Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
REKTOR Universitas Andalas (Unand) Prof.Yuliandri melepas ribuan peserta jalan sehat yang terdiri dari pelajar, mahasiswa, guru, dosen dan segenap civitas akademika, pada Minggu pagi (14/5).
Selain itu, juga diikuti oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, Kampung Tematik Binaan Universitas Andalas, SMAN 9 dan SMAN 15 Padang.
Rektor Yuliandri mengemukakan, jalan sehat ini dalam rangka menyemarakkan Bulan Merdeka Belajar untuk memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2023 yang serentak secara nasional.
Baca juga: Pelaksanaan UTBK-SNBT Hari Pertama Unand Berjalan Lancar
Menurut Prof.Yuliandri, Merdeka Belajar bukan hanya slogan tetapi harus dibarengi dengan tindakan yang nyata.
Dukung 'Merdeka Belajar'
Untuk itu, Rektor Unand mengajak masyarakat agar mendukung program pemerintah untuk memerdekakan “Merdeka Belajar” yang juga dikampanyekan pada jalan sehat kali ini.
“Kegiatan ini bukan hanya dalam rangka Hardiknas saja tetapi kami juga ingin memperkuat komitmen perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat,” sambung Prof.Unand.
Baca juga; Pakar Teknik Industri Khawatirkan Nasib Buruh di Era Transformasi Digital
Lebih lanjut, ia menjelaskan gerakan Merdeka Belajar merupakan salah satu program yang dilakukan kementerian untuk semua jenjang pendidikan, khusus perguruan tinggi melakukan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) secara bertahap dan berkelanjutan.
Laksanakan KKN Terintegrasi MBKM
Dampak lain dari kegiatan ini mahasiswa diberikan hak untuk berkiprah dan berinovasi terutama dalam mengikuti proses pembelajaran, ada banyak program yang tersedia di antaranya magang, pertukaran mahasiswa, KKN terintegrasi MBKM dan lainnya.
Baca juga: Ketua Dewan Profesor Unand Meninggal, Sumbar Berduka
Prof. Yuliandri mengharapkan melalui jalan sehat ini dapat menguatkan ekosistem pendidikan dan kebudayaan serta membangkitkan semangat kolaborasi dalam mewujudkan merdeka belajar yang berkelanjutan.
Hal yang sama juga diutarakan Wakil Kepala Sekolah SMAN 9 Padang Gustina, S. Pd sangat mendukung pelaksanaan merdeka belajar sehingga jajaran bersatu agar kurikulum ini terlaksana dengan baik.
Baca juga: Menteri Sakti Wahyu Trenggono Luncurkan Pusat Riset Stem Cell dan Biobank Unand
Untuk rute jalan sehat, dimulai dari Fakultas Hukum Pancasila, lanjut ke Jalan Hayam Wuruk, Jalan Samudra tepi pantai Padang yang dilanjutkan dengan melakukan aksi bersih-bersih tepian pantai Padang.
Untuk memeriahkan acara dan menambah semangat para peserta, panitia juga menyediakan hiburan oleh Unit Kegiatan Seni (UKS) Universitas Andalas dan doorprize. (RO/S-4)
Kondisi saluran irigasi Gunung Nago arah kiri, tepatnya di depan SMA 9 Padang, mengalami pendangkalan serius akibat tumpukan sedimen.
“Saat ini progres sudah mencapai 98%. Tinggal 2% lagi, berupa penutupan U-ditch dan finishing,”
Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mendorong percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam.
KEBUTUHAN akan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Kota Padang terus meningkat seiring berulangnya banjir yang melanda wilayah tersebut.
Akses utama ke kawasan terdampak banjir bandang bulan lalu di Batu Busuk itu kini terputus karena banjir susulan.
PEMERINTAH Kota Padang akhirnya mencairkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban terdampak banjir yang terjadi akhir November lalu.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Negara harus memastikan bahwa pencabutan perizinan berusaha di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved