Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA memiliki kekuatan dalam persatuan dan kesatuan bangsa. Ini tercermin dalam toleransi yang ditunjukkan antarumat beragama. Oleh karena itu, persatuan ini harus terus dirawat salah satunya melalui penyebaran dakwah yang mengusung nilai-nilai kebhinekaan.
"Saya berpesan kepada keluarga besar perhimpunan Al Irsyad Al Islamiyyah agar setiap pendidikan dan dakwah yang disebarkan senantiasa diwarnai dengan semangat merawat kebhinekaan, serta mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal yang sejalan dengan ajaran Islam," tegas Wakil Presiden (Wapres) KH Ma'ruf Amin dalam sambutannya pada acara Peresmian Pembukaan Muktamar Nasional ke-41 Al Irsyad Al Islamiyyah di Hotel Java Heritage, Purwokerto, Rabu (23/11) sore
Wapres menyampaikan, sejak didirikan, Perhimpunan Al Irsyad Al Islamiyyah telah menunjukkan perannya dalam merawat kebhinekaan dengan terus memberikan tajdid (pembaruan) dalam dakwah dan pendidikan yang diberikan atau yang dikenal dengan sebutan tajdid . Sehingga, pesan yang
disampaikan selalu relevan dengan perkembangan zaman.
"Perhimpunan Al Irsyad Al Islamiyyah juga dikenal giat melakukan tadjid dalam setiap dakwahnya. Dengan demikian, menginspirasi bangsa Indonesia yang bhinneka untuk terus mengedepankan amar ma'ruf nahi munkar (menegakkan yang benar dan melarang yang salah)," imbuh Wapres.
Apabila hal ini terus dijalankan, tambah Wapres, nantinya pada usia 100 tahun kemerdekaan di 2045, bangsa Indonesia dapat memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan terkini dengan perkembangan yang ada akan mendorong terciptanya kesejahteraan dan keadilan sosial.
"Kelak pada momen satu abad kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), kita ingin seluruh rakyat Indonesia dapat menikmati pembangunan serta pemerataan kesejahteraan yang berkeadilan, dalam bingkai NKRI yang berdaulat dan demokratis," imbuh Wapres.
Menutup sambutannya, Wapres pun berharap agar muktamar yang dilaksanakan hari ini dapat menghasilkan sebuah kontribusi nyata bagi bangsa dan negara, tidak sebatas perumusan di atas kertas.
"Saya berharap Muktamar Nasional ke-41 ini dapat menumbuhkan program kerja yang konkret dan solutif sebagai sumbangsih Perhimpunan Al Irsyad Al Islamiyyah kepada bangsa dan negara," pungkas Wapres.
Sebelumnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah, Faisol Nasar Bin Madi, memaparkan kiprah Al Irsyad Al Islamiyyah sejak didirikan 108 tahun yang lalu yang telah secara konsisten berkontribusi dalam menangani masalah keumatan baik sebelum kemerdekaan, saat
perebutan kemerdekaan, dan dalam mengisi kemerdekaan.
Ke depan, ia pun menegaskan komitmen Al Irsyad Al Islamiyyah untuk mencetak generasi unggul penerus bangsa melalui pendidikan, sebagai upaya menciptakan Indonesia Maju.
"Melalui pendidikan, Al Irsyad Al Islamiyyah akan berupaya mendidik kader-kader bangsa terbaik demi mempersiapkan Indonesia Maju dengan berpedoman pada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta memiliki pemahaman agama," ungkapnya.
Selain Ketua Umum Pimpinan Pusat Al Irsyad Al Islamiyyah, hadir dalam acara ini Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Bupati Banyumas Achmad Husein. (OL-13)
Baca Juga: Kemenag Inisiasi Program Masjid Pelopor Moderasi Beragama
WAKIL Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin menilai tidak ada umat muslim yang miskin. Oleh karenanya, perlu upaya menyadarkan wajib zakat agar mengeluarkan rezekinya.
TAHUN 2024 merupakan tahun pamungkas dalam pelaksanaan program percepatan penurunan angka prevalensi stunting hingga 14% yang ditargetkan pemerintah.
WAKIL Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta institusi pendidikan tidak hanya fokus pada jumlah lulusan yang dihasilkan.
Megawati menyerahkan potongan tumpeng pertama itu kepada Ma'ruf Amin, yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh tamu dan kader PDI Perjuangan yang hadir.
“Dibanding dulu waktu saya, sekarang lebih hidup perdebatannya,” ungkapnya.
Bansos diberikan kepada masyarakat tanpa ada kaitannya dengan motivasi menaikkan tingkat elektabilitas.
Rapat Konsultasi Syuriyah dan Mustasyar PBNU di Lirboyo menyepakati percepatan Muktamar NU Ke-35 sebagai ikhtiar penyelesaian konflik internal PBNU.
Rais Aam dan Ketua Umum PBNU sepakat waktu Muktamar NU ditentukan bersama melalui kepanitiaan hasil tabayun di Pesantren Lirboyo.
Rais Aam PBNU H Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mencapai kesepakatan islah.
Gus Yahya menjelaskan bahwa secara konstitusi organisasi, mandataris hasil Muktamar hanya bisa diberhentikan oleh Muktamar itu sendiri.
Gus Yahya menegaskan bahwa satu-satunya jalan keluar untuk menyelesaikan dinamika internal organisasi adalah melalui permusyawaratan tertinggi, yakni muktamar.
Menurut Gus Yahya, tatanan organisasi merupakan hal terpenting yang harus dijaga. Ia khawatir, jika proses pencopotan tanpa Muktamar dibiarkan, hal itu akan menciptakan preseden buruk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved