Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori mengatakan, bencana kelaparan yang terjadi di dua distrik di Kabupaten Puncak, Papua Tengah merupakan kejadian yang sangat sering terjadi dan hingga kini belum terselesaikan oleh pemerintah.
Menurutnya, pemerintah daerah seharusnya sudah mengetahui terkait bencana ini, bahwa cuaca dingin yang diikuti munculnya frost dan embun tersebut selalu terjadi dan diikuti dengan kegagalan panen.
"Seharusnya ini sudah disiapkan jauh-jauh hari untuk antisipasinya agar tidak jatuh korban. Korban yang jatuh berulang-ulang menunjukkan pemerintah, terutama Pemda, tidak belajar dari kejadian yang lalu," kata Khudori kepada Media Indonesia, Senin (31/7).
Baca juga : Kemenko PMK Mulai Salurkan Bantuan Hadapi Kekeringan dan Kelaparan di Papua Tengah
Khudori menjelaskan, dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 Tentang Pangan, terdapat kewajiban pemerintah daerah (provinsi, kabupaten/kota, dan desa) untuk menyiapkan cadangan pangan. Idealnya cadangan pangan tersebut dapat di isi dengan pangan lokal.
Namun, Khudori menyebut, terdapat masalah dalam pemenuhan pangan lokal itu. Kebanyakan masyarakat sudah meninggalkan pangan lokal yang biasa di konsumsi dengan pangan berbasis beras dan terigu.
Baca juga : Kekeringan di Papua Tengah Sebabkan Gagal Panen dan Enam Warga Meninggal
"Kejadian yang berulang ini juga jadi pembelajaran bahwa penting bagi pemerintah, terutama Pemda, untuk membangun ketahanan pangan berbasis pangan lokal. Ketika terjadi gangguang distribusi dan transportasi yang dapat membuat pasokan dari luar tersendat, kalau yang dikembangkan pangan lokal, kesulitan mobilisasi ini bisa sedikit teratasi," ujar Khudori.
Khudori juga mengingatkan pemerintah pusat untuk tidak memaksakan membuat program pangan lebih monolitik ke beras. Ia menyarankan agar ada ruang yang memadai untuk pangan lokal kembali eksis dan unjuk gigi.
"Di level pusat harus ada political will untuk tidak memaksakan program, termasuk bantuan sosial berbasis beras. Dimungkinkan harus berbasis pangan lokal juga. Tentunya, langkah ini harus diikuti oleh Pemda sebagai upaya untuk mendorong cadangan pangan dengan pangan lokal," ujarnya.
"Jika sinergi ini terjadi, harusnya ada keyakinan pelan tapi pasti pangan lokal akan kembali eksis. Tentunya ini perlu kerja intens di lapangan, pemberdayaan tiada lelah, dan langkah-langkah berkesinambungan, bukan hanya program yang sifatnya proyek," imbuhnya.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bencana kelaparan di dua distrik di Kabupaten Puncak, Papua Tengah, terjadi karena cuaca dingin dan faktor keamanan. Dia pun telah meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mengawal pengiriman bantuan ke wilayah tersebut.
Presiden menyatakan daerah tersebut saat ini sedang dilanda cuaca dingin. Hal itu, menurut dia, tak lepas dari posisi wilayah itu yang berada di ketinggian.
"Problemnya supaya tahu, itu ada daerah spesifik yang kalau di musim salju itu yang namanya tanaman tidak ada yang tumbuh," kata Jokowi di Jakarta, Senin (31/7). (Z-5)
Program strategis Presiden tidak akan mencapai keberhasilan maksimal tanpa inisiatif personal dari setiap warga negara.
Sebagai salah satu mitra utama Panen Fest 2026, Universitas Trilogi turut membuka booth pameran produk dari Pusat Studi Pertanian Perkotaan (PSSP).
Penurunan drastis populasi gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang kini berada pada titik kritis di tahun 2026, ternyata berdampak langsung pada ketahanan pangan warga.
TNI adalah tentara rakyat yang memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar, selain menjalankan tugas pokok menjaga kedaulatan negara.
Regulasi ini nantinya tidak hanya menjamin kuantitas pangan, tetapi juga kualitas nutrisi yang diterima masyarakat.
Presiden Prabowo Subianto membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas dengan Australia
Perang yang menghancurkan di Gaza kini memasuki tahun ketiganya, menjadikannya konflik terpanjang yang pernah dijalani Israel sejak perang 1948, ketika negara itu berdiri.
Uni Emirat Arab (UEA) menegaskan dukungan penuh kepada Mesir sekaligus mengecam pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyerukan pengusiran warga Palestina.
Paus Leo XIV menyerukan agar Israel menghentikan “hukuman kolektif” terhadap penduduk di Gaza.
Situasi semakin memburuk seiring meningkatnya serangan militer dengan tujuan Israel merebut Gaza.
Dalam sehari, tujuh orang, termasuk dua anak, kembali tercatat meninggal dunia di rumah sakit Gaza, meningkatkan total korban meninggal akibat kelaparan dan malnutrisi
Kementerian Kesehatan Jalur Gaza melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat malnutrisi di tengah krisis pasokan pangan di Jalur Gaza telah meningkat menjadi 227 orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved