Kamis 12 Januari 2023, 16:50 WIB

Jamaah Lansia Jadi Fokus Utama Pemberangkatan Haji Tahun Ini

Naufal Zuhdi | Humaniora
Jamaah Lansia Jadi Fokus Utama Pemberangkatan Haji Tahun Ini

ANTARA
Potret calon jemaah haji lanjut usia.

 

MUKTAMAR Haji yang dilaksanakan di Arab Saudi menghasilkan poin bahwa kuota jamaah haji untuk Indonesia tidak lagi ada pembatasan terhadap usia.

Direktur Pelayanan Haji dan Umroh Luar Negeri Kementerian Agama (Kemenag) Subhan Cholid mengatakan bahwa saat ini jamaah harus mempersiapkan segala hal lebih awal.

Baca juga: Badan POM Temukan Penggunaan Nitrogen Cair pada Chiki Ngebul tak Sesuai Aturan

"Yang pertama tentu kita bersyukur bahwa tahun ini kuota kita sudah kembali 100% dan tentu menjadi konsekuensi kita harus sudah mulai melakukan persiapan lebih awal dan memitigasi berbagai potensi yang akan kita hadapi pada masa operasional haji tahun ini," ucap Subhan saat dihubungi dari Jakarta pada Kamis (12/1).

Potensi yang pertama menurutnya itu di sebagian belahan dunia menyatakan Covid-19 selesai, tapi di bagian yang lain lagi meningkat, ini menjadi ancaman yang harus diantisipasi sejak awal, lalu di 2022 jamaah yang boleh berangkat dibatasi usia dibawah 65 tahun.

"Dengan kebijakan itu karena pada tahun ini usia tidak menjadi lagi kriteria berapapun usianya diizinkan berangkat, kita punya pr yang cukup besar, tahun lalu saja kurang lebih 53 ribu jamaah, kalau didata dengan yang kuota sekarang mendekati 80 ribu jamaah. Artinya ada 80 ribu lansia yang kita berangkatkan tahun ini," tukasnya.

"Tentu mitigasinya menjadi harus sangat detail, sejak mulai dari proses pelunasan, manasik, masuk ke asrama haji, penerbangan, ketika tiba di Saudi hingga jamaah itu kembali ke tanah air. Kita paham usia diatas 65 tahun secara natural memerlukan layanan-layanan yang harus ekstra," tambah dia.

Di sisi lain, Novianto, seorang jemaah haji yang batal berangkat pada 2020 kemarin dan berdomisili di Jakarta Pusat menjelaskan bahwa dirinya sudah mendaftar sejak 2012 untuk pemberangkatan haji.

"Tahun 2012 daftar, memang dari kementerian aturannya seperti itu. Saya sudah berangkat di tahun lalu, bulan Juni 2022," kata Novianto saat dihubungi.

Ia menjelaskan bahwa jamaah yang berangkat di tahun 2022 itu memang hasil dari kegagalan berangkat pada tahun 2020.

"2020 harusnya jadwal berangkat, tapi tidak jadi berangkat karena ada masalah di dunia yaitu Covid-19, jadi memang tidak berangkat di 2020, tahun 2021 tidak ada kabar. Di tahun 2022 dapat kabar semua ratarata menjelang lebaran idul fitri kita harus memeprsiapkan segala sesuatu administrasi dan kesiapan fisik untuk berangkat di bulan Juni 2022," terangnya. (OL-6)

Baca Juga

DOK Kemenko PMK

Menko PMK: Dana Penanggulangan Kemiskinan Tidak Sampai Rp500 Triliun

👤Syarief Oebaidillah 🕔Senin 30 Januari 2023, 23:29 WIB
DANA yang telah dikeluarkan pemerintah untuk penanggulangan kemiskinan dalam arti yang spesifik, hingga kini tidak sampai Rp500...
Dok. Labschool Jakarta

Asah Kreativitas dalam Karya dan Kompetisi, SMP Labschool Kebayoran Kembali Gelar ACEX

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 30 Januari 2023, 22:52 WIB
Kegiatan yang rutin diadakan tersebut, tidak hanya memberikan ruang untuk berkarya dan berekspresi, tapi juga mengapresiasi tumbuh...
Ist

Kemenkes: Penting Deteksi Dini Tangani Penyakit Kusta

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 30 Januari 2023, 22:25 WIB
Kondisi disabilitas pada penderita kusta bisa terjadi bila penyakit kusta tidak segera diobati sehingga mengakibatkan kerusakan saraf...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya