Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis mata Nina Asrini Noor mengatakan menatap layar elektronik seperti ponsel, televisi, dan komputer terlalu lama merupakan salah satu faktor yang menyebabkan mata menjadi kering.
Ia menjelaskan, semakin lama seseorang menatap layar, otak akan menyuruh mata untuk fokus terhadap layar tersebut sehingga mata terus terbuka, alih-alih berkedip.
"Kalau mata terbuka terus karena kita lihat layar, pasti lama-lama air yang ada di permukaan mata menjadi kering, Agar basah lagi, ya berkedip. Semakin banyak kita lihat ponsel, otak akan menyuruh, 'Sudah deh, jangan sering-sering kedip, fokus aja kerja'. Jadi otomatis ketika mata lama terbuka, akhirnya akan kering matanya," kata dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu, dikutip Selasa (1/8).
Baca juga: Jangan Dibiarkan! Mata Kering Bisa Merusak Permukaan Mata
"Jadi, dengan adanya kita menatap aktivitas layar komputer atau ponsel yang sangat tinggi, frekuensi berkedip itu akan secara alamiah menurun, sehingga risiko mata kering menjadi lebih banyak," tegasnya.
Oleh sebab itu, dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia itu mengatakan mata kering merupakan penyakit yang sangat erat dengan masyarakat di era digital.
Penelitian National Library of Medicine pada 2021 mendapati gejala mata kering yang parah lebih umum terjadi pada kalangan yang menggunakan layar elektronik selama lebih dari empat jam per hari.
Baca juga: Hai Millenial Jaga Mata Yuk! Simak 3 Tips Berikut Ini
Sementara itu, Headphones Addict pada 2023 mengungkap rata-rata durasi tatap layar (screen time) masyarakat Indonesia saat menggunakan ponsel adalah 5 jam 39 menit per hari, yang menjadi durasi terlama di dunia.
Kemudian, screen time masyarakat Indonesia melalui berbagai perangkat elektronik baik televisi, komputer, tablet, ponsel, dan sebagainya, berada di peringkat kesebelas terlama di dunia yakni 7 jam 42 menit.
Nina mengatakan, mata kering terjadi akibat tiga mekanisme yakni Meibomian Gland Dysfunction (MGD) atau kerusakan kelenjar meibom pada kelopak mata, Evaporative Dry Eye (EDE) atau penguapan air mata berlebih, dan Aqueous Deficient Dry Eye (ADDE) atau penurunan produksi air mata.
MGD menjadi penyebab tersering mata kering. Pada populasi Asia, persentase MGD lebih besar dibandingkan kelompok penduduk di wilayah lain, yakni berkisar 46%-70%. Beberapa studi juga mendapati kalangan dengan durasi tatap layar lebih dari 4 jam lebih berisiko mengalami MGD.
Nina kemudian menyarankan modifikasi kebiasaan penggunaan perangkat elektronik guna mencegah mata kering.
"Bukan berarti harus berhenti bekerja dengan komputer, tapi coba memodifikasi posisinya, durasinya, atau perbanyak jedanya," ujar Nina.
Adapun jeda yang direkomendasikan adalah setelah menatap layar 20 menit, istirahatkan mata selama 20 detik dengan melihat benda lain yang berjarak 20 kaki atau sekitar 6 meter.
"Lalu kalau kita bicara pengobatan, kita bisa juga menjaga agar istirahat cukup, konsumsi air yang cukup. Jika masih dalam tahapan awal, masih mungkin melakukan pengobatan sederhana melalui obat tetes mata yang tersedia di apotik sesuai peringatan yang ada di situ. Jika tidak membaik, harus diperiksakan ke dokter," pungkas Nina. (Ant/Z-1)
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Berbeda dengan sekadar tren kesehatan umum, lifestyle medicine merupakan pendekatan medis formal yang menggunakan intervensi gaya hidup berbasis bukti.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Di Indonesia, gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi tantangan serius.
Laser dalam SiLK berenergi ultra rendah sehingga mengurangi potensi inflamasi, jaringan korneapun lebih aman dan menjaga kekuatan strruktur kornea.
Pasien yang datang karena mata kering jumlahnya sangat banyak, sebagian besar pasien mata kering datang ketika kondisinya sudah cukup parah.
Langkah pertama yang dapat dilakukan masyarakat untuk mengatasi mata kering adalah menggunakan handuk atau lap yang bersih untuk mengompres mata dengan air yang hangat di rumah.
LAYANAN pemeriksaan mata serta pengalaman berbelanja kacamata sekarang dapat langsung di kantor, rumah, dan lokasi pilihan lain.
Seiring meningkatnya aktivitas digital di tempat kerja, banyak profesional usia produktif kini menghabiskan rata-rata lebih dari 8-10 jam per hari menatap layar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved