Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan publik terkait adanya potensi Siklon Tropis Freddy di selatan Jawa yang dapat memicu terjadinya curah hujan lebih tinggi dan lebih sering disertai angin kencang dalam dua hari ke depan.
"Untuk saat ini karena ada pengaruh tidak langsung Siklon Freddy di selatan Jawa, curah hujan dan angin lebih kencang dari biasanya," kata Kepala Seksi Pusat Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Hadi Saputra, Senin (13/2).
Hadi menyebutkan, untuk wilayah Bogor, khususnya Kota Bogor potensi curah hujan masih ringan hingga sedang, tidak hujan lebat dan angin kencang seperti pada akhir 2022 yang menyebabkan bencana longsor, banjir, dan pohon tumbang dalam waktu hampir bersamaan.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, dari Sabtu (11/2) hingga Minggu (12/2) sedikitnya telah ada enam kejadian bencana berupa pohon tumbang dan longsor serta bangunan rumah roboh di kota hujan itu.
Baca juga: Gunung Bawah Laut Ditemukan di Perairan Selatan Pacitan
Ia menerangkan, kondisi tersebut karena momentum pergerakan awan dan angin tidak sama seperti pada akhir tahun lalu.
Namun demikian, masyarakat perlu waspada di wilayah-wilayah yang memang sudah rawan, seperti bantaran sungai dan yang tinggal dekat tebing-tebing rawan longsor.
Sementara itu, untuk potensi pohon tumbang perlu pemeriksaan terhadap akar-akar pohon yang saat ini seringkali terhimpit atau berada di bawah beton pembatas jalan.
"Mesti dicek perakaran dari pohon-pohon itu karena sekarang pohon-pohon kanan-kirinya sudah dibeton ya, enggak alami. (Berpengaruh)
terhadap ketahanan pohon," kata dia.
BMKG telah menyampaikan adanya aktivitas Siklon Tropis Freddy di selatan Jawa yang berpotensi memicu hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi di beberapa wilayah Indonesia. (Ant/OL-16)
BMKG menyebut, kombinasi dinamika atmosfer tersebut meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat, bahkan hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah Indonesia.
Memasuki siang hari, sebagian besar Jakarta mulai turun hujan kecuali Jakarta Barat yang akan berawan dan Kepulauan Seribu yang akan turun hujan disertai petir.
Untuk wilayah DKI Jakarta, hujan diproyeksikan masih akan terjadi selama satu pekan ke depan.
BMKG memprediksi kondisi cuaca cerah berawan akan terjadi di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Kabupaten Kepulauan Seribu.
Memasuki siang hari, sebagian besar wilayah Jakarta akan berawan kecuali Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan turun hujan ringan.
BMKG kembali mengeluarkan peringatan bagi masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam sepekan ke depan.
BMKG) melalui akun Instagram, Senin (9/2), mengeluarkan peringatan wilayah Jabodetabek masih akan terus diguyur hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari
BMKG mencatat adanya pengaruh siklon tropis, bibit siklon tropis, serta sirkulasi siklonik yang memengaruhi dinamika atmosfer di kawasan Indonesia dan sekitarnya.
Selain pengaruh siklon tropis, kondisi cuaca ekstrem juga dipicu oleh menguatnya Monsun Asia serta aktifnya Gelombang Ekuatorial Rossby dan Kelvin.
BMKG mengungkapkan bahwa kemunculan tiga bibit siklon tropis, masing-masing bernomor 94W, 92S, dan 98P, memicu belokan serta perlambatan angin yang membentuk daerah konvergensi.
Peringatan ini menegaskan pentingnya mitigasi bencana sejak awal, terutama melalui kebijakan tata guna lahan yang berbasis sains dan bukti ilmiah.
Pola hujan pada awal tahun 2026 di Pulau Jawa menunjukkan karakter yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved