Selasa 06 Desember 2022, 14:51 WIB

Beda Makna Allah Al-Wadud dengan Ar-Rahim

Meilani Teniwut | Humaniora
Beda Makna Allah Al-Wadud dengan Ar-Rahim

DOK Instagram.
Tulisan arab Al-Wadud.

 

KEMBALI kita membahas salah satu dari 99 asmaul husna atau nama-nama terindah Allah SWT. Kali ini kita akan membahas salah satu asma Allah yang berupa Al-Wadud atau Yang Maha Mencintai atau Penyayang.

Kalau dilihat dari pemaknaan sekilas, kayaknya enggak ada beda antara Al-Wadud dengan Ar-Rahim. Keduanya berarti Yang Maha Mencintai atau Yang Maha Menyayangi. Berikut penjelasan rincinya sebagaimana dilansir @limofficial_lirboyo di Instagram.

Beda Al-Wadud dengan Ar-Rahim

Sekilas memang sama antara Al-Wadud dengan Ar-Rahim. Namun Ar-Rahim itu ialah Allah sebagai Zat yang Maha Mencintai seluruh hamba yang sedang mengalami kesusahan. Sedangkan Al-Wadud ialah Allah sebagai Zat yang Maha mencintai kebaikan untuk seluruh hamba-Nya, entah yang sedang mengalami kesusahan maupun tidak.

Baca juga: Anak Baca Yasin di Makam Ibunda, Arwah Permakaman Bahagia

Jadinya lebih umum, begitu. Memang akar kata dari Al-Wadud, yakni الوُدُ berarti cinta yang tak terikat dan nikmat yang Allah berikan kepada hamba-Nya ialah murni dari cinta itu. 

Prof. Habib Quraish Shihab menjelasakan bahwa cinta adalah dialog antara dua aku. Kebaikan yang Allah berikan untuk seluruh hamba ialah salah satu cara-Nya untuk berdialog kepada kita hamba-Nya.

Hamba Al-Wadud

Allah sudah jelas mencintai kita, tetapi pertanyaannya apakah kita sudah mencintainya balik? Jangan-jangan cinta yang kita ikrarkan itu palsu atau sekadar gombalan. Bisa jadi, ya? 

Baca juga: Memahami Asmaul Husna Allah Al-Hakim yang Memiliki Hikmah

Habib Husein Ja'far al-Hadar memberikan keterangan  dalam bukunya, Seni Merayu Tuhan, bahwa salah satu upaya seseorang hamba untuk dapat merayu Tuhannya (bukan mendikte) yakni selalu berbuat kebaikan, bahkan menjadikan diri ini sebagai sumber dari kebaikan itu. Karena apa? Ini karena Allah Al Wadud yang sudah jelas merayu dan mencintai kita. Sedangkan sebagai yang dicintai, sebagai yang dirayu, selayaknya kita juga ikut menyambut rayuan-Nya.

Sebagai akhiran, Imam Al-Ghazali menegaskan seorang hamba yang pantas memiliki nama Al-Wadud ialah mereka yang mencintai dan menyayangi sesuatu yang berada pada orang lain seperti ia menyayangi dan mencintai dirinya sendiri. (OL-14)

Baca Juga

MI/Joan

Rangkaian Konser Sambut 50 Tahun Grand Sahid Jaya

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 14:11 WIB
General Manager Grand Sahid Jaya Venny Artha mengungkapkan akan ada 3-4 acara besar lainnya sampai Maret...
MI/Amiruddin Abdullah Reubee

Survei Edurank: USK Peringkat 14 PTN Terbaik Indonesia

👤Amiruddin Abdullah Reubee 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 13:30 WIB
USK berada pada peringkat 14 di tingkat nasional, peringkat 504 di Asia dan peringkat 1.778 secara...
MI/SUSANTO

Waspada Hujan Lebat di Seluruh Indonesia Efek Bibit Siklon Tropis

👤Naufal Zuhdi 🕔Sabtu 28 Januari 2023, 12:31 WIB
Bibit Siklon Tropis 94S terpantau berada di Samudra Hindia barat daya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya