Selasa 17 Januari 2023, 22:35 WIB

Hindari, Makanan dengan Zat Berbahaya Bisa Sebabkan Stunting

 M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Hindari, Makanan dengan Zat Berbahaya Bisa Sebabkan Stunting

MI/ Idep
JAJANAN ANAK: Pedagang ciki ngebul mangkal di sekitar kawasan pasar minggu Seskoau Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (15/1).

 

MAKANAN dengan zat berbahaya seperti saat ini ciki ngebul yang menggunakan nitrogen cair diharapkan orang tua dan anak hindari makanan seperti itu karena tidak baik untuk pertumbuhan anak sekaligus tidak mendukung pencegahan stunting.

Nitrogen cair banyak juga dipakai dalam pengolahan dan penyajian makanan untuk mengawetkan dan mendinginkan ya seperti es krim di supermarket selama dipakai dalam hal yang sesuai ketentuan maka tidak ada masalah atau dengan hanya sebagai bahan untuk pendingin. "Tetapi kalau sudah mulai bahan nitrogen yang dipadatkan menjadi air itu juga menimbulkan masalah yang seperti sekarang terjadi," kata Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi IDAI Dr dr Muzal Kadim, SpA(K) dalam konferensi pers daring, Selasa (17/1).

Yang sedang populer saat ini merupakan nitrogen pada pengolahan dan penyajian untuk mendinginkan makanan supaya lebih awet. Sebenarnya nitrogen zat yang yang tidak berbahaya tidak berbau tidak berwarna juga.

Di udara saja mengandung 78% nitrogen dan 20% oksigen. Nitrogen dalam bentuk gas alami ini tidak ada masalah dan tidak berbahaya tapi kalau dipadatkan sehingga menjadi bentuk cair akan berbahaya jika dikonsumsi.

"Untuk memadatkannya teknologinya perlu dengan tekanan yang tinggi sekali dan suhu yang dingin jadi dia nanti ditekan sehingga sedemikian rupa sehingga menjadi cair dengan suhu minus 196 derajat," ujarnya.

Di kesempatan yang sama Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia Dr Piprim Basarah Yanuarso, SpA(K) mengatakan pemerintah saat ini sangat concern dengan masalah stunting sehingga jargon yang digambarkan adalah konsumsi protein hewani yang kuat untuk anak-anak khususnya para balita supaya tidak stunting. Pertumbuhan akan switch on ketika asam amino esensialnya cukup kadarnya dalam darah dan sumbernya hanya dari protein hewani bukan nabati.

"Jadi untuk anak-anak itu makanannya dari sisi kandungan harus bernutrisi untuk mencegah stunting jika tidak ada protein hewaninya jadi susah. Kedua standar keamanannya pun saat ini ternyata banyak yang tidak terpenuhi buktinya ada jenis-jenis makanan yang mengandung nitrogen cair yang masuk ke dalam lambungnya," ujar dr Piprim.

Tentu saja akan berbahaya, sehingga makanan tersebut tidak menyehatkan dan tidak bisa mencegah stunting sekaligus berbahaya buat kesehatan. "Makanan itu sehat komposisinya bisa menyehatkan anak-anak, mencegah stunting, mencegah obesitas juga dan juga aman tidak membahayakan tubuh anak-anak, apalagi bisa buat lambungnya bocor bahaya sekali," pungkasnya. (H-1)

Baca Juga

AFP

Vaksinasi Covid-19 Bayi 6 bulan Diberikan Triwulan Kedua, Gunakan Pfizer

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 27 Januari 2023, 23:45 WIB
VAKSINASI covid-19 untuk kelompok usia 6 bulan ke atas diperkirakan akan dimulai pada triwulan kedua 2023 karena mempertimbangkan kesiapan...
Antara

Pemerintah Galakkan lagi Program Posyandu Aktif di April 2023

👤M Iqbal Al Machmudi 🕔Jumat 27 Januari 2023, 22:45 WIB
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) akan menggerakkan kembali masyarakat agar mengecek kondisi bayi di posyandu melalui Program Posyandu Aktif...
MI/Susanto

Gerak Nuklir Sebagai Sumber Energi Terbarukan di Indonesia Terhambat karena Ini

👤Muhammad Anugrah Ramadhan 🕔Jumat 27 Januari 2023, 22:30 WIB
PEMANFAATAN nuklir di Indonesia diyakini menjadi salah satu sumber energi terbarukan yang potensial untuk bisa dimanfaatkan demi mencapai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya