Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Ilmu Gizi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Hardinsyah mengatakan berpuasa di bulan suci Ramadan mampu menurunkan berat badan seseorang secara sehat jika dijalani secara baik dan benar.
"Dalam berbagai penelitian, itu jelas, puasa yang diimbangi asupan yang baik dan olahraga yang benar dapat menurunkan berat badan dua hingga lima kilogram," ujar Hardinsyah, dikutip Selasa (28/3).
Hardinsyah mengatakan, saat berpuasa, secara otomatis kalori yang masuk ke tubuh akan berkurang sekitar 200 hingga 500 kalori. Namun, lagi-lagi, ini akan terjadi apa bila seseorang tidak berlebihan saat bersantap sahur dan berbuka puasa.
Baca juga: Orangtua Diingatkan Beri Apresiasi pada Anak yang Mulai Belajar Berpuasa
"Kalau kita bisa mengendalikan makan dan berhenti sebelum kenyang itu pasti akan terjadi defisit kalori dari kebutuhan harian biasanya," kata Hardinsyah.
Hardinsyah mengatakan menu makanan saat sahur tetap harus mengandung empat sehat dan lima sempurna, namun, tentunya dalam porsi cukup dan tidak berlebihan.
Karbohidrat tetap dibutuhkan selama puasa untuk memberikan energi pada tubuh saat beraktivitas. Namun, porsi sayur dan buah dianjurkan lebih banyak dibandingkan karbohidrat.
Baca juga: Ini Makanan yang Harus Anda Hindari Saat Sahur dan Berbuka Puasa
"Intinya adalah secukupnya dan defisit kalori," tegas Hardinsyah.
Hardinsyah juga menyarankan seseorang yang ingin menuruntkan berat badan untuk memperbanyak konsumsi buah dan protein serta minum air.
"Kalau tidak hati-hati bukan lemak yang dikeluarkan, namun, kadar air tubuh yang berkurang, beresiko dehidrasi," ungkapnya.
Guru Besar IPB itu juga menyarankan bagi umat Islam yang ingin menurunkan berat badan selama Ramadan untuk memaksimalkan olahraga kardio.
"Olahraga kardio sederhana seperti jogging dikombinasi dengan lari kecil, berjalan, atau high intensity training (olahraga intensitas tinggi), olahraga sejenis aerobic, yang menggerakkan otot-otot besar," kata Hardinsyah.
Sementara bila pembakaran lemak ingin disertai pembentukan otot, olahraga angkat beban, push up, sit up, dan berbagai jenis squat juga dapat menjadi solusi.
Meskipun olahraga memainkan peran yang penting dalam menurunkan berat badan, intensitas berolahraga saat berpuasa juga perlu diperhatikan.
Menurut Hardinsyah, bila sebelumnya seseorang terbiasa berolahraga selama 40 menit dalam sehari, maka sekitar 20 menit saat berpuasa lebih dianjurkan supaya tidak mengalami dehidrasi. (Ant/Z-1)
RAMADAN selalu datang dengan misi yang sama: jeda dari hiruk-pikuk kehidupan, kesempatan menata ulang batin, dan panggilan untuk memurnikan relasi manusia dengan Tuhan dan sesamanya
Ramadan adalah momentum terbaik untuk menyatukan kembali energi kebaikan lintas angkatan.
Agar tubuh tetap bertenaga dan fokus dalam beribadah, pemenuhan gizi seimbang menjadi kunci krusial yang harus diperhatikan masyarakat.
Kunci utama menjaga kesehatan ginjal terletak pada pemenuhan cairan yang cukup.
Jika biasanya trafik memuncak saat jam kerja atau waktu santai di rumah, di bulan Ramadan, lonjakan utama justru terjadi saat dini hari.
Bermain padel saat bulan puasa sebaiknya dilakukan dalam waktu terbatas, yakni maksimal selama 45 menit menjelang waktu berbuka.
Ingin berat badan tetap ideal saat puasa? Simak tips menjaga berat badan stabil selama Ramadhan 2026 dari ahli medis agar tidak kalap saat berbuka
Sebagai patokan sederhana, penurunan berat badan yang ideal berkisar antara 0,5–1 kg per minggu, atau tidak lebih dari 4 kg selama satu bulan penuh.
Sekitar 19 persen orang mengalami kenaikan berat badan saat Ramadan akibat pola makan berlebih saat berbuka.
Orang yang berolahraga lebih banyak membakar kalori ekstra, tetapi mereka tidak kehilangan berat badan sebanyak yang diharapkan berdasarkan jumlah kalori yang terbakar.
Diet karnivora tidak direkomendasikan karena bertentangan dengan prinsip dasar gizi seimbang dan tidak direkomendasikan untuk masyarakat umum.
Setiap orang memiliki respons metabolisme yang berbeda yang dapat dipengaruhi oleh hormon, kebiasaan makan, hingga kondisi kesehatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved