Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KULIAH di bidang bisnis telah menjadi salah satu pilihan studi paling populer yang diminati banyak calon mahasiswa. Pertumbuhan prospek kerja saat ini kian meningkat di pasar global, seperti manajemen, akuntansi, pemasaran, dan sebagainya.
Ini membuat banyak orang yakin bahwa belajar bisnis dapat menjadi investasi di masa depan karena membuka banyak kesempatan di pasar kerja global apalagi dengan arah perindustrian kita yang sudah memasuki industri 4.0.
“We educate future professionals, corporate leaders, and entrepreneurs. Itulah misi dari Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie," tutur Dr. Ir. Hisar Sirait, M.A. selaku rektor Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kwik Kian Gie dalam keterangan, Jumat (27/1).
"Dengan melalui proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian yang berkualitas, IBI Kwik Kian Gie yakin dapat membentuk insan profesional, pengusaha, dan pemimpin masa depan yang mempunyai kompetensi di bidang bisnis yang berwawasan regional maupun internasional,” jelas Hisar.
IBI Kwik Kian Gie, menurut Hisar, adalah perguruan tinggi yang berfokus pada ilmu bisnis dan informatika, dengan program seperti sarjana reguler, sarjana eksekutif, bahkan sampai ke pascasarjana.
Baca juga: Prodi S2 Ilmu Kimia FMIPA UI Raih Akreditasi Internasional
"IBI Kwik Kian Gie sudah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan terkemuka seperti Astra International, PWC, BCA, Metro TV, Tokopedia, Indomaret, PT. Telekomunikasi Indonesia, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia, OCBC NISP, PT. Bursa Efek Indonesia – IDX, Kalbe Nutritionals, PT Sinar Sosro, dan sebagainya," jelasnya.
Dalam membantu memberikan pengarahan prospek karier bagi para mahasiswanya, IBI Kwik Kian Gie juga menyediakan berbagai program seperti program magang 3 bulan, inkubator bisnis berupa pelatihan dan bimbingan sekaligus pendanaan bisnis, serta kunjungan perusahaan-perusahaan.
.Pihak IBI Kwik Kian Gie juga menambahkan bahwasanya generasi muda saat ini untuk berekspresi di bidang bisnis sangatlah tinggi dan apabila diiringi dengan akses pendidikan yang mudah bukan hanya membantu generasi sekarang tetapi bangsa ini juga.
"Pihak IBI Kwik Kian Gie yakin bahwa dengan mengedukasi profesionalis, pemimpin, dan pengusaha masa depan dapat melahirkan generasi yang lebih produktif dan inovatif," jelasnya. (RO/OL-09)
Keberhasilan ini juga mencerminkan komitmen UBSI dalam membekali mahasiswa dengan keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
PT Bank Central Asia Tbk (BCA) kembali menghadirkan program Genera-Z Berbakti yang menyasar mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kaum milenial khususnya mahasiswa perlu mengasah kemampuan intelektualitas dalam menghadapi persaingan global yang semakin banyak tantangan.
100 mahasiswa lintas program studi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Cikarang bakal diterjunkan ke 38 desa pada pertengahan 2026 untuk mengikuti program BSI Explore 2026.
Menggunakan model bisnis Business-to-Consumer (B2C), Sumbu Kakao menyasar UMKM kuliner berbasis arang dan rumah tangga.
Pengakuan pemerintah terhadap berbagai use case teknologi ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan arsitektur sistem keuangan nasional.
UPAYA pemberdayaan ekonomi perempuan kembali mendapat sorotan, kali ini melalui pendekatan yang tidak biasa dengan menggabungkan keterampilan kuliner dengan teknologi digital.
Pentingnya ruang belajar yang selaras dengan tantangan nyata di lapangan.
Tahun ini partisipan program antara lain SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved