Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti mengimbau perlu adanya penguatan dan membentuk duta pengamanan makanan di lingkungan sekolah.
Hal tersebut sebagai tindak lanjut maraknya nitrogen cair pada jajanan ‘Ciki Ngebul’ yang kerap dikonsumsi anak-anak.
"Jadi salah satu yang sudah dilaunching kemarin bersama Pak Gubernur bahwa diharapkan semua siswa, kerja sama dengan puskesmas kemudian komite sekolah, dan pengelola kantin memastikan bahwa makanan yang beredar di sekolah itu sudah terjaga," ujarnya kepada awak media, di gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (13/1).
Ia mengatakan, edukasi terus menerus dilakukan dari semua pihak, bukan hanya dari segi kesehatan namun dari pihak lain. "Makanan siap saji itu, kemasan itu kan juga terkait juga dengan OPD lain, maupun BPOM bersama-sama untuk memberikan pengamanan," ujarnya.
Ia menegaskan makanan tersbeut masih belum dilarang peredarannya. Kendati demikian, pihaknya akan memastikan bahwa yang di konsumsi oleh siswa menjadi pengawasan bersama. "Tentu kita berkoordinasi dengan berbagai pihak, baik dari pemerintah, dari pihak sekolah, orang tua murid, dan juga tentu lingkungan sekitar di mana sekolah itu berada," pungkasnya.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia memperingatkan cairan nitrogen yang masih terdapat atau tersisa dalam jajanan ciki ngebul bahaya dikonsumsi. Jika tertelan, maka dapat menyebabkan luka pada lambung.
Peringatan kewaspadaan di atas disampaikan Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan (BPOM) RI Rita Endang pada Kamis (12/1/2023). Cairan nitrogen yang ada mengandung tekanan gas sangat tinggi. (OL-12)
Gemas sama anak orang boleh, tapi jangan main cium, pegang, apalagi asal suapin. Kita gak tau kuman apa yang nempel di tangan kita.
Penguatan pelayanan kesehatan primer, terutama Puskesmas dan Posyandu, harus menjadi prioritas dalam strategi nasional penanganan kesehatan mental anak.
Pemerintah mengajak para orangtua untuk kembali menghadirkan waktu berkualitas di rumah melalui gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved