Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar Workshop 2 Hutan dan Pengunaan Lahan Lainnya (Indonesia's Forestry and Other Land Use/Folu) Net Sink 2030 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (20/3).
Kegiatan ini sebagai tindak lanjut Penyusunan Rencana Kerja Sub Nasional Indonesia Folu Net Sink 2030 NTT yang dihadiri 38 wakil dari KLHK, Pemprov NTT, tenaga ahli dan akademisi yang digelar secara offline dan daring.
Sedangkan, Kick Off kegiatan tersebut sudah digelar di Labuan Bajo pada 1-2 Februari 2023 yang dihadiri oleh perwakilan dari 22 provinsi.
Direktur Pengukuhan dan Penatagunaa Kawasan Hutan Direktorar PKTL, KLHK Herban Heryandana mengatakan, workhsop tersebut untuk mendetailkan target Rencana Operasional Indonesia's Folu Net Sink 2030 dalam rencana aksi penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) nasional sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya pada tingkat sub nasional.
Selain itu, para peserta menetapkan rencana operasional aksi penuruan emisi GRK, menetapkan penanggungjawab, serta merumuskan pengendalian dalam monitoring dan evaluasi.
"Tercapainya Folu Net Sink pada 2030 dan Net Zero Emission pada 2060 atau lebih cepat untuk memenuhi Enhanced NDC dan LTS-LCCR 2050 yang menjadi kewajiban sub nasional Provinsi NTT dalam berkontribusi pada agenda perubahan iklim Global," ujar Herban Heryandana menjelaskan sasaran pencapaian rencana kerja tersebut.
Adapun tujuan penyusunan rencana kerja ini untuk menetapkan peta spasial, menetapkan rencana kerja program penurunan emisi karbon, penguatan kebijakan untuk pengendalian emisi, serta Identifikasi peran para pihak, mitra-mitra dan peluang strategi pendanaan dalam rencana,
kebijakan, program dan kegiatan terkait pengendalian emisi.
Dalam workshop ini, para peserta menyampaikan progres penyusunan draft rencana kerja sub nasional NTT yang kemudian mendapat masukan dari penanggap. Selanjutnya mendapatkan klarifikasi dari semua stakeholder dan diakhiri dengan menyusun tindak lanjut untuk persiapan workshop 3.
Sementara itu, komitmen Indonesia menahan peningkatan suhu global dan perubahan iklim, dituangkan dalam dokumen Nationally Determined Contribution (NDC) atau Kontribusi yang ditetapkan secara nasional, sebagai tindaklanjut dari Perjanjian Paris (Paris Agreement).
NDC Indonesia menetapkan target pengurangan emisi GRK nasional, yakni sebesar 29% atau setara 834 juta ton CO2 dengan usaha sendiri, atau sampai dengan 41% atau setara dengan 1.185 juta ton CO2 dengan dukungan internasional yang memadai pada 2030.
Target NDC Indonesia sebesar 29% secara nasional dapat tercapai melalui penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 17,2% pada sektor kehutanan, 11% pada sektor energi, 0,32% pada sektor pertanian, 0.10% pada sektor industri, dan 0.38% pada sektor limbah. (N-3)
Baca Juga: Ketua Dewan Pengarah BPIP Beri Arahan kepada Kepala Desa Seluruh Indonesia
Kepala Stasiun Meteorologi El .Tari Kupang, Sti Nenot’ek, mengimbau masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat
HARI Studi dan HUT ke-50+1 Majelis Nasional Pendidikan Katolik (MNPK) digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Rabu (17/12).
Masyarakat diminta waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di sejumlah wilayah.
PADA tahun depan, hasil penjualan 100 koleksi perhiasan Universe akan didonasikan untuk membangun dua sekolah, saluran air bersih, dan program peningkatan gizi anak-anak di NTT.
Program Desa Sejahtera Astra Bajawa, Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, membina ekosistem kopi artisan dan mendorong tumbuhnya usaha produktif berbasis masyarakat.
Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kelas usaha (scaling-up) dan memperluas jaringan pemasaran melalui rantai pasok sektor pariwisata, perhotelan, agribisnis dan perdagangan
DALAM satu dekade 2014-2024 luas hutan alam di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Barito di wilayah Provinsi Kalimantan Selatan telah berkurang (deforestasi) hingga 29 ribu hektare lebih.
DESEMBER 2025 seharusnya menjadi bulan penuh refleksi dan harapan.
Pembangunan ekstraktif banyak menimbulkan dampak sosial-ekologis, misalnya, ruang hidup masyarakat adat dan lokal terampas.
Anggota Komisi IV DPR RI Rokhmin Dahuri menegaskan 80% penyebab banjir berasal dari kerusakan lingkungan, bukan cuaca ekstrem.
"Kami melihat akar masalah sesungguhnya adalah perusakan ekosistem hulu sampai hilir dari daerah aliran sungai dan kelalaian tata ruang yang terjadi secara sistematik,”
PT Astra Agro Lestari Tbk menegaskan konsistensinya dalam menjalankan kebijakan keberlanjutan, termasuk Nol Deforestasi, yang telah menjadi bagian dari operasional perusahaan sejak 2015.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved