Minggu 15 Januari 2023, 13:32 WIB

Kemenko PMK Minta Setop Perkawinan Anak Demi Masa Depan Bangsa

Dinda Shabrina | Humaniora
Kemenko PMK Minta Setop Perkawinan Anak Demi Masa Depan Bangsa

Dok MI
Ilustrasi

 

PENGADILAN Agama Ponorogo selama tahun 2022 menerima sebanyak 191 permohonan anak menikah dini, sebagian besar alasannya adalah anak tersebut hamil dan melahirkan.

Dari 191 pemohonan dispensasi nikah yang masuk, rentang usia terbanyak mengajukan permohonan adalah 15 hingga 19 tahun sebanyak 184 perkara. Sisanya pemohon dispensasi nikah memiliki umur di bawah 15 tahun yakni 7 perkara.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Femmy Eka Kartika Putri menyebut provinsi dengan jumlah penduduk yang tinggi rentan mengalami pernikahan dini yang cukup tinggi juga.

"Provinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat dengan jumlah penduduknya yang besar tentunya memiliki angka yang cukup tinggi terkait pernikahan usia dini, hal ini perlu mendapatkan perhatian dari seluruh pemangku kepentingan," kata Femmy, Minggu (15/1).

Baca juga: Kasus Perkawinan Anak di Indonesia Duduki Peringkat ke-2 di ASEAN

Faktor penyebab pernikahan di bawah umur yaitu kehamilan sebelum pernikahan, tekanan sosial budaya, faktor ekonomi, peningkatan penggunaan internet dan media sosial, serta pendidikan yang masih terbatas.

Maka dari itu, Femmy menegaskan pencegahan perkawinan anak dapat dilakukan sedini mungkin melalui peran aktif orangtua dalam melakukan pendampingan terhadap anak-anaknya

Ia mengajak seluruh orangtua yang ada di Indonesia untuk selalu memberikan pendampingan dan mengedukasi anak-anaknya tentang bahaya pergaulan bebas saat ini.

"Mari seluruh orangtua di Indonesia dapat memberikan edukasi kepada anak-anaknya supaya mereka terhindar dari pergaulan bebas," tuturnya.

Selain itu, perlunya perhatian dari satuan pendidikan yang menjadi lingkungan kedua terdekat setelah keluarga melalui guru di sekolah dengan melakukan edukasi tentang bahayanya perkawinan anak.

"Sekolah dan orangtua harus punya 'bahasa' yang sama supaya anak-anak ini paham apa yang disampaikan kepada mereka terkait pernikahan dini," pungkasnya.(OL-5)

Baca Juga

MI/Arnold Tanti.

Perlu Aturan Platform Bentuk Ekosistem Bisnis agar Jurnalisme Berkualitas

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 18:00 WIB
Pemerintah melihat akar persoalannya dari model bisnis atau ekosistem bisnis yang tidak sehat antara platform dengan...
Antara/Aditya Pradana Putra.

Kualitas Perfilman Indonesia Menguat, Kemendikbudristek Jajaki Dana Belanda

👤Faustinus Nua 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 17:40 WIB
Terbaru, tujuh film Indonesia terpilih tayang pada salah satu festival film bergengsi internasional, yaitu International Film Festival...
dok.ist

SMP Tarakanita 2 Gelar Selebrasi P5 dan Festival Imlek

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 17:29 WIB
SALAH satu Sekolah Penggerak, SMP Tarakanita 2 menggelar kegiatan selebrasi P5 dan Festival Imlek di Old Sanghai, Kelapa Gading, Jakarta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya