kedua orangtua bekerja.
Baca juga: Stunting Harus Dicegah Sebelum Anak Berusia 2 Tahun
Paling tidak, kata dia, sediakan waktu saat pagi hari atau setelah pulang bekerja dan akhir pekan untuk tetap ada hadir untuk anak.
Sering kali juga orangtua berinisiatif menyekolahkan anak di usia yang terlalu dini seperti usia 6 bulan agar anak memiliki kegiatan ketika orangtua bekerja dan tidak ada di rumah. Namun, usia tersebut masih belum ideal karena ketahanan fisik anak masih lemah.
"Menurut saya, sekolah itu harus ada syaratnya, mereka secara fisik memenuhi syarat artinya vaksinasi harus lengkap kemudian mereka sudah mulai jarang sakit, biasanya ketahanan fisik itu setelah usia 3 tahun," kata dokter yang biasa disapa Tiwi itu.
Baca juga: Waspadai Leher Hitam pada Anak
Selain belum memiliki ketahanan fisik, anak yang belum mempunyai jadwal makan pagi dan tidur yang teratur juga dikategorikan belum memenuhi syarat untuk bersekolah, sehingga perlu kebijaksanaan orangtua dalam memberikan pendidikan pada anak di luar rumah.
"Menyekolahkan secara dini boleh-boleh saja itu juga baik asal lingkungan di mana anak itu bersekolah atau berinteraksi dengan bayi-bayi lain itu memenuhi syarat jadi artinya jangan dia sakit terus dia sekolah sehingga akan menularkan penyakit," saran dia.
Jika orangtua ingin memberikan pendidikan bagi anak di rumah, Tiwi menyarankan untuk melakukan stimulasi sejak anak masih bayi dengan stimulasi pancaindera seperti kegiatan menyusui dan membelai.
Kemudian dengan bertambahnya usia bayi stimulasi yang diberikan akan bertambah kompleks seperti bergerak dalam bentuk motorik kasar dan motorik halus dalam bentuk interaksi dan bicara, serta dikenalkan dengan buku-buku bergambar sederhana.
"Prinsipnya di satu tahun pertama, mereka bermain dengan tubuh ibunya secara fisik tanpa alat mainan, tetapi kalau ada mainan itu adalah media yang membantu orangtua atau pengasuh untuk bermain bersama bayi," pungkas Tiwi. (Ant/Z-1)
Jangan keliru! Pahami perbedaan antara emophilia (mudah jatuh cinta) dan love bombing (taktik manipulasi) agar terhindar dari hubungan toksik.
Posisi di tengah membuat seorang anak merasa perlu melakukan upaya ekstra untuk mendapatkan perhatian orangtua yang sering kali terbagi.
Remaja lebih mudah tergoda melakukan hal-hal yang menyenangkan atau sedang tren karena sistem limbik mereka lebih dominan
Ada mekanisme psikologis dan neurologis yang sangat kompleks yang membuat manusia modern begitu terobsesi dengan urusan privasi orang lain, seperti netizen yang terobsesi dengan artis.
PEMAHAMAN mendalam mengenai tahapan perkembangan psikologi anak bukan sekadar wawasan tambahan, melainkan fondasi utama dalam pola asuh modern di tahun 2026.
Psikologi menyebut orang yang memasak sambil membersihkan dapur memiliki 8 kepribadian kuat, mulai dari disiplin, mindfulness, hingga manajemen waktu yang baik.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved