Selasa 17 Januari 2023, 19:09 WIB

Inovasi Penstabil Daging Bantu Kembangkan Usaha Kuliner

mediaindonesia.com | Humaniora
Inovasi Penstabil Daging Bantu Kembangkan Usaha Kuliner

Ist
Acara yang bertajuk “Lebih Dekat dengan Nikuplus" digelar di Studio Dapur Umami, Ajinomoto Head Office, Sunter, Jakarta, Selasa (17/1).

 

KEBUTUHAN industri hotel, restoran, dan katering (Horeca) Indonesia akan inovasi bahan tambahan pangan guna mempermudah proses produksi meningkat dari tahun ke tahun.

Menjawab kebutuhan tersebut, PT Ajinomoto Indonesia (Ajinomoto) melalui Horeka Department baru-baru ini telah meluncurkan produk bahan tambahan pangan campuran penstabil daging “Nikuplus”.

Untuk lebih memperkenalkan serta merasakan langsung manfaat produk “Nikuplus" dalam aplikasi menu makanan, pada Selasa (17/1) Ajinomoto mengajak rekan-rekan media untuk mencoba langsung memasak menu makanan yang menggunakan aplikasi produk “Nikuplus” di Studio Dapur Umami, Ajinomoto Head Office – Sunter, Jakarta.

Pada acara yang bertajuk “Lebih Dekat dengan Nikuplus", turut hadir Ryo Nakamura, Head of Horeca Department – PT Ajinomoto Indonesia dan Wisnu Wicaksono, Corporate Chef of Horeca Department – PT Ajinomoto Indonesia.

Baca juga: Startup Foodtech Greens Hadirkan Restoran Berkonsep "Metafarming"

Keduanya menjelaskan product knowledge dan manfaat penggunaan produk Nikuplus, serta menjelaskan manfaat berbagai produk-produk horeka lainnya.

Ryo Nakamura menjelaskan bahwa produk Nikuplus merupakan bahan tambahan pangan campuran penstabil daging yang dapat meningkatkan tekstur daging serta stabil selama 4 jam penyimpanan.

“Nikuplus dapat diaplikasikan pada berbagai jenis daging seperti ayam, bebek, sapi, dan kambing. Produk ini juga mudah diaplikasikan sesuai dengan kebiasaan memasak di dapur," katanya.

"Ajinomoto melihat banyak masyarakat Indonesia setiap harinya mengkonsumsi berbagai macam protein hewani sebagai menu utama," ucap Nakamura.

"Selain itu, tingginya permintaan pada industri food service, membuat produk “Nikuplus” menjadi solusi sebagai meat improver karena sangat praktis digunakan dengan harga yang cukup terjangkau,” ujar Ryo Nakamura.

Produk ini juga dapat dikombinasikan dengan bumbu lain tanpa merubah rasa dan dapat diaplikasikan dengan mudah pada proses marinasi atau ungkep.

Rekan-rekan media pada kesempatan kali ini akan dipandu oleh Chef Wisnu untuk merasakan langsung manfaat produk “Nikuplus” melalui menu aplikasi Gyukushi.

"Bagi rekan-rekan media dan para pelaku industri food service di Indonesia yang ingin membeli produk “Nikuplus”, produk ini bisa didapatkan di distributor rekanan Ajinomoto, Supermarket grosir, serta E-Commerce Official Store Ajinomoto Indonesia seperti Shopee dan Tokopedia,” lanjutnya. 

Selain itu menurut Ryo Nakamura, hadirnya produk “Nukuplus” ini juga menjadi salah satu kegiatan ASV (Ajinomoto Shared Value) grup perusahaan, yang berkontribusi dalam pemanfaatan sumber daya pangan secara efektif di Indonesia. 

Dalam acara “Lebih Dekat dengan Nikuplus” Ajinomoto menghadirkan Nazhif Gifari, S.Gz, M.Si, Ahli Gizi & Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Esa Unggul, Jakarta.

Menurutnya, para pelaku bisnis di industri food service atau horeka juga perlu mementingkan sisi kesehatan dalam mengkreasikan menu makanan atau produk-produk yang dihasilkan, selain tentunya cita rasa yang lezat.

“Selain mengutamakan cita rasa yang lezat dalam makanannya, baiknya para pelaku bisnis di industri food service atau horeka memang disarankan mengikuti juga anjuran Kemenkes RI terkait pembatasan penggunaan gula, garam, lemak pada produk-produk dan kreasi menu makanannya,” ucap Nazhif.

“Contohnya pada menu pertama yang Chef Wisnu presentasikan ini, Tori no Suimono. Pada menu yang simpel ini turut disertakan sumber protein dari ayam, dan sumber serat juga tersedia dari sayuran seperti brokoli dan wortel," kata Nazhif.

"Kemudian penggunaan garam nya juga saya perhatikan tadi lebih sedikit dari biasanya, kemudian ditambahkan dengan Aji-No-Moto® PLUS," jelasnya.

"Nah, penggunaan bumbu umami seperti MSG juga menjadi salah satu cara untuk mengurangi asupan garam. Sebab, kandungan natrium dalam MSG hanya sepertiga (⅓) dari kandungan natrium pada garam dapur biasa,” lanjut Nazhif. (RO/OL-09)

 

Baca Juga

Ist

Guru Besar Unhas: BPA Berbahaya Buat Manusia dan Lingkungan

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 19:11 WIB
Bahan pangan yang tercemar zat BPA berlebih dan dikomsumsi akan menyebabkan terganggunya sistem kardiovaskular dan sistem reproduksi dan...
MI/Arnold Tanti.

Perlu Aturan Platform Bentuk Ekosistem Bisnis agar Jurnalisme Berkualitas

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 18:00 WIB
Pemerintah melihat akar persoalannya dari model bisnis atau ekosistem bisnis yang tidak sehat antara platform dengan...
Antara/Aditya Pradana Putra.

Kualitas Perfilman Indonesia Menguat, Kemendikbudristek Jajaki Dana Belanda

👤Faustinus Nua 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 17:40 WIB
Terbaru, tujuh film Indonesia terpilih tayang pada salah satu festival film bergengsi internasional, yaitu International Film Festival...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya