Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEREMPUAN menjadi salah satu elemen sentral dalam mempromosikan perdamaian. Mengingat belakangan ini secara global, konflik sosial semakin marak terjadi. Krisis akhlak generasi muda tidak dapat dimungkiri dimulai dari rapuhnya pendidikan dalam rumah tangga sebagai institusi pertama pendidikan.
Aktivis perempuan Siti Musdah Mulia menilai aksi kekerasan yang dilakukan anak dan remaja yang akhir-akhir ini sudah sangat meresahkan. Untuk itu, peran perempuan menjadi sangat krusial dalam membentuk karakter dan pribadi anak yang toleran serta antikekerasan.
"Sesuai dengan tema International Women's Day tahun ini, yaitu 'embrace equity' (merangkul kesetaraan), perempuan harus sadar bagaimana mempraktikkan keadilan khususnya keadilan gender. Jangan membiarkan ada perilaku diskriminatif, eksploitatif, dan kekerasan sekecil apa pun untuk alasan apa pun. Kata kuncinya, speak up," ujar Siti Musdah di Jakarta, Jumat (10/3).
Dia melanjutkan, sejatinya tanggung jawab melahirkan dan membentuk generasi yang berakhlak dan antikekerasan bukanlah tugas perempuan semata. Namun, kaum laki-laki juga harus menjadi benteng dalam membangun karakter anak melalui pendidikan dalam rumah tangga.
"Bukan hanya perempuan, laki-laki juga harus jadi benteng. Jadi diajarkan mulai dari keluarga, dari hal-hal yang kecil-kecil dan biasa dianggap cuma sepele, justru itu yang sepele itu berpengaruh dalam benak seseorang akhirnya menjadi sebuah karakter. Jadi kaca kuncinya itu adalah teladan," kata Profesor Riset bidang Lektur Keagamaan LIPI ini.
Menurutnya, tidak bisa dimungkiri bahwa peran perempuan khususnya ibu selalu dianggap tokoh krusial dalam pembentukan karakter anak dan disebut sebagai sekolah pertama (madrasatul ula) bagi anak. Namun, kerja sama orangtua dalam membentuk karakter anak merupakan bagian dari amanah Tuhan kepada umatnya.
"Karena umumnya, apalagi anak-anak di masa golden age itu kan biasanya melekat pada ibunya, tapi tanggung jawab anak itu adalah tanggung jawab berdua. Inilah pentingnya kita memahami keluarga berencana sehingga betul-betul siap, bukan hanya fisik,tetapi mental, sosial, finansial, bahkan spiritual, itu tidak mudah memang karena anak itu amanah," papar Musdah.
Baca juga: Bantu Penyandang Disabilitas Perkembangan Maksimalkan Kualitas Hidup
Ia juga mengemukakan banyak faktor yang dapat mempengaruhi lemahnya pendidikan karakter anak. Sehingga, parenting yang baik menjadi solusi dan jalan keluar mencegah masuknya pengaruh budaya kekerasan di lingkungan anak dan remaja.
"Ada banyak faktor, faktor dalam keluarga, internal dan eksternal. Parenting itu penting, bagaimana mengajarkan anak kita untuk cerdas, menjadi bapak, menjadi ibu yang baik itu nggak taken for granted, tapi harus melalui sebuah pendidikan gitu loh," imbuhnya.
Membangun serta mempromosikan perdamaian, dan pencegahan kekerasan juga memiliki tantangan tersendiri. Ia berharap tantangan yang ada tidak menyurutkan usaha pemerintah untuk mewujudkan perdamaian di masyarakat.
"Karena masyarakat kita nggak suka dengan perdamaian, sukanya kan konflik. Nah karena itu bagaimana kita membangun literasi, membangun peradaban. Jadi pemerintah juga nggak boleh takut terhadap kelompok-kelompok yang intoleran yang menghalang-halangi terwujudnya perdamaian dalam masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, upaya pencegahan menjadi jalan terbaik dengan menyadarkan masyarakat pentingnya tidak takut terhadap perbedaan. Juga perlunya pendidikan perdamaian yang bisa di mulai dari lingkungan rumah tangga, sekolah hingga lingkungan masyarakat. Upaya pencegahan menjadi jauh lebih penting daripada mengadili atau menghakimi.
"Upaya-upaya pencegahannya ini harus ada pendidikan publik, di keluarga, di masyarakat. Ini perlu sosialisasi dulu, jadi sosialisasi itu harus jalan sehingga masyarakat itu sadar sehingga suasana damai itu bisa terbangun secara bertahap," ucap Musdah.
Untuk itu, ia mendorong khususnya kaum perempuan agar bisa berdaya menyuarakan perdamaian di seluruh lingkup kehidupan.
"Di momen Hari Perempuan Internasional, saya mengimbau sekali lagi kepada seluruh perempuan untuk meningkatkan literasinya dan untuk mengimplementasikan prinsip keadilan dan kesetaran gender dalam seluruh lapangan kehidupan," pungkasnya. (RO/I-2)
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Anggia Ermarini mengungkapkan IMW 2026 merupakan bentuk nyata keberpihakan Fatayat NU terhadap penguatan peran perempuan di berbagai sektor kehidupan.
Workshop peningkatan kapasitas ini diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM perempuan ibu rumah tangga dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Forum ini menyoroti kontribusi perempuan dalam mendorong resiliensi di komunitasnya, sekaligus memberikan wadah untuk berdiskusi menggaungkan suara perempuan.
Dampak psikologis pascabencana berpengaruh terhadap proses pemulihan sosial dan ekonomi, terutama di wilayah dengan kerentanan ekonomi tinggi seperti di Sumatra.
Keberadaan petugas haji perempuan dinilai krusial untuk menghadirkan layanan terhadap kebutuhan spesifik jemaah perempuan, yang tidak selalu dapat dilakukan oleh petugas laki-laki.
Psikologi menyebut orang yang memasak sambil membersihkan dapur memiliki 8 kepribadian kuat, mulai dari disiplin, mindfulness, hingga manajemen waktu yang baik.
panggilan untuk mempererat kembali ikatan emosional di dalam rumah tangga. Keluarga sakinah kunci kekokohan kehidupan nasional
Dari perspektif ilmu keluarga, Tepuk Sakinah berperan sebagai strategi edukatif yang menyenangkan sekaligus interaktif.
tarif tenaga listrik untuk pelanggan PT PLN (Persero) pada Triwulan IV (Oktober-Desember) Tahun 2025 tidak ada perubahan atau tetap
Lagu Tepuk Sakinah kini menjadi sorotan di berbagai platform media sosial. Kesederhanaannya justru menghadirkan daya tarik unik: calon pengantin melakukan tepukan berirama.
Selama berbulan-bulan, jagat perfilman Indonesia tak henti membicarakan satu judul: Norma. Film ini mengisahkan rumah tangga yang tampak harmonis, namun hancur lebur karena perselingkuhan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved