Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim kemarau akan terjadi pada Juli 2023 mendatang.
"Puncak musim kemarau diprediksi pada Juli hingga Agustus," kata Kepala Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG Dodo Gunawan saat dihubungi, Minggu (26/3).
Adapun, kini beberapa wilayah di Indonesia sudah memasuki musim kemarau, di antaranya Bali, Nusa Tenggara Timur dan sedikit Jawa Barat.
Baca juga : BMKG Pantau Perubahan Iklim Dunia Lewat Tower Gas Rumah Kaca di Agam
Ia menerangkan, setelah mengalami kondisi La Nina selama tiga tahun terakhir (2020-2022) yang mengakibatkan iklim basah, pemantauan terbaru suhu permukaan laut di Samudra Pasifik menunjukkan bahwa, saat ini intensitas La Nina terus melemah dan beralih menuju kondisi Netral.
Kondisi ENSO Netral diprediksi akan terus bertahan hingga pertengahan 2023. Kondisi ini, kata dia, menyebabkan musim kemarau 2023 diprediksi lebih kering dibandingkan 3 tahun terakhir.
Baca juga : Bencana Hidrometeorologi Masih Terjadi, BMKG Ingatkan Cuaca Ekstrem
"Untuk saat itu masyarakat diimbau untuk memanfaatkan air hujan yang ada saat ini untuk digunakan saat musim kemarau. Hematlah air," pungkas dia. (Z-5)
MEMASUKI musim kemarau, suhu udara yang panas membuat banyak orang mengandalkan pendingin ruangan agar aktivitas di rumah tetap nyaman.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Jawa Tengah akan lebih kering (di bawah normal). Cek jadwal awal kemarau dan puncak kekeringan di wilayah Anda.
BADAN Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi bahwa musim kemarau akan lebih lama, sekaligus memiliki intensitas hujan lebih rendah dibandingkan rata-rata.
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
Potensi ketersediaan air di Indonesia mencapai 3,9 miliar meter kubik per tahun. Dengan 80% air nasional digunakan sektor pertanian/irigasi.
Kondisi musim kemarau yang cenderung lebih kering itu juga dipengaruhi indikasi fenomena El Nino lemah yang berpotensi muncul pada pertengahan hingga akhir 2026.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
Ilmuwan temukan jutaan bakteri dan jamur "pelindung" di dalam pohon ek yang tetap stabil meski dilanda kekeringan ekstrem.
BENCANA kekeringan melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved