Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM Islam, tidak ada hari yang secara khusus ditentukan untuk memotong kuku. Namun, ada adab tertentu yang harus diperhatikan sebelum melakukannya.
Sebagai contoh, ada waktu yang dilarang untuk memotong kuku bagi yang akan berkurban saat Idul Adha. Oleh karena itu, sebelum melaksanakan kurban, seseorang harus memahami hukum memotong kuku dengan benar.
Menurut Imam Ibnu Qosim al-Ghazi dalam kitabnya Hasyiyah al-Bajuri, ada beberapa penjelasan mengenai adab memotong kuku berdasarkan hari dilakukannya, yaitu:
Baca juga: Kutek Halal Boleh Dipakai Salat Tidak? Berikut 4 Rekomendasi Jenisnya
- Memotong kuku pada hari Senin disebut mempunyai keutamaan.
- Memotong kuku pada Hari Selasa disebut dapat mendatangkan kerusakan dan kebinasaan.
- Memotong kuku pada hari Rabu disebut bisa menyebabkan buruknya akhlak.
- Memotong kuku pada hari Kamis dikatakan bisa mengundang kekayaan.
- Memotong kuku pada hari Jumat dianggap sebagai hari terbaik karena bisa menambah ilmu dan sifat santun.
- Memotong kuku pada hari Sabtu disebut bisa mendatangkan penyakit di dalam tubuh.
- Memotong kuku pada hari Ahad dikatakan dapat menghilangkan berkah.
Baca juga: Kuku Kian Cantik dengan Kuteks Vegan
Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda:
الْفِطْرَةُ خَمْسٌ الْخِتَانُ وَالِاسْتِحْدَادُ وَقَصُّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمُ الْأَظْفَارِ وَنَتْفُ الْآبَاطِ
Artinya: “Ada lima macam fitrah, yaitu: khitan, mencukur bulu kemaluan, memotong kumis, memotong kuku, dan mencabut bulu ketiak,” (HR Bukhari dan Muslim).
Hadis ini mengajarkan bahwa tindakan kecil seperti memotong kuku, jika dilakukan dengan niat sebagai ibadah, akan mendatangkan kebaikan bagi pelakunya. Meskipun disarankan untuk memotong kuku pada hari-hari tertentu, sebenarnya tidak ada pembatasan untuk melakukannya pada hari lain.
عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم عَن قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ السَّبْتِ خَرَجَ مِنْهُ الدَّاءُ وَدَخَلَ فِيْهِ الشِّفَاءُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الْأَحَدِ خَرَجَتْ مِنْهُ الْفَاقَةُ وَدَخَلَ فِيْهِ الْغِنَاءُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الاثْنَيْنِ خَرَجَتْ مِنْهُ الْعِلَّةُ وَدَخَلَتْ فِيْهِ الصِّحَّةُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الثُّلَاثَاءِ خَرَجَ مِنْهُ الْبَرَصُ وَدَخَلَتْ فِيْهِ الْعَافِيَةُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الأَرْبَعَاءِ خَرَجَ مِنْهُ الْوِسْوَاسُ وَالْخَوْفُ وَدَخَلَ فِيْهِ الْأَمْنُ وَالصِّحَّةُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ الْخَمِيْسِ خَرَجَ مِنْهُ الْجُذَامُ وَدَخَلَ فِيْهِ الْعَافِيَةُ وَمَنْ قَلَّمَ أَظْفَارَهُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ دَخَلَتْ فِيْهِ الرَّحْمَةُ وَخَرَجَ مِنْهُ الذُّنُوْبُ.
Artinya: "Dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda;
Barang siapa memotong kukunya pada hari Sabtu, maka akan keluar darinya penyakit dan masuk ke dalamnya obat.
Barang siapa memotong kukunya pada hari Ahad, maka akan keluar darinya kemiskinan dan masuk ke dalamnya kekayaan.
Barang siapa memotong kukunya pada hari Senin, maka akan keluar darinya kecacatan dan masuk ke dalamnya kesehatan.
Barang siapa memotong kukunya pada hari Selasa, maka akan keluar darinya penyakit kusta dan akan masuk ke dalamnya kesembuhan.
Barang siapa memotong kukunya pada hari Rabu, akan keluar darinya penyakit waswas dan ketakutan, dan akan masuk ke dalamnya keamanan dan kesehatan.
Barang siapa memotong kukunya pada hari Kamis, akan keluar darinya penyakit kusta dan akan masuk ke dalamnya kesembuhan.
Barang siapa memotong kukunya pada hari Jumat maka, akan masuk ke dalamnya rahmat dan keluar darinya dosa-dosa."
Sebagaimana yang terdapat dalam dalam hadis dari Anas bin Malik RA, memelihara kuku panjang dalam Islam tidak boleh lebih dari 40 hari.
وُقِّتَ لَنَا فِى قَصِّ الشَّارِبِ وَتَقْلِيمِ الأَظْفَارِ وَنَتْفِ الإِبْطِ وَحَلْقِ الْعَانَةِ أَنْ لاَ نَتْرُكَ أَكْثَرَ مِنْ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
Artinya: “Kami diberi batasan dalam memendekkan kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan, yaitu itu semua tidak dibiarkan lebih dari 40 malam,” (HR Muslim).
Menurut Abdul Aziz Sa'dua, berikut adalah tata cara yang baik untuk memotong kuku tangan:
1. Jari telunjuk tangan kanan
2. Jari tengah tangan kanan
3. Jari manis tangan kanan
4. Jari kelingking tangan kanan (tinggalkan ibu jari tangan kanan)
5. Jari kelingking tangan kiri
6. Jari manis tangan kiri
7. Jari tengah tangan kiri
8. Jari telunjuk tangan kiri
9. Ibu jari tangan kiri
10. Ibu jari tangan kanan
Namun, ada juga pendapat dari Imam an Nawawi dalam Kitab al Minhaj Syarh Shahih Muslim, bahwa jari jempol bagian kanan tetap dipotong setelah jari kelingking kanan, dan kemudian diakhiri bersama jempol bagian kiri.
Sementara itu, cara memotong kuku kaki yang baik dimulai dari jari kelingking kaki kanan dan berlanjut berurutan hingga jari kelingking kaki kiri.
Dalam Islam, makan bukan hanya sekadar aktivitas sehari-hari, tetapi juga bagian dari ibadah jika dilakukan dengan niat yang baik dan sesuai sunnah Rasulullah SAW.
Temukan doa buka puasa mustajab, amalan sunnah, dan waktu terbaik agar doamu diijabah Allah SWT. Panduan lengkap & informatif!
Rasakan keberkahan Ramadhan! Pelajari doa buka puasa mustajab & tips dari ulama agar ibadah semakin bermakna.
Puasa sunnah sering dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah, sebagai bentuk ibadah tambahan, atau untuk memperoleh pahala tertentu sesuai dengan waktu atau kejadian khusus.
Dengan melaksanakan Puasa Sunnah Senin Kamis secara rutin, seorang Muslim dapat meraih banyak manfaat baik secara spiritual maupun fisik, dan tentunya mendapatkan pahala
KH Luthfi Bashori menjelaskan bahwa jarang sekali ada di kalangan umat Islam dewasa ini yang menjaga istikamah berwudu setiap kali akan makan dan sesudahnya.
Cek jadwal imsakiyah Jawa Barat Rabu 18 Februari 2026: Imsak pukul 04.30 WIB, Subuh 04.40 WIB, Magrib 18.15 WIB. Persiapkan sahur dan buka puasa dengan tepat.
Berikut jadwal imsakiyah Jakarta Rabu, 18 Februari 2026 lengkap dengan waktu Subuh, Zuhur, Asar, Magrib, dan Isya. Catat waktu imsak 04.33 WIB dan buka puasa 18.18 WIB.
Jamaah An-Nadzir di Gowa, Sulawesi Selatan, menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026, sama dengan Muhammadiyah.
Pelajari pentingnya niat puasa Ramadan, kapan harus dilakukan, dan cara meniatkan puasa agar ibadah sah dan penuh keikhlasan.
Pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. KH Anwar Iskandar dari MUI mengimbau umat Islam menyikapi perbedaan awal puasa dengan bijak.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Ia mengajak umat Islam menyikapi perbedaan awal puasa dengan bijak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved