Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak dari RSIA Bunda Jakarta I Gusti Ayu Nyoman Pratiwi mengatakan orangtua perlu memenuhi tiga komponen nutrisi pada anak usia 6-12 bulan yaitu karbohidrat, protein hewani, dan lemak agar anak tumbuh dengan gizi seimbang.
"Pada anak 6-12 bulan, mereka harus ada sumber karbohidrat, nomor dua adalah sumber protein hewani, dan sumber makanan lain yang harus ada adalah lemak. Itu sebetulnya tiga komponen utama di 6-12 bulan pertama," ucapnya, dikutip Senin (7/8).
Menurut dokter lulusan Universitas Indonesia yang akrab disapa Tiwi itu, komponen karbohidrat, protein hewani, dan lemak mulai berkurang pada ASI ketika anak sudah mulai menginjak usia 6 bulan. Karenanya, ketiga sumber nutrisi itu harus dilengkapi dalam menu makanan pendamping ASI atau MPASI.
Baca juga: Ibu Dipastikan tidak Perlu Cuci Puting Sebelum Menyusui
Dia juga mengatakan, saat masuk ke tahap pengenalan makanan, ASI masih memegang peranan sebanyak 80%, lalu dilengkapi dengan karbohidrat yang memegang peranan 20% dari porsi MPASI atau setara ukuran 2 telapak tangan bayi.
Karbohidrat diperlukan lebih banyak sebagai sumber tenaga untuk anak bergerak. Sebesar 10%-15% lainnya bisa didapat dari protein hewani atau satu telapak tangan bayi. Tiwi menyarankan protein tidak terlalu banyak karena akan memberatkan kerja ginjal.
Dan sebagai pelengkap yaitu lemak bisa didapat dari minyak goreng atau mentega yang dicampur saat memasak.
Baca juga: Ini Tahapan Pemeriksaan Kesehatan Bayi yang Baru Lahir
Sedangkan untuk sayur, ia mengatakan pada menu MPASI porsinya tidak diperlukan terlalu banyak dan hanya untuk perkenalan saja dan tidak boleh lebih tinggi daripada protein hewani, begitu juga dengan buah.
"Kalau mau mengenalkan sayur boleh, tapi jangan terlalu banyak. Jadi misalnya terlalu banyak itu seberapa? Misalnya cuma satu lembar bayam saja dalam satu porsi makan bayi sekali," jelas Tiwi.
Khusus untuk buah, kandungan gula fructosa pada buah dapat mengganggu nafsu makan dan palet rasa anak sehingga nantinya anak akan sulit mengenal makanan lain seperti rasa amis pada ikan, telur yang kaya protein, rasa pahit pada hati dan daging yang juga tinggi zat besi.
"Jadi buah itu boleh dikebelakangin, bukan berarti tidak boleh. Kalau bayinya di hari pertama itu udah susah dikasih makan, jangan cepat-cepat kenal buah, begitu dia kenal buah, tambah susah lagi dia makan, begitu dia masalah sulit makan, membalikinnya itu susah banget," tegas dokter yang juga praktisi MPASI ini.
Lebih lanjut ia mengingatkan menerapkan pola hidup sehat dengan nutrisi makanan sehat harus dicontohkan oleh kedua orangtua sehingga anak akan berada di lingkungan yang sehat. (Ant/Z-1)
Asupan energi yang seimbang di pagi hari berperan dalam mendukung proses berpikir, daya ingat, serta kesiapan fokus anak saat belajar.
Nutrisi olahraga menjadi faktor penting yang menentukan energi, performa, dan pemulihan tubuh saat berolahraga.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Anemia defisiensi besi masuk dalam kategori anemia gizi. Kondisi ini terjadi akibat asupan zat besi yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh untuk memproduksi hemoglobin.
Kunci utama dalam menyiasati keterbatasan biaya adalah dengan mengoptimalkan bahan makanan lokal dan musiman yang lebih terjangkau.
Berbagai formula herbal dan rempah yang tersedia di dapur rumahan dapat dimanfaatkan secara efektif, baik untuk pencegahan maupun membantu proses penyembuhan.
TB pada anak bukan sekadar batuk biasa, melainkan ancaman terhadap masa depan mereka.
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Proses grooming biasanya dimulai dengan upaya halus untuk menumbuhkan rasa percaya.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Child grooming adalah proses sistematis untuk mempersiapkan anak menjadi korban pelecehan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved