Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
DUA jemaah haji Indonesia tidak bisa turut mengambil miqat atau berniat ihram di Masjid Bir Ali bersama rombongan kloter mereka yang berangkat hari ini. Keduanya saat ini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit Arab Saudi di Madinah.
Dua jemaah haji tersebut bernama Sarti Ahmad Hasibuan dari kloter 1 embarkasi Medan (KNO) dan Kotin Suwondo dari kloter 1 embarkasi Solo-Yogyakarta (SOC).
"Dari 5 kloter sebanyak 2 orang yang enggak bisa ke Bir Ali karena masih dirawat," ujar Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Zaenal Muttaqin, saat melepas jemaah yang akan ke Bir Ali dari Hotel Grand Plaza Badr Al Maqam, Kamis (1/6).
Baca juga : Jemaah Berangkat ke Mekkah Selesaikan Arbain dengan Berihram
Dalam kesempatan tersebut, Zaenal mengatakan, pergeseran dilakukan setelah jemaah selesai melaksanakan salat zuhur. Seluruh koper milik jemaah dibawa menggunakan bus.
"Kalau ada koper yang tidak terangkut, akan ada truk yang membawa koper khusus untuk jemaah," katanya.
Baca juga : Jeda Menuju Wukuf Panjang, Jemaah Diingatkan Utamakan Rukun Haji
Kapala Seksi Kesehatan Daker Madinah Thafsin Al Farizi membenarkan ada dua jemaah haji dari lima kloter yang tidak bisa mengambil miqat di Bir Ali hari ini.
"Betul, masih d rawat di RS King Fahad Madinah," ujarnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Data Terpadu (Siskohat), sampai dengan pukul 15.30 waktu Arab Saudi atau 19.30 WIB, jemaah haji yang sedang dalam rawat inap tercatat sebanyak 60 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 35 jemaah dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) dan 25 di rumah sakit Arab Saudi.
Menurut Zaenal, para pasien rawat inap itu mungkin saja belum bisa kembali ke kloter masing-masing ketika kloter tersebut bertolak ke Mekkah dengan mengambil miqat di Bir Ali. Bila demikian, mereka akan dievakuasi tim petugas ke Mekkah jika kondisi mereka memungkinkan untuk berpindah.
Evakuasi akan dilakukan setelah pemindahan jemaah haji gelombang 1 rampung pada 16 Juni mendatang. Jemaah haji gelombang satu, yakni yang singgah terlebih dahulu Madinah, mulai bergerak ke Mekkah, Kamis (1/6).
Di hari pertama, sebanyak 5 kloter yang mencakup 1.897 jemaah itu diberangkatkan ke Mekkah dengan berihram di Masjid Bir Ali.
Kelima kloter tersebut yakni kloter-kloter pertama dari embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG-1), Solo-Yogyakarta (SOC-1), Makassar (UPG-1), Banda Aceh (BTJ-1), dan Medan Kualanamu (KNO-1).
Di hari-hari berikutnya, pemberangkatan ke Mekkah dengan miqat di Masjid Bir Ali untuk berihram akan mencakup 13-15 kloter per hari atau mencapai lebih dari lima ribu jemaah dan petugas kloter.
Pemberangkatan jemaah haji dari Madinah akan berlangsung hingga 16 Juni mendatang yang mengangkut total sekitar 264 kloter terdiri dari 101.893 jemaah. (Z-5)
Calon Jemaah haji wajib lengkapi vaksin dan jaga istirahat. Ahli ingatkan risiko penyakit meningkat jika dua hal ini diabaikan selama ibadah di Tanah Suci.
Dokter Tan Shot Yen mengingatkan calon haji menjaga stamina, mengontrol penyakit kronis, dan menghindari diet ekstrem agar siap menjalani ibadah di Tanah Suci.
Siapkan keberangkatan Haji 2026 dengan maksimal! Simak daftar perlengkapan wajib, mulai dari dokumen, obat-obatan, hingga tips packing efisien agar koper tidak melebihi muatan.
Jelang musim Haji 2026, jemaah diimbau membatasi skala walimatus safar. Simak tips menjaga kondisi fisik dan alasan medis mengapa kelelahan ekstrem bisa berakibat fatal
Persiapkan fisik prima untuk Haji 2026. Simak panduan latihan jalan kaki, manajemen kesehatan, dan tips kebugaran agar ibadah haji lancar dan mabrur.
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak menyerukan doa kepada seluruh rakyat Indonesia agar penyelenggaraan Haji 2026 berjalan lancar.
Menurut dia, insiden bermula saat ban belakang bus pecah, yang kemudian disusul munculnya asap dari bagian luar depan kendaraan.
SEBANYAK 18 orang anggota keluarga dari tiga generasi termasuk dalam rombongan bus umrah yang terbakar dan terlibat kecelakaan di Madinah, Arab Saudi.
SEBANYAK 45 warga Muslim India meninggal dan satu orang dilaporkan selamat setelah bus umrah terbakar di Madinah, Arab Saudi
BUS yang membawa rombongan jemaah umrah asal India mengalami kecelakaan fatal setelah bertabrakan dengan truk tangki di kawasan dekat Madinah, Arab Saudi.
Jelang fase pemberangkatan ke Madinah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kulon Progo meminta jemaah dari Kloter SOC 68 (Kulon Progo) untuk menjaga stamina
Dua jemaah yang meninggal berasal dari Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten CIamis.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved