Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek) meluncurkan program Kampung Cekattan (Cepat, Tanggap, Kolaboratif untuk Bangkit dan Tangguh Bersama).
Program itu merupakan bentuk pengabdian masyarakat dengan melibatkan perguruan tinggi untuk membantu penanggulangan gempa bumi Cianjur. Perguruan tinggi akan membantu memberdayakan masyarakat guna mempercepat pembangunan ekosistem ekonomi di wilayah terdampak gempa.
Pelaksana tugas (Plt.) Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Nizam berharap perguruan tinggi dapat membantu di tiap tahapan penanganan bencana mulai dari tahap tanggap darurat, pemulihan, rehabilitasi, hingga rekonstruksi.
“Saya harap teman-teman perguruan tinggi terus bisa membantu TNI dan Polri yang terjun ke lapangan, dan juga masyarakat serta relawan untuk bergotong royong melakukan tanggap darurat untuk dapat mengurangi korban lanjutan dan mempercepat pemulihan,” ujar Nizam.
Perguruan tinggi juga diharapkan dapat membantu proses trauma healing bagi warga Cianjur khususnya anak-anak. Selain itu, bagi mahasiswa dapat berpartisipasi membantu mengajar di sekolah-sekolah sebagai pusat pembelajaran darurat dengan mendampingi guru melalui program Kampus Mengajar.
Nizam menambahkan, prinsip dalam mitigasi bencana adalah membangun kembali lebih baik dari kondisi sebelum gempa. Untuk itu diperlukan pemahaman masyarakat terhadap konstruksi tahan gempa. Relokasi pemukiman di daerah rawan gempa juga perlu dilakukan untuk menghindari kejadian serupa. Perguruan tinggi diharapkan dapat membantu mengatasi masalah tersebut.
"Saya harapkan teman-teman bisa melakukan itu bersama-sama dengan dinas terkait, pemerintah daerah untuk kita bergotong royong membangun Cianjur agar bisa pulih kembali dengan cepat dan lebih tangguh," pungkas Nizam.
Plt. Sekretaris Ditjen Diktiristek Tjitjik Srie Tjahjandarie menjelaskan bahwa hingga saat ini lebih dari 73 perguruan tinggi negeri maupun swasta sudah terjun ke lapangan, bahu membantu masyarakat terdampak gempa di Cianjur.
Melalui program Kampung Cekattan, mendapatkan tambahan 10 perguruan tinggi swasta (PTS) di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Dengan alokasi anggaran sebesar 5 miliar, 10 PTS membuat program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat dengan sebaran wilayah di 6 kecamatan dan 18 desa.
“Kita juga merencanakan adanya pelatihan kepada masyarakat terkait dengan perancangan bangunan tahan gempa yang berkolaborasi dengan teman-teman yang bahkan dari UGM juga ITB kemudian dari IPMI, kemudian ruang pengelolaan publik, manajemen kebencanaan, penyuluhan dan konsultasi hukum,” ujar Tjitjik.
Kepala LLDIKTI Wilayah III Paristiyanti Nurwardani menyampaikan, Kampung Cekattan akan dikawal bersama-sama untuk membantu percepatan pemulihan di Cianjur. Ia berharap program ini menjadi percontohan di tempat bencana yang lainnya sehingga menjadi kemajuan yang luar biasa bagi Indonesia.
"Mari semuanya gotong royong memberikan bukti bahwa pendidikan tinggi betul-betul memberikan solusi untuk seluruh permasalahan gempa di Cianjur," ujar Paris.
Kepala LLDIKTI Wilayah IV Samsuri juga mengungkapkan perguruan tinggi di wilayahnya turun langsung ke Cianjur dikarenakan sejumlah perguruan tinggi memiliki posisi di wilayah Jawa Barat dan Banten, sedangkan yang lainnya dikoordinator oleh masing-masing wilayah. Bantuan diberikan oleh perguruan tinggi dalam bentuk donasi berupa uang maupun sarana prasana yang dibutuhkan.
Bupati Cianjur Herman Suherman menyampaikan terima kasih atas segala bantuan yang diberikan Ditjen Diktiristek dan perguruan tinggi untuk warga Cianjur.
“Tentunya dengan pemikir-pemikir dari perguruan tinggi, anggota DPR RI sekiranya solusi-solusi untuk kami jalankan ke depan, kami mohon petunjuk dan arahan sehingga warga masyarakat Cianjur yang diungsikan tetap bisa menghidupi kehidupan sehari-harinya,” ucap Herman.
Dalam kesempatan tersebut, Ditjen Diktiristek memberikan bantuan berupa 300 tablet dan 5 laptop merah putih untuk korban gempa Cianjur. Adapun penyaluran bantuan diberikan kepada STIKes Cianjur 25 tablet, STIKes Permata 25 tablet dan 5 laptop, UNPI Cianjur 40 tablet, Universitas Suryakencana 60 tablet, SMP 5 Cianjur 100 tablet dan SDN Sukamaju 1 Cianjur 50 tablet. (RO/OL-7)
PERUBAHAN sosial dan teknologi yang melaju cepat telah mengubah wajah pendidikan.
Penguatan proses pembelajaran menjadi inti dari rangkaian Program CSR Bigger Dream Fase 3 yang digagas MMSGI bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE).
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
Selain berorientasi pada murid, guru sebagai jantung perubahan di ekosistem pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius.
TANTANGAN pendidikan di era disrupsi teknologi disoroti. Generasi sekarang dinilai mandiri secara digital tetapi rentan di bidang sosial dan emosional.
PT AXA Mandiri Financial Services menyalurkan lebih dari Rp250 juta surplus underwriting asuransi syariah tahun buku 2024 kepada Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Ini merupakan bentuk kepedulian USK terhadap mahasiswa terdampak sekaligus upaya meringankan beban ekonomi mereka.
GERAKAN Pemuda (GP) Ansor kembali mendistribusikan bantuan terhadap korban terdampak bencana banjir di Kabupaten Pekalongan.
GERAKAN Pemuda Ansor (GP Ansor) menyalurkan sejumlah paket bantuan seperti selimut, sandal jepit, kebutuhan alat mandi hingga obat-obatan pada korban bencana longsor di Pemalang.
Menyikapi kondisi tersebut, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang menyalurkan bantuan logistik sebagai bentuk kepedulian.
Total nilai bantuan sebesar Rp295.499.850 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Bupati Humbang Hasundutan Oloan Paniaran Nababan menyampaikan rasa terimakasih atas perhatian Kabupaten Toba untuk Kabupaten Humbang Hasundutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved