Rabu 18 Januari 2023, 10:30 WIB

Kurangi Risiko Penyakit Tidak Menular lewat Konsumsi Olahan Pangan

Ardi Teristi | Humaniora
Kurangi Risiko Penyakit Tidak Menular lewat Konsumsi Olahan Pangan

MI/ John Lewar
Kacang kedelai

 

GURU besar UGM, Prof. Dr. Ir. Retno Indrati, M.Sc menyatakan, beberapa cara mengurangi risiko non-communicable diseases (NCD) atau penyakit tidak menular adalah pengendalian penyakit hipertensi, mengatur pola makan, dan menghindari obesitas. NCD saat ini cenderung terus meningkat, terutama penyakit kardiovaskular (penyakit jantung dan stroke), kanker, diabetes, dan penyakit pernapasan kronis.

Data WHO 2022 menyebut jumlah kematian karena NCD secara global terus meningkat yang mengakibatkan hampir 3/4 kematian di dunia (sekitar 17 juta orang di bawah 70 tahun meninggal per tahun). Beberapa hasil olahan pangan yang mengandung protein tinggi, seperti kacang-kacangan, sudah terbukti dapat membantu kesehatan tubuh. Makanan
hasil fermentasi seperti natto, tempe, dan lainnya, mempunyai aktivitas antihipertensi.

Menurut Indrati, makanan hasil fermentasi ini banyak mengandung peptida bioaktif yang merupakan hasil hidrolisis enzimatis protein bahan selama fermentasi berlangsung. Selain mempunyai manfaat sebagai ntihipertensi, makanan hasil fermentasi telah dipelajari mempunyai aktivitas antidiabetik, hypocholesterolemic, dan aktivitas antiinflamasi.

"Selain efek yang menyehatkan, makanan hasil fermentasi merupakan produk makanan bergizi, sehat, lezat, dan mudah dicerna," kata dia saat pidato Guru Besar Bidang Ilmu Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian UGM, di Yogyakarta, Selasa (10/1).

Dalam pidato pengukuhan berjudul Teknologi Produksi dan Sifat Fungsional Peptida Bioaktif Bahan Pangan ia menyampaikan agar mempunyai efek menyehatkan, bahan olahan pangan tersebut harus dipilih dari bahan baku dengan kadar protein tinggi dan mikrobia proteolitik.

Bahan baku ini sangat banyak pilihannya, baik dari sumber nabati, seperti kacang-kacangan dan lain-lain, atau hewani seperti susu, ikan, dan lain-lain. Khusus untuk kacang-kacangan, komponen penyusunnya cukup lengkap, seperti lemak, protein dan asam amino esensial, karbohidrat kompleks, vitamin, mineral, dan serat pangan.

Bahan pangan kaya protein seperti kacang-kacangan memiliki berbagai aktivitas biologis yang baik untuk kesehatan tubuh seperti antihipertensi, antidiabetes, anti kanker, antioksidan, dan sifat fungsional lainnya. Meskipun jumlah komponen aktif dalam makanan yang dikonsumsi melimpah, namun belum tentu mampu mencegah penyakit karena sangat bergantung pada jumlah yang available agar berfungsi di dalam organ atau jaringan target. (AT/H-3)

Baca Juga

Dok. Converse

Terus Dorong Kreativitas, Converse Indonesia Perkenalkan Komunitas All Star Terbaru

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 21:29 WIB
Komunitas Converse All Stars digagas sejak 2017 untuk mendukung aktivitas kreatif anggotanya yang banyak berasal dari kelompok yang kurang...
Dok. Daikin

Kunjungi Universitas Pamulang, Daikin Perkenalkan Inovasi dan Karir Di Industri Tata Udara

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 21:11 WIB
“Menginspirasi mahasiswa terkait industri solusi tata udara sebagai bagian persiapannya dalam memasuki dunia kerja menjadi tujuan...
AFP/Sergey Tryapitsyn

Hari Privasi Data Sedunia, Pengamat: Privasi Data Indonesia Terus Berkembang

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 21:03 WIB
UU PDP seharusnya tidak hanya menyasar swasta, tapi juga lembaga negara karena selama ini lembaga negara baik di pusat dan daerah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya