Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) menyalurkan hewan kurban berupa 543 ekor sapi dan 125 ekor kambing pada Hari Idul Adha 1444 Hijriah (2023).
Ratusan hewan kurban tersebut disalurkan kepada masyarakat melalui semua Kantor Cabang Pelabuhan serta anak dan cucu perusahaan Pelindo Grup di Indonesia.
“Hewan-hewan kurban itu diserahkan kepada perwakilan pengurus masjid yang menyelenggarakan pemotongan hewan qurban, untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat," ujar Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Ihsanuddin Usman, dalam keterangannya, Kamis (29/6).
Baca juga: DKM Nursiah Daud Paloh Kurangi Sampah Plastik Sekali Pakai saat Pembagian Daging Kurban
Penyaluran hewan qurban untuk masyarakat yang tinggal di sekitar wilayah operasi Pelindo Grup merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap tahun,” kata Ihsanuddin.
Menurut Ihsanuddin, Hari Raya Idul Adha selalu menjadi momentum untuk kembali menghidupkan idealisme dan semangat pengorbanan, yang telah dicontohkan Nabi Ibrahim. Spirit pengorbanan ini mendorong kebiasaan baik, seperti memberi, berbagi dan peduli terhadap sesama.
“Berkurban juga menjadi sarana memperkuat tali silaturahmi, melatih kepekaan dan empati. Pelindo sebagai BUMN yang bergerak di bidang kepelabuhanan berkepentingan untuk terus memperkuat tali silaturahmi dan meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” katanya.
543 Sapi dan 125 Kambing Kurban
Group Head Sekretariat Perusahaan Pelindo, Ali Mulyono menjelaskan pada pelaksanaan kurban tahun ini, penyediaan 543 ekor sapi dan 125 ekor kambing hewan kurban Pelindo Grup dilakukan oleh masing-masing kantor Cabang Pelabuhan serta anak dan cucu perusahaan.
Baca juga: Wapres Sebut Hari Raya Idul Adha 1444 H Diselimuti Kegembiraan
Artinya, penyediaan hewan-hewan kurban itu dilakukan secara lokal dan melibatkan para peternak hewan di area operasi masing-masing.
“Kita berharap pelaksanaan ibadah qurban kali ini sekaligus menghidupkan usaha peternak lokal dan meningkatkan perputaran ekonomi di daerah,” jelas Ali Mulyono.
Ia menambahkan, kegiatan sosial yang dilakukan Pelindo Grup melalui penyaluran hewan kurban juga merupakan pelaksanaan salah satu pilar utama dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BUMN, yaitu pilar sosial.
Baca juga: Rayakan Idul Adha, Penerbit Erlangga Beri Hewan Kurban 28 Ekor dan 2 Ekor Kambing
Sebagai BUMN, Pelindo mendukung program pembangunan berkelanjutan yang merata di seluruh Indonesia melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
"Program Pelindo Berbagi Qurban ini mendukung setidaknya tiga tujuan pembangunan berkelanjutan yaitu Tanpa Kemiskinan, Tanpa Kelaparan, dan Kehidupan Sehat dan Sejahtera," pungkas Ali Mulyono.(RO/S-4)
Penyaluran bantuan ini difokuskan untuk meringankan beban warga yang aktivitas harian dan mobilitasnya terganggu akibat banjir.
Sinergi dan kolaborasi dilakukan bersama Kementerian Perhubungan (KSOP dan BPTD), ASDP, Pemprov Banten, Pemkot Cilegon, Polda Banten dan TNI AL Banten, serta instansi terkait.
Direktur Utama SPJM, Tubagus Patrick, menegaskan bahwa seluruh lini layanan perusahaan telah disiagakan untuk memastikan kelancaran operasional pelabuhan.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo meraih lima penghargaan di ajang Indonesia Corporate Communication and Sustainability (ICCS) Summit) 2025.
Tahun ini, kegiatan tersebut diselenggarakan di SMA Negeri 1 Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat wilayah yang kini menjadi sorotan sejak hadirnya Pelabuhan Kijing
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 menggelar kegiatan Port Visit di Pelabuhan Pantoloan, Selasa (14/10).
Pemerintah bersiap melakukan intervensi strategis di sektor tekstil nasional menyusul kolapsnya PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), salah satu pemain terbesar industri tekstil.
CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) di sektor tekstil.
ANGGOTA Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Asep Wahyuwijaya menilai, inisiatif pemerintah untuk mendirikan BUMN tekstil merupakan langkah yang tepat dan strategis.
Kritik Prabowo itu khususnya ditujukan pada direksi dan komisaris perusahaan pelat merah yang mencatatkan kerugian namun tetap meminta tantiem atau bonus.
Fokus utama kajian dari Anisha adalah penegasan posisi BUMN sebagai entitas hukum terpisah (separate legal entity) yang tetap mengemban mandat konstitusional demi kemakmuran rakyat.
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan kritik keras kepada jajaran direksi badan usaha milik negara (BUMN) lantaran terlalu lama menerapkan praktik pengelolaan yang merugikan negara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved