Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
KULIAH di bidang bisnis telah menjadi salah satu pilihan studi paling populer yang diminati banyak calon mahasiswa. Pertumbuhan prospek kerja saat ini kian meningkat di pasar global, seperti manajemen, akuntansi, pemasaran, dan sebagainya.
Ini membuat banyak orang yakin bahwa belajar bisnis dapat menjadi investasi di masa depan karena membuka banyak kesempatan di pasar kerja global apalagi dengan arah perindustrian kita yang sudah memasuki industri 4.0.
“We educate future professionals, corporate leaders, and entrepreneurs. Itulah misi dari Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie," tutur Dr. Ir. Hisar Sirait, M.A. selaku rektor Institut Bisnis dan Informatika (IBI) Kwik Kian Gie dalam keterangan, Jumat (27/1).
"Dengan melalui proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian yang berkualitas, IBI Kwik Kian Gie yakin dapat membentuk insan profesional, pengusaha, dan pemimpin masa depan yang mempunyai kompetensi di bidang bisnis yang berwawasan regional maupun internasional,” jelas Hisar.
IBI Kwik Kian Gie, menurut Hisar, adalah perguruan tinggi yang berfokus pada ilmu bisnis dan informatika, dengan program seperti sarjana reguler, sarjana eksekutif, bahkan sampai ke pascasarjana.
Baca juga: Prodi S2 Ilmu Kimia FMIPA UI Raih Akreditasi Internasional
"IBI Kwik Kian Gie sudah menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan terkemuka seperti Astra International, PWC, BCA, Metro TV, Tokopedia, Indomaret, PT. Telekomunikasi Indonesia, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha, Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia, OCBC NISP, PT. Bursa Efek Indonesia – IDX, Kalbe Nutritionals, PT Sinar Sosro, dan sebagainya," jelasnya.
Dalam membantu memberikan pengarahan prospek karier bagi para mahasiswanya, IBI Kwik Kian Gie juga menyediakan berbagai program seperti program magang 3 bulan, inkubator bisnis berupa pelatihan dan bimbingan sekaligus pendanaan bisnis, serta kunjungan perusahaan-perusahaan.
.Pihak IBI Kwik Kian Gie juga menambahkan bahwasanya generasi muda saat ini untuk berekspresi di bidang bisnis sangatlah tinggi dan apabila diiringi dengan akses pendidikan yang mudah bukan hanya membantu generasi sekarang tetapi bangsa ini juga.
"Pihak IBI Kwik Kian Gie yakin bahwa dengan mengedukasi profesionalis, pemimpin, dan pengusaha masa depan dapat melahirkan generasi yang lebih produktif dan inovatif," jelasnya. (RO/OL-09)
Selain perpustakaan, UBM menghadirkan The UBM Immersive Design Lab sebagai ruang eksplorasi berbasis teknologi bagi mahasiswa Program Studi Desain Interaktif.
Pengalaman ini memberikan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai budaya kerja profesional dan pentingnya integrasi tim legal dalam kesuksesan berbagai sektor bisnis.
UI menyerahkan beasiswa 1,4 miliar rupiah bagi 159 mahasiswa. Dana ini bersumber dari pengelolaan Dana Abado yang didukung oleh Dato' Low Tuck Kwong dan Purnomo Yusgiantoro Center (PYC)
Selain memberikan bantuan secara finansial, Daesang juga berkomitmen dalam peningkatan kapasitas mahasiswa agar siap menghadapi dunia professional.
Rektor UNJ, Prof. Komarudin menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Pemkab Mappi kepada UNJ dalam upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah Papua Selatan.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
Yayasan Indonesia Setara bekerja sama dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil, Menengah, dan Perindustrian Perdagangan (DKUKMPP) Kota Cirebon serta Refo menggelar workshop digital marketing.
Data Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2024 mencatat jumlah wirausaha Indonesia telah mencapai 3,47% dari total penduduk, naik dari 3,21% pada tahun sebelumnya.
Program Kartini Bluebird, wadah pemberdayaan bagi istri dan putri pengemudi Bluebird yang berdiri sejak 2014, terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ekonomi keluarga
Salah satu Ketua Tim Pengabdian Masyarakat, Widayani Wahyuningtyas, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengusung tema 'Edukasi kewirausahaan sejak usia dini.
Gus Falah menegaskan, adalah keharusan bagi santri untuk menguasai berbagai bidang, mulai dari teknologi, sains, politik, hingga kewirausahaan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved