Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA momen kocak antara bakal calon presiden (bacapres) 2024 dari PDI Perjuangan Ganjar Pranowo, dengan Bonge yang sempat viral dengan Citayam Fashion Week (CFW).
Momen kocak itu terjadi saat pelaksanaan acara 1.000 Milenial Menatap Laut, Dis-Concert yang digelar di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara pada Minggu (30/7). Saat itu, Aiman Witjaksono yang menjadi moderator acara, meminta Bonge naik ke atas panggung untuk ngobrol dengan Ganjar Pranowo.
Dengan tingkah laku dan penampilan Bonge yang nyentrik, mengundang gelak tawa seluruh milenial yang hadir tertawa termasuk Ganjar.
Baca juga: Ganjar Beresiko Kehilangan Perhatian Jokowi
Ganjar menggoda Bonge dengan menyebut Bonge yang sekarang terlihat lebih glowing atau cerah.
"Keren ya. Dulu waktu dia mulai populer aku lihat gayanya masih agak belum glowing sih, sekarang sudah kelihatan glowing kan," ujar Ganjar kepada Bonge.
Baca juga: PPP Optimistis 99% Peluang Sandiaga Uno Dampingi Ganjar
Ganjar kembali mengusili Bonge dengan memintanya untuk menjawab skincare apa yang digunakan sehari-hari hingga bisa membuat kulitnya glowing.
Bonge pun menjawab pernyataan Ganjar. Jawaban Bonge yang menyebut sudah ganteng sejak lahir membuat seluruh peserta acara tertawa.
Keduanya juga asyik bercanda saat Ganjar mengelus sepatu yang dipakai Bonge yang penuh warna.
Tak lama, Ganjar juga menceritakan kisah Bonge sebagai salah satu anak muda yang berani tampil beda dan memanfaatkan momen lompatan kehidupan saat fenomena Citayam Fashion Week meledak.
Saat itu, Bonge dan teman-temannya hampir setiap hari nongkrong di salah satu zebra cross yang berada di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat. Bonge cs melakukan catwalk dan fashion show di jalan dengan penampilannya yang unik dan nyentrik.
Nama Bonge pun semakin dikenal luas masyarakat sebagai salah satu penggerak Citayam Fashion Week. Banyak orang-orang yang akhirnya datang dan ikut fashion show di Citayam Fashion Week.
Ganjar menyebut Bonge dapat memanfaatkan momen yang datang kepadanya dan menjadi salah satu anak muda yang pintar.
"Kita cerita lompatan ya. Nasib orang beda-beda lho ya, tapi ketika kita memanfaatkan satu momentum bisa lompat, saat itu tidak akan terulang lagi lho. Mesti pintar seperti dia (Bonge)," kata Ganjar.
Sebelum turun panggung, Bonge ingin meminta hadiah dari Ganjar jika Ganjar menjadi presiden.
"Kalau Pak Ganjar jadi presiden, tenang, saya cuma minta satu saja pak, minta hadiah pak, hadiah apa saja ya pak," ucap Bonge, disambut tawa riuh peserta acara.
"Hadiahkan ya Pak di belakang. Sepeda, oh hp-lah ya Pak hp," lanjut Bonge.
Mendengar ucapan Bonge, Ganjar pun tertawa.
"Oh hahaha. Kalau sepeda sama Pak Jokowi stoknya banyak," kata Ganjar. (Ykb/Z-7)
JANGAN buru-buru menghakimi musik yang terdengar mirip. Bisa jadi bukan plagiat, melainkan sebuah teknik resmi bernama interpolasi lagu. Apa itu interpolasi lagu?
Seluruh pihak diajak untuk terus bersinergi dalam membangun generasi muda Indonesia yang tangguh dan berkarakter.
Kreativesia memberi kesempatan bagi pelaku muda untuk berjejaring dengan pemerintah, pelaku industri, dan sesama kreator.
Kreativesia bukan sekadar kompetisi, melainkan wadah ekspresi dan kolaborasi.
Kreativesia tahun ini akan berlangsung di Kota Palembang, Sumatera Selatan, pada 14–18 Oktober 2025.
Dari Sabang sampai Merauke, semangat kewirausahaan tumbuh subur, menghasilkan merek-merek yang tak hanya mampu bersaing di pasar domestik tetapi juga mulai merambah kancah internasional.
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Penutup tahun di Braga pun menjadi simbol transisi: menoleh ke belakang untuk menghargai proses, lalu melangkah ke depan dengan optimisme menyambut 2026 dan meraih mimpi.
Kemenpora bersama FAO mendorong keterlibatan generasi muda Indonesia dalam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Generasi muda Indonesia menunjukkan pergeseran signifikan dalam cara mempersiapkan masa depan finansial mereka.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved