Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
WARNA ternyata memiliki peran penting dalam membantu tumbuh kembang anak, terutama di 1.000 hari pertama kehidupan (HPK) mereka. Hal itu diungkapkan dokter spesialis anak Kurniawan Satria Denta.
"Ketika anak mau berkembang, terutama di 1000 HPK, butuh stimulasi, mulai dari visual, auditori, aroma, pokoknya multisensori. Informasi itu butuh dikelola oleh otak untuk memancing sel-sel agar berkembang lebih banyak dan membuat koneksi baru. Peran warna menjadikan stimulasi tadi lebih mudah untuk dikenali," kata Denta, Rabu (3/5).
Denta, yang tergabung dalam Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), menjelaskan, perbedaan antara satu warna dengan warna lain akan membuat anak lebih mudah mengenali bentuk, posisi, lingkungan sekitar, serta nuansa.
Baca juga: Polusi Udara di Dalam Rumah Berbahaya untuk Anak
Selain itu, dokter lulusan Universitas Gadjah Mada itu mengatakan warna juga dapat menstimulasi perkembangan penglihatan. Sebab, sel-sel di dalam mata akan bereaksi terhadap warna dan cahaya sehingga jika tidak distimulasi oleh warna dan cahaya, penglihatan anak tidak akan berkembang.
"Karena, ketika bayi lahir, indera itu kan enggak langsung bagus, ya. Jadi mereka harus berkembang di 1000 HPK. Yang bisa bikin berkembang adalah stimulasi tadi dan warna adalah salah satunya," tutur Denta.
Di samping itu, Denta mengatakan warna juga berperan penting terhadap kesehatan mental anak.
Baca juga: Menulis Tangan sejak Dini Tingkatkan Kemampuan Otak dan Daya Ingat Anak
Ia menjelaskan, kesehatan mental anak sangat tergantung dengan kondisi emosi anak. Emosi anak sendiri dipengaruhi oleh stimulasi yang ia terima.
"Ketika stimulasinya tidak berjalan dengan baik, mau stimulasi warna atau stimulasi suara, anak jadi tidak bisa mengekspresikan dengan baik emosinya. Ketika dia tidak bisa mengekspresikan emosi dengan baik karena stimulasi yang kurang tadi, dia bisa frustasi," jelas Denta.
Melihat pentingnya peran warna terhadap tumbuh kembang anak, Denta pun menyarankan orangtua untuk memberikan stimulus visual melalui warna, sesuai tahap perkembangan anak dengan memperhatikan preferensi warna anak yang berbeda-beda.
Untuk menstimulasi bayi, Denta menyarankan untuk tidak terlalu menggunakan banyak warna. Menurutnya, bayi hanya membutuhkan warna untuk membedakan objek dengan baik.
"Pemahaman bayi seringnya adalah warna-warna yang jelas seperti merah, putih, biru, kuning. Jadi belum perlu memperkenalkan warna tosca atau hijau sage," ujarnya.
Kemudian ketika anak sudah mulai bisa bicara dan mengekspresikan kebutuhannya, Denta mengimbau orang tua untuk mengajak anak berdiskusi tentang warna yang lebih luas lagi.
"Ketika anak sudah bisa ngomong, sudah bisa mengekspresikan kebutuhannya, baru bisa kita ajak diskusi, dia mau warna apa? Kadang anak itu malah pengin ikutan mewarnai tembok segala macam," pungkas dia. (Ant/Z-1)
Pendekatan bermain jauh lebih efektif dalam memberikan edukasi seksual karena membuat informasi lebih mudah diterima tanpa menciptakan rasa takut pada anak.
Langkah preventif harus dimulai bahkan sebelum keberangkatan. Orangtua diminta untuk tidak meremehkan pemeriksaan kesehatan awal bagi anak.
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Ancaman utama dari Virus Nipah terletak pada angka kematiannya yang sangat tinggi, yakni mencapai 75%.
Foto terkini dari ESA menampilkan permukaan Mars dalam semburat kuning, jingga, dan coklat.
Tim EHT berhasil menangkap gambar berwarna lubang hitam dengan teknik baru frequency phase transfer yang mengoreksi distorsi atmosfer.
Sebuah tim ilmuwan dari Amerika Serikat mengklaim menemukan warna baru yang belum pernah dilihat manusia, yang mereka beri nama "olo".
Sebuah studi menunjukkan bahwa 85% konsumen memutuskan membeli produk berdasarkan warna kemasannya.
Amanda Rawles menjadikan pengetahuan tentang warna personal sebagai bekal dalam mengeksplorasi pilihan warna produk tata rias.
Tahukah kamu, apa warna paling gelap di dunia? Warna ini begitu pekat hingga mampu menyerap hampir semua cahaya yang menyentuh permukaannya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved