Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGURUS Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menyepakati percepatan pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama. Kesepakatan itu diambil dalam Rapat Konsultasi Syuriyah PBNU bersama Mustasyar PBNU yang digelar di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, Kamis (25/12).
Dalam keputusan yang diterima Media Indonesia, rapat menetapkan bahwa Muktamar Ke-35 NU akan diselenggarakan dalam waktu secepat-cepatnya oleh Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar bersama Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf.
“Menetapkan bahwa Muktamar Ke-35 NU diselenggarakan dalam waktu secepat-cepatnya oleh Rais ‘Aam PBNU dan Ketua Umum PBNU, dengan melibatkan Mustasyar PBNU, para sesepuh, serta pengasuh pesantren dalam penentuan waktu, tempat, dan kepanitiaan Muktamar,” demikian bunyi salah satu keputusan rapat.
Rapat konsultasi yang diinisiasi Syuriyah PBNU tersebut dihadiri Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar beserta jajaran Syuriyah PBNU, antara lain KH Abdullah Kafabihi, KH Mu’adz Thohir, KH Imam Buchori, KH Idris Hamid, H Muhammad Nuh, Gus Muhib, Gus Yazid, Gus Afifuddin Dimyati, Gus Moqsith Ghozali, Gus Latif, Gus Sarmidi Husna, Gus Tajul Mafakhir, Gus Athoillah Anwar, dan Gus Nadzif.
Hadir pula Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf bersama jajaran Tanfidziyah PBNU, H Amin Said Husni. Sementara dari unsur Mustasyar PBNU tampak hadir KH Ma’ruf Amin, KH Anwar Manshur, KH Nurul Huda Djazuli, KH Abdullah Ubab Maimoen, dan KH Machasin.
Dalam pertimbangan keputusan disebutkan bahwa konflik internal di tubuh PBNU yang dipicu oleh pemberhentian Ketua Umum PBNU oleh Rais ‘Aam PBNU melalui forum Rapat Syuriyah PBNU, serta penolakan Ketua Umum PBNU terhadap keputusan tersebut, justru berkembang menjadi eskalasi konflik yang semakin tajam dan berkepanjangan.
Atas dasar tanggung jawab moral dan keprihatinan mendalam terhadap kondisi jam’iyyah Nahdlatul Ulama, para Mustasyar PBNU, sesepuh, dan alim ulama NU melakukan berbagai ikhtiar musyawarah untuk menjaga keutuhan dan kemaslahatan organisasi.
Musyawarah tersebut dilaksanakan secara berjenjang di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, Pondok Pesantren Tebuireng Jombang, hingga puncaknya Musyawarah Kubro di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, pada 1 Rajab 1447 H bertepatan dengan 21 Desember 2025. Musyawarah Kubro tersebut dihadiri oleh Pengurus Wilayah dan Pengurus Cabang NU se-Indonesia.
Selain itu, berbagai masukan dan saran konstruktif juga disampaikan para ulama dan tokoh NU secara personal yang pada intinya menguatkan rekomendasi dan tawshiyah para sesepuh NU guna penyelesaian konflik di tubuh PBNU.
Namun demikian, hingga kini konflik internal tersebut belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. Setelah mendengarkan penjelasan Rais ‘Aam PBNU dan Ketua Umum PBNU, serta mempertimbangkan pandangan Syuriyah dan saran Mustasyar PBNU, rapat akhirnya menyepakati percepatan pelaksanaan Muktamar NU sebagai jalan keluar organisatoris. (Z-10)
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menghadiri puncak peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang
Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, membeberkan alasan fundamental di balik keputusan Presiden Prabowo Subianto melibatkan Indonesia dalam Board of Peace.
KETUA Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan pesan mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto terkait Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza.
PRESIDEN Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar pertemuan dengan puluhan pimpinan organisasi Islam dan tokoh pondok pesantren dari berbagai daerah pada hari ini.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perwakilan sejumlah organisasi masyarakat Islam, termasuk PBNU, Muhammadiyah, dan MUI, ke Istana Kepresidenan RI, Jakarta.
Ketidakhadiran sejumlah tokoh penting dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 100 Tahun Masehi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Istora Senayan.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, memastikan akan memenuhi undangan silaturahim dari para kiai sepuh dan mustasyar Nahdlatul Ulama.
RAIS Aam PBNU KH Miftachul Akhyar menerbitkan Surat Tabayun terkait Pemberhentian Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved