Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyebut Menteri Hukum dan HAM Yasona Laoly sebagai sosok yang sangat responsif. Hal itu diungkapkan Muhadjir dalam peluncuran buku "Anak Kolong Menjemput Mimpi: Biografi Politik 70 Tahun Prof Yasonna H Laoly S.H M.Sc Ph.D", di Graha Pengayoman Kemenkumham, Jakarta, Sabtu (27/5).
"Pada periode pertama dan kedua bekerja sama, saya merasa nyaman dengan beliau. Orang yang sangat responsif, mudah diajak kerja sama dan paham betul apa yang menjadi kepentingan bersama dalam menangani masalah kenegaraan," ujar Muhadjir.
Muhadjir mengaku belum begitu lama berinteraksi dengan Yasonna. Namun, dirinya merasa klop dengan Yasonna karena memiliki latar belakang yang mirip.
"Hal itu terjadi mungkin karena beberapa faktor. Pertama, usia terpaut tidak terlalu jauh. Yang jelas saya agak lebih muda. Sama sama berlatar belakang aktivis mahasiswa. Juga sama-sama berasal dari dosen. Sehingga frekuensinya sama ketika kita harus bertransaksi berbagai macam urusan," ujar Muhadjir.
Salah satu kesan Muhadjir dalam menjalani tugas negara bersama Yasonna adalah dalam mengurus kebijakan zonasi sekolah. Muhadjir yang sewaktu itu masih menjabat sebagai Mendikbud menceritakan problema kepada Yasonna dalam penetapan kebijakan zonasi sampai semalaman suntuk melalui telepon. Kebijakan yang sempat menjadi gonjang ganjing di tengah masyarakat itu pada akhirnya segera ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah yang bertujuan untuk pemerataan akses pada layanan pendidikan, serta pemerataan kualitas pendidikan nasional.
"Saya juga mengucapkan selamat ulang tahun ke-70 kepada Bapak Prof Yasonna Hamonangan Laoly Semoga Tuhan memberkati panjang umur, sehat wal afiat dan bahagia. Semoga Tuhan memberi kekuatan dalam melaksanakan tugas kepartaian maupun tugas kenegaraan. Yang tidak kalah penting semoga selera mudanya tetap terpelihara," ucapnya. (RO/R-2)
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
Dalam memoarnya, Aurelie Maoeremans menceritakan bahwa pertemuannya dengan sosok "Bobby" terjadi saat ia masih berusia 15 tahun di sebuah lokasi syuting iklan.
Sekjen BPP Hipmi Anggawira menghadirkan dua buku yang membahas seputar arah kebijakan ekonomi Indonesia dalam menghadapi dinamika global.
Data BPS dalam Survei Sosial Ekonomi pada Maret 2024, sekitar 22,5 juta orang atau 8,23% penduduk Indonesia menyandang disabilitas.
Kementan juga mendiseminasi naskah kebijakan berjudul “Regenerasi Petani untuk Percepatan Pencapaian Swasembada Pangan Berkelanjutan.
MENTERI Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, sumber daya manusia (SDM) yang unggul adalah kunci tercapainya target Indonesia Emas 2045.
MENTERI Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, mengatakan bahwa Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI memiliki fleksibilitas dalam membantu masyarakat.
Menko PMK Pratikno sebut Baznas mitra strategis pemerintah. Sinergi zakat dukung kesehatan, pendidikan, dan penanganan bencana.
Pratikno menekankan bahwa kesehatan bukanlah hasil keberuntungan, melainkan buah dari kebiasaan baik yang dijaga setiap hari.
Pratikno menambahkan bahwa tantangan ke depan akan semakin berat dalam menghadapi perkembangan teknologi termasuk bagi dunia pendidikan.
Catur Brata Penyepian Amati Geni, Amati Karya, Amati Lelungan, dan Amati Lelaungan merupakan bentuk pengendalian diri, introspeksi, serta kesadaran terhadap hubungan manusia dengan alam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved