Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
GUBERNUR Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo membeberkan pentingnya pemanfaatan media sosial (medsos) bagi pemimpin masa kini. Hal itu disampaikannya usai menjadi narasumber dalam Talkshow Indonesia Berkarya yang diselenggarakan Google Indonesia di Hotel Park Hyatt, Jakarta.
Pertama-tama, kata Ganjar, pemanfaatan medsos sangat penting untuk menjangkau lebih banyak masyarakat. Menurut Ganjar, medsos merupakan ruang komunikasi yang efektif antara pemerintah dan rakyatnya.
"Maka sebenarnya ketika masyarakat sudah bermigrasi ke dunia digital, ruang itu menjadi meeting point untuk kita bisa chit-chat, sehingga segala informasi bisa tersampaikan dengan baik," kata Ganjar, Senin (5/12/2022).
Sebab itu, kata Ganjar, pemimpin masa kini bisa mengetahui kritik, keluhan, dan sebagainya melalui medsos. Ganjar mengatakan, masyarakat dapat lebih terbuka menyampaikan itu di medsos.
Baca Juga: BPIP Bentuk Strategi Membumikan Nilai Pancasila Lewat Medsos
"Saya merasa terbantu dan kemudian publik bisa komplain lebih gampang dan kemudian birokrasi merubah mindset, sehingga mereka (pemerintah) akan bisa melayani dengan cara yang lebih bagus," kata Ganjar.
Dengan semakin efektifnya pelayanan publik lewat medos, Ganjar menyebut pemimpin masa kini dapat merespons masyarakat secara cepat. Ganjar pun memiliki target tersendiri untuk merespons itu.
"Kalau saya, saya targetkan. Begitu ada komplain, maksimum 1x24 jam harus ada respon. Berubah itu cara berpikir mereka dalam pelayanan publik," kata Ganjar.
Di samping itu, Ganjar mengatakan bahwa medsos juga bisa dimanfaatkan pemimpin masa kini untuk membantu rakyat sampai ke tingkat mikro. Ganjar pun mewujudkan hal tersebut melalui program Lapak Ganjar.
Melalui Lapak Ganjar, mantan anggota DPR RI itu mempromosikan barang atau jasa pelaku UMKM di medsos pribadinya. Dengan begitu, UMKM semakin berkembang dan penghasilannya juga turut bertambah.
"Maka itu (Lapak Ganjar) sebenarnya ekstrakulikuler saya ketika kemudian mereka harus dicarikan cara baru, diberikan ruang baru, agar mereka kemudian bisa masuk ke ranah baru, yaitu dunia digital," katanya.
Seperti diketahui, Ganjar dikenal sebagai pemimpin yang bergaya milenial karena kerap memanfaatkan Instagram, YouTube, hingga Twitter sebagai media komunikasi ke masyarakat. Ganjar juga kerap menyampaikan infomasi atau kebijakan pemerintah dengan bahasa dan cara yang sederhana. (OL-13)
Baca Juga: Ganjar Wajibkan Organisasi Perangkat Daerah di Jateng Punya ...
BNPT mencatat 230 donatur aktif mendukung kelompok teroris dari 2023-2025, dengan pendanaan mencapai Rp5 miliar.
Puncak popularitas Lincoln’s Rock di Blue Mountains berujung penutupan. Ribuan turis menyerbu demi meniru foto Jennie Blackpink, memicu kekhawatiran keamanan dan lingkungan.
Media Talk 2026 sangat relevan dengan peran BSKDN sebagai lembaga think tank Kemendagri yang bertugas menyusun dan merumuskan rekomendasi strategi kebijakan
Polres Metro Jakarta Selatan meningkatkan patroli jalan kaki dan mobile di kawasan Blok M untuk mencegah pencopetan setelah insiden copet viral di media sosial.
Polisi meluruskan kabar viral pengamen membawa mayat di Tambora, Jakarta Barat. Karung tersebut dipastikan berisi seekor biawak.
Lagu atau musik yang muncul dalam video streaming maupun live streaming di platform digital merupakan objek pengumpulan royalti.
Lagu atau musik yang muncul dalam video streaming maupun live streaming di platform digital merupakan objek pengumpulan royalti.
Menurut tangkapan layar yang dibagikan oleh Paluzzi, Meta akan memperingatkan pengguna bahwa jika mereka keluar dari daftar Teman Dekat.
Kemkomdigi mengatakan memblokir sejumlah situs hingga konten di media sosial atau medsos yang diakses oleh pelaku terduga peledakan di SMAN 72 Jakarta.
SELAIN menyarankan kata gratis dalam Makan Bergizi Gratis (MBG) agar dihapuskan, Komisi IX DPR RI juga menyoroti banyaknya plesetan MBG yang tersebar di media sosial
Opsi tersebut juga dinilai dapat memudahkan pemerintah untuk mengawasi ruang digital dari segala bentuk misinformasi serta hoaks.
Pelaku salah sasaran mengira korban adalah kelompok lawan yang akan melakukan aksi tawuran
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved