Kamis 26 Januari 2023, 12:44 WIB

Menkes Sampaikan Strategi Penanganan dan Pencegahan Covid-19

 Naufal Zuhdi | Humaniora
Menkes Sampaikan Strategi Penanganan dan Pencegahan Covid-19

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

 

SEMUA pandemi di dunia terjadi sudah 10 kali lebih dan menjadi pembunuh terbesar dalam kemanusiaan dimana 150 juta orang pada saat Wabah Hitam (Black Death) di Inggris.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa strategi penanganan pandemi sebenarnya hanya satu, yaitu jangan sampai orang yang masuk ke rumah sakit lebih besar dari kapasitas rumah sakit.

"Karena pandemi tidak bisa di rem, tidak bisa hilang dalam waktu satu tahun atau dua tahun. Yang penting kalau sakit bisa dirawat dan yang meninggal rendah," ucap Menkes Budi dalam Rapat Koordinasi Nasional Transisi Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Jakarta. pada Kamis (26/1).

"Jadi yang penting strategi ini, kalau ada pandemi lagi bukan menghilangkan, tapi menjaga jangan sampai orang yang masuk rumah sakit diatas kapasitas rumah sakit kita yang waktu kemarin 120.000 bed," sambung Menkes.

Baca juga: Muncul Subvarian Kraken, Menkes: Tetap Pakai Masker

Menkes menyebut bahwa World Health Organization telah membuat 4 strategi untuk melawan pandemi.

"Satu protokol kesehatan kita harus dijaga, bahasa kita 3M, dua surveilans harus bagus yaitu 3T kerjanya di bagi dua, tiga harus ada preventif medical intervention yang namanya vaksin, harus dideveleop setiap pandemi, yang keempat perawatan harus siap, rumah sakit nya, oksigen, dokter dan segala macam harus siap," jelasnya.

Bagaimana Transisinya? "Transisi itu yang penting satu, intervensi pemerintah dikurangi, tapi kita balikan menjadi partisipasi masyarakat. Endemi itu kesehatan itu dikembalikan sebagai partisipasi masyarakat, yang penting obatnya sudah ada, dulu kalau intervensi non medisnya tidak ada, kita intervensi, tapi kalau sudah ada kita kembalikan itu ke masyarakat, itu cara terbaik untuk kita mengontrol penyakit yang sudah endemis," ucap Budi.

"Pelanpelan akan kita cabut intervensi, PPKM sudah, nanti tes kita mau cabut, kita banyakan tes di apotik-apotik, surveilans nya yang tadinya tiap hari nanti kita ubah jadi tiap minggu, kita harus lakukan secara masif edukasi, obat-obatan kita mulai bangun di dalam negeri," pungkas Menkes. (Fal/OL-09)

Baca Juga

Dok MI

Larangan Bagi Wanita yang Sedang Haid Sesuai Hukum Islam

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Kamis 09 Februari 2023, 16:37 WIB
Dalam Islam, setiap wanita yang mengalami haid akan mendapatkan larangan beberapa...
MI

Kasus Gagal Ginjal Anak di Surakarta bukan Termasuk GGAPA

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Kamis 09 Februari 2023, 16:30 WIB
"Tidak memenuhi kriteria gagal ginjal akut karena setelah ditangani dengan tata laksana yang biasa kondisinya...
Antara/Maulana Surya.

Punya Urusan? Baca Basmalah dan Rahasia Angka 19

👤Meilani Teniwut 🕔Kamis 09 Februari 2023, 16:17 WIB
Ada sejumlah zikir, doa, atau amalan untuk memudahkan umat Islam dalam menyelesaikan suatu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya