Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SCABIES atau yang lebih dikenal sebagai kudis adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi dari tungau Sarcoptes scabiei var. hominis. Tungau tersebut adalah ektoparasit manusia spesifik berukuran sekitar 0,4 mm yang tidak terlihat dengan mata telanjang.
Sarcoptes scabiei var. hominis akan bereproduksi pada permukaan kulit dan masuk ke dalam kulit untuk bertelur hingga menyebabkan rasa gatal. Ruam dan gatal tersebut dapat membuat pasien kesulitan dalam konsentrasi.
Scabies merupakan predisposisi infeksi kulit bakteri superfisial (terutama karena Staphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes). Ini dapat menyebabkan komplikasi serius termasuk infeksi kulit dan jaringan lunak yang parah, sepsis, glomerulonefritis, dan kemungkinan demam rematik akut.
Berikut beberapa gejala yang paling umum dialami oleh pasien kudis.
a. Rasa gatal yang parah, terutama di malam hari.
b. Alami ruam menyerupai jerawat.
c. Terdapat sisik atau lecet pada kulit.
d. Alami luka akibat garukan.
a. Menggunakan krim dan losion resep seperti permetrin.
b. Minum obat melalui mulut untuk membunuh tungau.
c. Minum obat antihistamin melalui mulut untuk membantu meredakan gatal.
d. Menggunakan obat lain di kulit sesuai kebutuhan.
Anda juga dapat menggunakan cara alternatif di bawah ini untuk mengobati kudis.
a. Minyak tea tree.
b. Neem atau nimba (herbal dari India).
c. Lidah buaya.
d. Cabai rawit.
e. Minyak cengkih.
f. Kunyit.
g. Minyak esensial.
h. Air cuka.
i. Dadih.
j. Makanan yang mengandung seng. (OL-14)
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Penularan utama leptospirosis terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.
TANTANGAN dan dinamika penyakit hati di Indonesia disoroti. Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.
Epilepsi bukan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau organisme yang bisa berpindah antarindividu.
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved