Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Gizi Klinik dari Universitas Indonesia Marya Haryono mengatakan mengonsumsi banyak daging pada saat Hari Raya Idul Adha sebetulnya tidak apa-apa asalkan didampingi dengan konsumsi banyak sayur dan buah.
"Makan daging saat Hari Raya diperbolehkan, namun terkadang orang sudah mengonsumsi makanan tinggi lemak atau tinggi gula sebelumnya, ini yang harus dihindari," ujar Marya, dikutip Jumat (16/6).
Marya mengatakan penting untuk tidak hanya memperhatikan konsumsi daging saat di saat Hari Raya saja, tetapi juga memerhatikan asupan makanan yang sebelumnya dikonsumsi.
Baca juga: Heru Pastikan Stok Daging Sapi Aman Jelang Lebaran
"Sebaiknya, atur pola makan sehat baik sebelum dan sesudahnya (Hari Raya Idul Adha), hindari makanan yang terlalu banyak mengandung lemak, gula, garam, atau makanan yang dapat memicu beberapa masalah kesehatan, seperti darah tinggi, kolesterol, dan risiko lainnya." jelas Marya.
Marya juga mengatakan pengolahan daging turut memengaruhi masuknya nutrisi ke dalam tubuh. Oleh sebab itu, daging harus dimasak dalam jumlah secukupnya dan tidak dipanaskan secara berulang kali.
Dia menjelaskan pemanasan makanan secara berulang kali dapat membuat nutrisi penting di dalamnya hilang.
Baca juga: Mentan SYL: Ribuan Ton Daging Beku Siap Amankan Kebutuhan Lebaran
"Selain itu, minimalkan jumlah santan agar tidak menaikkan kadar kolesterol dalam tubuh," tambah dia.
Dalam mengonsumsi daging, batasan atau jumlah yang dikonsumsi berbeda-beda tiap orangnya, namun Marya menyarankan mengonsumsi daging hanya seperempat dari isi piring karena daging termasuk dalam protein dan dalam aturan gizi seimbang normalnya berisi seperempat dari isi piring yang dikonsumsi.
"Balance dengan sayurnya (sebanyak) setengah isi piring," tegas Marya. (Ant/Z-1)
Makanan yang mudah dicerna tidak hanya bermanfaat saat sakit, tetapi juga dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan sehari-hari.
Pemilihan nutrisi yang memiliki efek antiinflamasi dan antioksidatif menjadi kunci utama dalam menjaga keremajaan tubuh.
Kondisi tubuh yang kuat sangat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai efek samping akibat kemoterapi.
Istilah "makan terakhir" biasanya merujuk pada hidangan pamungkas yang diinginkan seseorang sebelum menutup usia.
Kunci utama pemenuhan serat terletak pada keberagaman jenis pangan yang dikonsumsi.
Jaga kesehatan si kecil dengan pilihan makanan yang tepat. Simak daftar makanan ampuh untuk mengendalikan gula darah anak secara alami dan lezat.
Harga daging sapi beku kini rata-rata berada di atas Rp110.000 per kilogram, melonjak signifikan dari harga normal yang berkisar Rp80.000 hingga Rp90.000 per kilogram.
Dalam pola makan seimbang, daging berperan penting untuk pertumbuhan, kekuatan otot, dan daya tahan tubuh. Namun, konsumsinya tetap perlu dibatasi dan diolah dengan cara sehat
Perumda Dharma Jaya memastikan bahwa stok daging untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 sudah aman.
Pergub Nomor 36 tahun 2025 merupakan perubahan atas Peraturan Gubernur nomor 1999 tahun 2016 tentang Pengendalian Hewan Penular Rabies.
Dengan langkah penyimpanan yang tepat, sisa daging tetap lezat, aman, dan siap disantap keesokan harinya.
Daging merupakan salah satu bahan pangan utama karena mengandung protein hewani, zat besi, zinc, dan vitamin B kompleks yang penting bagi pertumbuhan dan kesehatan tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved