Headline
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS kekerasan seksual kembali lagi terjadi, kali ini korbannya seorang anak laki-laki berusia 15 tahun di Sikka dan sang pelaku tidak lain adalah seorang ibu yang sudah memiliki suami namun ditinggal merantau.
Menanggapi hal tersebut, Psikolog Universitas Indonesia Inge Uli Wiswanti mengatakan kasus tersebut sangat memperihatinkan dan menganggap kasus tersebut banyak terjadi di masyarakat.
"Menurut saya, kasus ini memprihatinkan. Namun demikian, kita tidak bisa menutup mata kasus rudapaksa seperti ini jamak terjadi di masyarakat. Perlu adanya kesadaran semua pihak, baik dari lingkup terkecil seperti keluarga, masyarakat sekitar sampai lingkup terbesar seperti pemerintah untuk menindaklanjuti hal ini," kata Inge saat dihubungi, Sabtu (7/1).
Ia mengatakan harus ada pendampingan kepada korban agar psikologis korban tersebut tidak terganggu.
"Tidak menganggap sebagai aib yang harus ditutupi dan melakukan pendampingan pada korban untuk melapor dengan memperhatikan kondisi psikologisnya agar tetap bisa merasa aman (tidak di-judge), merupakan hal yang penting," tambahnya.
Baca juga: Ayah Tiri Rudapaksa Siswa SMA di Garut hingga Melahirkan
Dari sumber berita diketahui pelaku berjauhan dari suaminya.
"Kesepian bisa menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pelaku melakukan hal tersebut. Perlu dicari tahu juga, apakah komunikasi dengan suami yang merantau berjalan lancar, apakah pelaku punya teman/ saudara/anak di rumahnya untuk bisa bercerita, apakah pelaku memiliki kesibukan/pekerjaan atau apakah pelaku memiliki kondisi psikologis tertentu. Untuk kondisi psikologis, tentunya perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut secara komprehensif," pungkasnya.(OL-5)
HUJAN lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (24/1) dini hari nyaris merenggut nyawa seorang anak perempuan.
Tanah longsor terjadi pada Kamis (22/1) sore akibat curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak pagi hari.
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
Penundaan pelayaran ini sejalan dengan peringatan dini cuaca maritim yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang.
PULUHAN siswa Sekolah Dasar Inpres (SDI) di Pilau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), harus menempuh proses belajar di gedung yang rusak parah.
Dunia usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) menunjukkan optimisme kuat memasuki awal 2026, seiring meningkatnya investasi dan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved