Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
MASALAH limbah B3 yang tidak dikelola dengan baik, akan menjadi bom waktu bagi kesehatan manusia. Hal itu ditekankan dokter spesialis okupasi Muhammad Ilyas.
"Jangan sampai karena sampah dan limbah B3 yang dikelola secara amburadul, menciptakan apa yang disebut sebagai generasi mutan. Artinya mereka mudah sakit, atau memiliki penyakit yang dulu tidak ada," tuturnya dalam seminar virtual, Selasa (13/12).
Adapun masalah kesehatan yang timbul akibat limbah B3 di lingkungan memang tidak muncul dalam waktu singkat. Menurut Ilyas, butuh waktu yang panjang agar limbah tersebut membentuk satu penyakit dalam tubuh, karena sifat limbah B3 berakumulasi.
Baca juga: Limbah Makanan Meningkat, Iklim Kian Terancam
Sebagai contoh, merkuri yang selama ini dianggap sebagai senyawa berbahaya, memang tidak akan menimbulkan penyakit ataupun kematian, jika diminum secara langsung oleh manusia. Namun, merkuri akan jadi berbahaya saat dihirup dan bersentuhan dengan kulit.
Senyawa tersebut kemudian akan masuk ke dalam tubuh dan menyatu dengan darah. Lalu, memberikan pengaruh yang buruk terhadap gen. "B3 yang masuk ke tubuh bisa menyebabkan perubahan secara menahun. Genetiknya akan berubah dan diturunkan ke anak-anaknya kelak," jelas Ilyas.
"Mungkin sekarang mereka sehat, tapi genetiknya tidak. Ketika mempunyai anak, lahirlah anak yang memiliki penyakit leukimia, kelainan jantung, ataupun tuli. Ini yang disebabkan pengaruh bahan kimia terakumulasi dari ibu ataupun ayahnya," imbuh dia.
Baca juga: Finlandia Tertarik Investasi Pengelolaan Air Limbah di IKN
Sekretaris Direktorat Jenderal PSLB3 KLHK Sayid Muhadhar menyebut pemerintah telah membuat serangkaian aturan untuk pengelolaan limbah B3. Aturan itu bahkan telah mencakup tahap awal proses produksi produk B3.
"Pemerintah sudah antisipasi saat produksi dengan proses registrasi. Untuk apa sebenarnya produk itu, apa isinya, agar produsen bisa aware. Serta, memberikan informasi pada produknya kepada masyarakat," kata Sayid.
Pemerintah juga membuat aturan terkait produk dan limbah B3, serta tata cara penyimpanannya. Untuk masyarakat, Sayid mengimbau agar membaca dengan cermat petunjuk penggunaan produk B3 yang sering ditemui. Seperti, batu baterai, cairan pembunuh serangga, hingga cairan pembersi lantai.(OL-11)
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Tiga sayuran ini tidak boleh dimakan dalam kondisi mentah karena menggandung zat berbahaya.
Tim gabungan melakukan inspeksi dan mengambil sampel gula merah di sebuah industri gula merah di Blora, Jawa Tengah yang diduga mengandung zat berbahaya.
Beberapa tanaman hias mengandung zat beracun yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada hewan peliharaan, mulai dari iritasi mulut hingga gagal ginjal.
Jangan sembarangan membuang kembang api setelah perayaan tahun baru ya. Ini cara membuangnya tanpa merusak lingkungan.
Bahan kimia berbahaya merupakan kategori yang mencakup berbagai senyawa dan elemen dengan sifat-sifat yang berpotensi menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.
Berbeda dengan sekadar tren kesehatan umum, lifestyle medicine merupakan pendekatan medis formal yang menggunakan intervensi gaya hidup berbasis bukti.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Penularan utama leptospirosis terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.
TANTANGAN dan dinamika penyakit hati di Indonesia disoroti. Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved