Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) menegaskan bahwa satu-satunya jalan keluar untuk menyelesaikan dinamika internal organisasi adalah melalui permusyawaratan tertinggi, yakni Muktamar. Hal ini disampaikan Gus Yahya merespons upaya-upaya yang dianggapnya sebagai manuver untuk mengganti dirinya, seperti hasil rapat harian Syuriyah dan rapat pleno yang diinisiasi Rais Aam, Selasa (9/12).
Gus Yahya menjelaskan bahwa secara konstitusi organisasi, mandataris hasil Muktamar hanya bisa diberhentikan oleh Muktamar itu sendiri.
"Jalan keluarnya kan sudah jelas, yang namanya mandataris hanya bisa diberhentikan melalui Muktamar sebagai permusyawaratan tertinggi. Itu tidak ada alternatif," kata Gus Yahya di Jakarta, Selasa (9/12).
Ia menambahkan, penyelenggaraan Muktamar juga memiliki prosedur yang jelas, yakni harus diselenggarakan bersama-sama oleh Rais Aam dan Ketua Umum.
"Enggak ada alternatif. Ya jalannya tetap ke sana gitu lho. Karena kalau tidak, ya tidak Muktamar selama-lamanya jadinya kan," jelasnya.
Meskipun demikian, Gus Yahya meminta semua pihak untuk bersabar dan menjanjikan akan ada proses dan navigasi yang dilakukan. "Nah ke sananya gimana? Ya biasalah begini ini kan ada proses, ada navigasi, nanti akan kita lakukan, sabar saja. NU ini punyanya Allah Subhanahu Wa Ta'ala ini pasti," tambahnya.
Lebih lanjut, Gus Yahya mengaku siap menempuh jalur hukum sebagai respons atas dinamika yang terjadi. Ia menekankan bahwa langkah ini diperlukan semata-mata untuk menjaga tatanan organisasi.
"Ya kita siap apapun yang diperlukan kita siap. Itu kan untuk menegaskan posisi saya bersama teman-teman yang sekarang ini masih kompak di dalam PBNU ini, bahwa kita ini ingin menjaga tatanan organisasi. Itu saja, tatanan organisasi. Jabatan sih soal nanti, tapi tatanan organisasinya dulu itu yang dijaga supaya tidak rusak," pungkasnya. (Cah/P-3)
Ia juga memastikan bahwa PBNU secara organisasi tidak terlibat dalam kasus yang melibatkan Eks Menag Yaqut.
Gus Yahya menghadiri dan mengawal langsung rangkaian kegiatan Napak Tilas Jejak Restu Pendirian NU yang menempuh rute Bangkalan-Jombang
PBNU menjadi mitra strategis pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka dalam mengawal program prioritas pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyatakan seluruh persoalan internal PBNU telah selesai.
Empat tokoh penting PBNU yakni Rais Aam PBNU, Gus Ipul, Yahya Cholil Staquf, dan M Nuh melakukan pertemuan tertutup di Pondok Pesantren Pondok Miftachus Sunnah, Surabaya, Minggu (28/12).
Keputusan islah dan Muktamar NU diambil melalui musyawarah yang mendalam dan penuh kehati-hatian dengan mengedepankan kepentingan Jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Rapat Konsultasi Syuriyah dan Mustasyar PBNU di Lirboyo menyepakati percepatan Muktamar NU Ke-35 sebagai ikhtiar penyelesaian konflik internal PBNU.
Rais Aam dan Ketua Umum PBNU sepakat waktu Muktamar NU ditentukan bersama melalui kepanitiaan hasil tabayun di Pesantren Lirboyo.
Rais Aam PBNU H Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf mencapai kesepakatan islah.
Gus Yahya menegaskan bahwa satu-satunya jalan keluar untuk menyelesaikan dinamika internal organisasi adalah melalui permusyawaratan tertinggi, yakni muktamar.
Menurut Gus Yahya, tatanan organisasi merupakan hal terpenting yang harus dijaga. Ia khawatir, jika proses pencopotan tanpa Muktamar dibiarkan, hal itu akan menciptakan preseden buruk.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved