Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
MASALAH limbah B3 yang tidak dikelola dengan baik, akan menjadi bom waktu bagi kesehatan manusia. Hal itu ditekankan dokter spesialis okupasi Muhammad Ilyas.
"Jangan sampai karena sampah dan limbah B3 yang dikelola secara amburadul, menciptakan apa yang disebut sebagai generasi mutan. Artinya mereka mudah sakit, atau memiliki penyakit yang dulu tidak ada," tuturnya dalam seminar virtual, Selasa (13/12).
Adapun masalah kesehatan yang timbul akibat limbah B3 di lingkungan memang tidak muncul dalam waktu singkat. Menurut Ilyas, butuh waktu yang panjang agar limbah tersebut membentuk satu penyakit dalam tubuh, karena sifat limbah B3 berakumulasi.
Baca juga: Limbah Makanan Meningkat, Iklim Kian Terancam
Sebagai contoh, merkuri yang selama ini dianggap sebagai senyawa berbahaya, memang tidak akan menimbulkan penyakit ataupun kematian, jika diminum secara langsung oleh manusia. Namun, merkuri akan jadi berbahaya saat dihirup dan bersentuhan dengan kulit.
Senyawa tersebut kemudian akan masuk ke dalam tubuh dan menyatu dengan darah. Lalu, memberikan pengaruh yang buruk terhadap gen. "B3 yang masuk ke tubuh bisa menyebabkan perubahan secara menahun. Genetiknya akan berubah dan diturunkan ke anak-anaknya kelak," jelas Ilyas.
"Mungkin sekarang mereka sehat, tapi genetiknya tidak. Ketika mempunyai anak, lahirlah anak yang memiliki penyakit leukimia, kelainan jantung, ataupun tuli. Ini yang disebabkan pengaruh bahan kimia terakumulasi dari ibu ataupun ayahnya," imbuh dia.
Baca juga: Finlandia Tertarik Investasi Pengelolaan Air Limbah di IKN
Sekretaris Direktorat Jenderal PSLB3 KLHK Sayid Muhadhar menyebut pemerintah telah membuat serangkaian aturan untuk pengelolaan limbah B3. Aturan itu bahkan telah mencakup tahap awal proses produksi produk B3.
"Pemerintah sudah antisipasi saat produksi dengan proses registrasi. Untuk apa sebenarnya produk itu, apa isinya, agar produsen bisa aware. Serta, memberikan informasi pada produknya kepada masyarakat," kata Sayid.
Pemerintah juga membuat aturan terkait produk dan limbah B3, serta tata cara penyimpanannya. Untuk masyarakat, Sayid mengimbau agar membaca dengan cermat petunjuk penggunaan produk B3 yang sering ditemui. Seperti, batu baterai, cairan pembunuh serangga, hingga cairan pembersi lantai.(OL-11)
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Tiga sayuran ini tidak boleh dimakan dalam kondisi mentah karena menggandung zat berbahaya.
Tim gabungan melakukan inspeksi dan mengambil sampel gula merah di sebuah industri gula merah di Blora, Jawa Tengah yang diduga mengandung zat berbahaya.
Beberapa tanaman hias mengandung zat beracun yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada hewan peliharaan, mulai dari iritasi mulut hingga gagal ginjal.
Jangan sembarangan membuang kembang api setelah perayaan tahun baru ya. Ini cara membuangnya tanpa merusak lingkungan.
Bahan kimia berbahaya merupakan kategori yang mencakup berbagai senyawa dan elemen dengan sifat-sifat yang berpotensi menimbulkan ancaman serius terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved