Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Kecerdasan anak kerap diasosiasikan dengan faktor genetik, padahal para ahli menyatakan bahwa peran nutrisi juga memiliki peran sangat signifikan, terutama pada masa-masa awal pertumbuhan. Masa usia 0–5 tahun merupakan periode krusial dalam pembentukan struktur dan fungsi otak anak. Pada tahap ini, sel otak berkembang pesat dan membentuk koneksi yang menentukan kemampuan kognitif, bahasa, dan motorik anak ke depannya.
Beberapa jenis nutrisi terbukti memiliki pengaruh terhadap perkembangan otak. Omega-3, terutama DHA dan EPA, dikenal mendukung fungsi neuron dan transmisi sinyal otak. Studi berjudul DHA and Cognitive Development in Early Childhood: Updated Evidence menyimpulkan bahwa asam lemak omega-3 terbukti secara ilmiah meningkatkan kemampuan pemrosesan informasi pada balita.
Selain itu, zat besi juga berperan penting dalam transportasi oksigen ke otak serta dalam pencegahan gangguan kognitif. Dalam sebuah meta-analisis bertajuk Effect of Oral Iron Supplementation on Cognitive Function in Children and Adolescents Living in LMICs, ditemukan bahwa suplementasi zat besi dapat meningkatkan skor kecerdasan dan memori anak berdasarkan data dari tujuh uji klinis terkontrol secara acak (RCT).
Di Indonesia, kesadaran orang tua terhadap pentingnya asupan nutrisi pada anak semakin meningkat. Hal ini tampak dari kecenderungan orang tua di kota-kota besar yang mulai lebih selektif dalam memilih makanan dan suplemen. Mereka mencari sumber nutrisi alami yang tidak hanya aman, tetapi juga memiliki manfaat terukur bagi tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun intelektual.
Menjawab kebutuhan tersebut, Yayle hadir sebagai salah satu brand yang fokus pada penyediaan suplemen anak berbasis bahan alami. Produk unggulannya, Madu Exsipna, mengandung kombinasi madu, spirulina, moringa, dan royal jelly yang diklaim mendukung kecerdasan dan kesehatan anak secara holistik. Kandungan ini dikenal kaya akan omega-3, zat besi, vitamin, dan protein esensial.
“Sebagai brand yang berkomitmen terhadap kesehatan anak, kami tidak hanya fokus pada produk, tapi juga pada edukasi nutrisi kepada para orang tua,” ujar Brand & Marketing Manager Yayle, Arief Noer Prayogi.
Menurutnya, edukasi adalah langkah awal untuk memastikan bahwa orang tua bisa mengambil keputusan berdasarkan informasi yang benar. Yayle juga menekankan pentingnya transparansi dalam informasi kandungan dan sertifikasi keamanan produk. Ke depan, Yayle akan terus memperluas akses edukasi melalui media sosial, webinar, dan kerja sama dengan tenaga kesehatan. (E-3)
Agar tubuh tetap bertenaga dan fokus dalam beribadah, pemenuhan gizi seimbang menjadi kunci krusial yang harus diperhatikan masyarakat.
Kunci utama menjaga kesehatan ginjal terletak pada pemenuhan cairan yang cukup.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Aktivitas fisik yang rutin terbukti dapat menjaga kebugaran, membantu mengontrol kadar gula darah, serta meningkatkan metabolisme.
Pemilihan nutrisi yang memiliki efek antiinflamasi dan antioksidatif menjadi kunci utama dalam menjaga keremajaan tubuh.
Kondisi tubuh yang kuat sangat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai efek samping akibat kemoterapi.
Peneliti menemukan genetik menentukan 55% rentang hidup manusia. Benarkah gaya hidup sehat hanya bisa menambah usia sebanyak 5 tahun? Simak penjelasannya.
FAKTOR genetik sangat mempengaruhi masa kehamilan ibu. Ibu hamil bisa jadi tidak merasakan apa-apa, atau mengalami mual yang biasa disebut morning sickness, hingga mengalami preeklamsia.
Salah satu penyebab sakit jantung bisa karena gaya hidup atau faktor genetik
Penemuan ilmiah terbaru mengungkap kenyataan mengejutkan: penyakit jantung, khususnya aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), bukanlah momok eksklusif zaman modern
Hingga saat ini penyebab kondisi autisme masih belum diketahui secara konklusif. Namun, faktor genetik disebut menjadi hal yang berperan besar meningkatkan risiko autisme.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved