Headline
Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Prof Drs KH Yudian Wahyudi MA PhD mengapresiasi pembumian Pancasila dalam bentuk keaarifan lokal berupa gelaran kebudayaan dalam rangka Peringatan Hari Lahir Pancasila 2023 dengan mengusung tema 'Gebyar Budaya dan Syiar Agama, Galuh Eunder' di Taman Lokasana, Kabupaten Ciamis, Minggu (4/6).
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Dewan Kebudayaan Kabupaten Ciamis dan semua yang turut andil dalam menyukseskan kegiatan ini. Kami di BPIP akan selalu terbuka untuk bergotong royong dengan semua kalangan dalam kegiatan-kegiatan pembumian Pancasila," tutur Prof Yudian.
Saat menyampaikan pidato kebangsaannya, ia juga mengingatkan peran ulama, budayawan, dan para jawara yang dapat mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan mempertahankan Pancasila sebagai Ideologi Bangsa.
Baca juga: Peringatan Harlah Pancasila, Ono Surono Tegaskan Pancasila sebagai Way Of Life Bangsa Indonesia
“Saya mengajak kita semua untuk tidak melupakan jasa-jasa beliau, juga jasa-jasa para pendiri bangsa, para pahlawan, para leluhur, orang tua, dan guru-guru kita semua, karena berkat jasa-jasa merekalah bangsa ini masih tegak berdiri hingga hari ini," ajaknya.
Prof Yudian berpesan kepada para budayawan dan ulama Ciamis untuk tetap menjaga toleransi, persatuan dan gotong royong sebagai kunci membangun bangsa yang kokoh. "Mari kita syukuri nikmat kemerdekaan yang bangsa kita dapatkan, nikmat Pancasila yang kita miliki, juga nikmat suburnya tanah air yang kita tinggali," imbuhnya.
Lebih lanjut, Prof Yudian mengajak masyarakat Ciamis agar terus menjaga kohesi sosial, yakni kemampuan segenap elemen masyarakat untuk terus menyatu, Bhinneka Tunggal Ika. "Karena dengan bersatu, bangsa kita bisa fokus untuk mencapai tujuan bersama, yakni membangun peradaban bangsa yang adil, makmur, dan sejahtera. Gemah ripah loh jinawi, toto tentrem kerto raharjo. Atau dalam bahasa Arabnya, baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafuur," ungkapnya.
Baca juga: Sambut Harlah Pancasila, Masyarakat Antusias Ikut Pagelaran Kirab Pancasila
Ia juga berpesan, sebagai warga negara Indonesia jangan sekali-kali melupakan sejarah perjuangan para pahlawan. “Ziarahi makam-makam mereka. Langitkan doa untuk para pahlawan. Dan ucapkan terima kasih atas pengorbanan yang telah mereka lakukan.”
Dengan begitu, lanjut dia, Tuhan akan menobatkan sebagai bangsa yang bersyukur dan senantiasa mengingat pengorbanan dan perjuangan para pendahulunya.
Dalam acara itu hadir pula Deputi Bidang Hukum, Advokasi dan Pengawasan Regulasi KA Tajuddin SH MH, Direktur Penyusunan Rekomendasi Kebijakan dan Regulasi Drs R Dian Muhammad Johan Johor Mulyadi MH. (RO/S-3)
KETUA Umum Partai NasDem Surya Paloh hadiri Hari Lahir (Harlah) ke-26 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Acara tersebut digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Selasa, 23 Juli 2023.
Pada hari yang sama, Presiden Jokowi justru tengah berada di Sleman, Yogyakarta untuk bermain sepak bola bersama pemuda setempat.
Presiden Joko Widodo menghadiri perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-78 Muslimat Nahdlatul Ulama di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu.
IPHI berkomitmen untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas program IPHI, yang berfokus pada kemaslahatan umat.
Pondok pesantren dipilih menjadi tempat peringatan harlah karena dinilai untuk mengembalikan tradisi partai yang merupakan warisan para ulama.
AWAL tahun 2026 menghadirkan sebuah kejutan penting bagi Indonesia.
Adanya pelanggaran dalam tata kelola pemerintahan negara yang baik serta praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan suara rakyat.
Sebagai agenda pembangunan global, SDGs diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui aksi-aksi terukur di lapangan.
SERANGAN Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela menandai kembalinya praktik unilateralisme secara terang-terangan dalam politik internasional. T
Tanpa Pancasila sebagai bingkai, demokrasi lokal hanya akan sibuk merayakan prosedur, tetapi gagal menghadirkan keadilan.
Jika Generasi Z Indonesia mengadopsi Pancasila sebagai filter etika AI, kita tak hanya selamat dari distopia teknologi, tapi juga membangun Nusantara digital yang berkeadilan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved