Headline
Kemantapan jalan nasional sudah mencapai 93,5%
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan masih melakukan pembahasan terkait dengan skema pemberian vaksin covid-19 untuk anak usia 6 bulan sampai 11 tahun.
"Masih dalam pembahasan, ya," kata Kepala Biro Komunikasi Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi saat dihubungi, Minggu (8/1).
Untuk itu, ia belum bisa memastikan kapan waktu pemberian vaksin dan bagaimana kepastian dari stok vaksin untuk anak tersebut.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah akan memberikan vaksin covid-19 secara gratis kepada anak usia 6 bulan sampai 11 tahun. "Sekarang dengan adanya vaksin yang sudah bisa turun ke bawah otomatis pemerintah nanti akan melakukan dan anggarannya cukup kita ada anggarannya untuk bisa melakukan vaksinasi anak ini secara gratis," kata Budi.
Dengan pemberian vaksin kepada anak itu, diharapkan bisa meningkatkan perlindungan dari ancaman covid-19 di kelompok anak.
"Jadi nanti segera akan kita proses untuk vaksinasi anak secara gratis, yang sekarang adanya produksi Pfizer jadi kita akan mulai tapi nanti kalau ada merek-merek vaksin lain yang bisa untuk anak bisa kita juga berikan," ujar Budi.
Adapun, Badan POM menerbitkan izin Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization/EUA) untuk vaksin Comirnaty Children untuk usia 5-11 tahun pada 29 November 2022 dan Vaksin Comirnaty Children untuk usia 6 bulan sampai 4 tahun pada 11 Desember 2022. Keduanya produksi Pfizer-BioNTech.
Vaksin Comirnaty Children produksi Pfizer-BioNTech merupakan vaksin dengan platform mRNA. Hasil efikasi vaksin tersebut sebagai vaksinasi primer ditunjukkan melalui hasil studi immunobridging, dengan imunogenisitas setelah pemberian 3 dosis (3 mcg/0,2 mL/dosis) untuk anak usia 6 bulan hingga kurang dari 5 tahun dan 2 dosis (10 mcg/0,2 mL/dosis) untuk anak kelompok usia 5 tahun sampai kurang dari 12 tahun sebanding dengan kelompok usia 16-25 tahun yang sudah memiliki data efikasi vaksin secara klinis.
Kedua vaksin anak tersebut disebut memiliki profil keamanan yang dapat ditoleransi. Efek samping pada anak kelompok usia 6 bulan hingga kurang dari 5 tahun secara umum dilaporkan dengan intensitas ringan hingga sedang. (H-2)
Pemerintah mengajak para orangtua untuk kembali menghadirkan waktu berkualitas di rumah melalui gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Banyak orang tua merasa bangga ketika buah hatinya yang masih balita sudah mahir menyebutkan warna dalam bahasa Inggris atau hafal lagu-lagu populer dari video di ponsel.
Kombinasi gerakan mengayun dan suara mesin kendaraan bekerja secara sinergis menenangkan sistem saraf anak.
Edukasi seksual tidak perlu menunggu anak dewasa. Sebaliknya, langkah perlindungan ini justru harus dimulai sejak usia dini untuk membentengi anak dari pelecehan seksual.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Polisi mendalami dugaan penelantaran anak dalam kasus balita jatuh dari balkon rumah kontrakan di Jatinegara. Anak diduga hanya diasuh kakaknya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved