Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yang juga Ketua Umum PSSI, Erick Thohir disebut selalu berhasil melakukan transformasi di mana pun dia berada.
Hal itu disinggung saat bedah buku berjudul (Bukan) Kisah Sukses Erick Thohir di Gelangang Mahasiswa Universitas Sumatra Utara, Medan.
"Keunikan Pak Erick adalah berhasil melakukan transformasi ketika berada di titik terendah," kata pengamat olahraga Fritz Simanjuntak saat diundang sebagai pembicara, dikutip Jumat (17/3).
Baca juga: Pengamat: Daya Elektoral Besar Erick Thohir Mampu Solidkan KIB
Fritz mencontohkan bagaimana Erick Thohir bisa membawa peluang cabang olahraga untuk bisa meraih prestasi.
"Dia melakukan konsolidasi dengan tim bulu tangkis dan angkat besi, dua cabang yang sangat berpotensi meraih emas."
"Terbukti, di 2016, Indonesia berhasil meraih medali emas di Rio, saat dia menjadi NOC dan kemudian kembali lagi ke atas saat berhasil di Asian Games 2018," ungkap Fritz.
Baca juga: Erick Thohir Dinilai Menginspirasi Generasi Muda
Ia mengakui Erick Thohir mampu mentransformasi keberhasilannya ke orang lain.
"Sebagai pemimpin, dia bisa mengeksekusi melalui orang lain, melalui anak-anak muda melakukan terobosan yang unik," jelas Fritz.
Sementara itu, penulis buku Abdullah Sammy menegaskan, bukunya bercerita bagaimana Erick Thohir di masa kecil hingga kuliah, dan masuk ke dunia kerja sampai akhirnya menjadi Menteri BUMN.
"Dari tiga bagian itu kita bisa melihat proses kronologi yang membentuk Erick Thohir yang dan bagaimana dia belajar dan beradaptasi ketika sesuatu tidak berjalan sesuai rencana" ujar dia.
Sammy menuturkan, semua yang dibangun Erick Thohir tidak ada yang instan.
Semuanya dimulai dari titik terendah sebelum akhirnya capai titik tertinggi.
"Di buku ini, kita bisa belajar leadership, organisasi, dan strategi managemen. Kita juga bisa melihat karakter sejati Erick Thohir melewati proses mendaki menuju titik sukses yang tentunya melelahkan," kata dia. (RO/Z-1)
Indonesia akan menjadi salah satu tuan rumah turnamen mini FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 27-30 Maret di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Proses naturalisasi pemain tidak lepas dari mekanisme yang melibatkan DPR. Karena itu, PSSI masih menunggu kepastian mengenai jadwal persidangan sebelum melangkah lebih jauh.
PSSI resmi menunjuk Jawa Timur sebagai tuan rumah Piala AFF U17 2026 karena fasilitas stadion di Kaltim belum siap.
Denda tersebut dijatuhkan AFC karena PSSI dinilai lalai dalam memenuhi ketentuan regulasi pertandingan internasional yang telah ditetapkan oleh konfederasi.
Jakarta ditunjuk sebagai tuan rumah FIFA Series 2026. Timnas Indonesia akan menghadapi St. Kitts & Nevis, Bulgaria, dan Kepulauan Solomon pada 27 & 30 Maret 2026 di GBK.
Penunjukan Kurniawan Dwi Yulianto sebagai pelatih timnas U-17 sekaligus menandai adanya pergeseran posisi di jajaran pelatih timnas kelompok umur.
VAP memberanikan diri membongkar trauma yang selama ini dipendamnya karena posisi terduga pelaku yang memiliki kuasa besar sebagai pelatih sekaligus ketua pengurus provinsi.
Proses naturalisasi pemain tidak lepas dari mekanisme yang melibatkan DPR. Karena itu, PSSI masih menunggu kepastian mengenai jadwal persidangan sebelum melangkah lebih jauh.
Menpora menyatakan dukungannya terhadap langkah FPTI yang mendampingi serta memfasilitasi lima atletnya.
Langkah konkret di sektor kepemudaan akan diwujudkan melalui "Youth Camp" yang menjadi wadah sinergi seluruh program kepemudaan antara pusat dan daerah.
Cek jadwal lengkap FIFA Series 2026 di Jakarta! Timnas Indonesia tantang Saint Kitts dan Nevis di SUGBK. Simak persiapan skuad John Herdman di sini
Erick Thohir memuji kepemimpinan Chef de Mission Reda Manthovani setelah Indonesia meraih 135 medali emas dan finis sebagai runner up ASEAN Para Games 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved